TIGER WU

TIGER WU
MAHASISWA BARU


__ADS_3

“Sayang, sarapan sudah siap!” panggil Rubby.


Wu Jin Ming yang sedang beres-beres rumah, segera meletakkan sapu yang dia pegang. Ting! Dia menggunakan sihirnya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang hampir selesai.


“Iya, Sayang. Aku datang.” Wu Jin Ming berjalan ke wastafel untuk menyuci tangannya.


“Aku hari ini kuliah. Kamu mau ikut tidak?” tanya Rubby.


Wu Jin Ming menatap Rubby heran. ‘Tumben sekali dia tidak rewel dan minta di temani seperti yang sudah-sudah. Apa dia tidak ingin aku melihatnya berkencan dengan teman laki-lakinya?’ Wu Jin Ming berargumen dalam hati.


“Di tanya bukannya jawab malah bengong,” ucap Rubby sambil menata makanan di atas meja. Sesekali dia melirik Wu Jin Ming yang terus menatapnya tanpa bicara.


Tidak ingin kehilangan napsu makannya, Wu Jin Ming memilih untuk menikmati sarapannya. Dia akan berbicara pada Rubby setelah selesai sarapan. Wu Jin Ming tidak peduli dengan tatapan Rubby yang merasa dirinya aneh.


Rubby menggelengkan kepalanya. Tidak mau ambil pusing dengan sikap aneh Wu Jin Ming, Rubby melahap makanan di depannya tanpa banyak bicara. Mulutnya masih terkunci meskipun sebenarnya dia sudah tidak tahan terus diam-diaman.


‘Nggak! Aku nggak boleh bicara duluan. Kalau kak Tiger nggak memulai, aku harus tetap diam.’ Rubby berbicara dalam hati.


Alat makan sudah selesai di bersihkan dan dikembalikkan ke tempatnya semula. Rubby harus segera mandi dan bersiap untuk kuliah. Saat dia berbalik dari wastafel, Wu Jin Ming tiba-tiba sudah ada di depannya dan memeluknya.


“Rubby. Kamu nggak sedang menyembunyikan sesuatu dariku kan?” suara Wu Jin Ming terdengar lirih di balik punggung Rubby.


“Maksudnya? Jadi kamu pikir aku mau berangkat kuliah sendiri karena pengen sembunyi dari kamu gitu? Ha ha ha...” Rubby tertawa geli.


“Malah ketawa lagi.” Wu Jin Ming melepaskan pelukannya dan menampakkan wajah kesalnya.


“Habisnya kamu lucu. Emang aku bisa sembunyi dari kamu. Kamu sudah memegang hatiku. Nggak ada yang bisa menggesermu dari sana. Siapapun itu,” jelas Rubby. Tangannya membelai dan menyibakkan rambut panjang Wu Jin Ming.


“Lalu kenapa kamu nggak meminta aku untuk mengikutimu seperti biasa?” tanya Wu Jin Ming.


Rubby membawa Wu Jin Ming duduk di kursi ruang makan lalu dia duduk di pangkuannya. “Aku akan belajar untuk menjaga diriku sendiri. Aku akan tetap memanggilmu jika aku dalam kesulitan. Aku pikir kamu juga harus menjalankan misimu. Bukankah kamu pernah bilang ada beberapa hal yang harus kamu selesaikan.”


“Apakah istriku sekarang sudah mulai dewasa?” Wu Jin Ming mencium pipi Rubby gemas.


“Aku akan cepat menjadi dewasa untukmu.” Rubby membalas ciuman yang sama di pipi Wu Jin Ming.

__ADS_1


“Pergilah kuliah hari ini. Aku akan mengawasimu dari tempat yang tak terlihat.”Wu Jin Ming mengendus-endus area sensitif Rubby yang membuatnya bergerak tak terkontrol.


“Jangan bilang kamu mau mengajakku mandi bareng lagi?” Rubby berusaha untuk menghindari serangan Wu Jin Ming.


Tanpa menjawab, Wu Jin Ming membawa Rubby ke kamar mandi dan menyelesaikan keperluan mereka.


Rubby berangkat ke kampus naik taksi karena ban motornya kempes. Sepertinya kuliah sudah di mulai. Rubby berlari masuk ke dalam kelasnya. Dia bernapas lega ketika melihat belum ada dosen masuk ke kelasnya.


“Huft! Hampir saja.” Rubby mengambil kertas lalu mengibas-ngibaskannya untuk mengurangi rasa gerahnya akibat berlarian.


“Tumben kamu datang telat, By?” tanya Lisa.


Cindy dan Bella ikut mengangguk penasaran.


“Ban motorku kempes tadi. Aku berangkat naik taksi. Mana aku berangkat kesiangan juga.” salah satu penyebabnya juga karena Wu Jin Ming yang minta jatah pagi-pagi.


“Makannya kalau malem jangan begadang sampai larut,” seru Cindy.


“Sssttt... berhenti bergosip. Lihat tuh dosen udah datang.” Lisa menghentikan obrolan ketiga temannya.


Mereka fokus mengikuti kuliah di pagi itu. Rupanya dosen itu terlambat masuk ke kelas karena rapat dadakan yang membahas tentang menghilangnya miss Felly. Dosen itu meminta bagi siapa saja yang tahu informasi tentang Felly di minta untuk menghubungi pihak kampus.


Mereka berempat pergi ke kantin saat istirahat. Cindy yang mewakili teman-temannya untuk memesan minuman. Rubby, Lisa, dan Bella duduk di sebuah meja untuk menunggu Cindy datang membawa pesanan mereka.


Tiba-tiba kantin berubah menjadi riuh. Para pengunjung kantin berteriak histeris saat melihat seseorang masuk ke sana. Rupanya Rocky artis yang sedang naik daun datang ke kantin itu. Dia mendaftar sebagai mahasiswa baru di kampus ini.


Bella dan Lisa tak mau ketinggalan. Mereka berdiri sambil meneriakkan nama Rocky saat sang artis berjalan melewati meja mereka. Rocky tersenyum. Tapi sepertinya dia tersenyum untuk Rubby yang sedang duduk sambil melirik ke arahnya tanpa ekspresi.


Rocky duduk menghadap Rubby di meja seberang. Sepertinya dia sengaja memilih tempat itu agar bisa melihat Rubby dengan jelas. Di sela mengobrol dengan temannya dia sesekali mencuri pandang ke arah Rubby.


Cindy yang baru saja datang dengan nampan berisi minuman pun tak kalah heboh dengan cewek-cewek yang lain. Dia sangat terpesona dengan ketampanan Rocky. Apalagi saat melihat sang idola duduk tepat di hadapannya.


“Lis, rasanya hausku jadi ilang seketika setelah melihat ayang Rocky di depan mata,” ucap Cindy sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya. Matanya berkedip-kedip seperti kucing yang sedang kelilipan pasir.


“Sama! Eh, dari tadi ngelihatin siapa sih bebeb Rocky?” Lisa mengukur jarak pandang Rocky dengan dua jarinya.

__ADS_1


“Ihh, jangan norak gitu dong, Lis! Nggak enak abang Rocky ngelihatin kamu nunjuk-nunjuk dia.”


“Udah pasti aku lah.” Cindy merasa sangat percaya diri.


Tanpa mereka duga, Rocky berjalan ke arah meja mereka. Dia datang bersama seorang teman lelakinya sambil membawa gelas minumnya. Ketiga teman Rubby menganga tak percaya. Mereka bertiga salah tingkah dan berusaha untuk mencari perhatian Rocky.


“Boleh kami ikut gabung di sini?” Rocky meminta ijin Rubby dan kawan-kawan. Tatapan iri pengunjung kantin membuat Rubby bergidik ngeri.


“Yakin para fansmu nggak bakalan ngamuk?” celetuk Rubby. Dia terlihat cuek sambil terus meminum jusnya. ‘Gantengan juga Wu Jin Ming.’ batinnya.


‘Menarik!’ batin Rocky. Dari semua gadis yang dia temui hari ini hanya Rubby yang bersikap acuh padanya.


“Jangan dengerin dia Rocky! Kamu duduk aja di sini.” Cindy menarik sebuah kursi untuk Rocky.


“Terimakasih.” Senyum Rocky membuat ketiga teman Rubby terpesona.


Tidak seperti tadi, begitu dekat dengan Rocky mereka malah terlihat mali-malu.


“Bolehkah aku minta tandatangan kamu?” Lisa membuka percakapan.


“Boleh!” jawab Rocky ramah.


“Perkenalan aku Lisa!” Lisa mengulurkan tangannya diikuti Bella dan Cindy.


Rocky melirik Rubby yang masih tak bergeming dan sama sekali tak tertarik untuk mengenalkan dirinya. “Nama kamu siapa?” Rocky menurunkan gengsinya dan mengulurkan tangannya pada Rubby


“Rubby,” jawab Rubby singkat saat membalas uluran tangan Rocky.


“Cantik. Eh, nama yang cantik.” Rocky keceplosan mengucap kekagumannya. Dia tak kunjung melepaskan tangan Rubby.


“Maaf. Bisa tolong lepaskan tangan saya,” ucap Rubby membuyarkan lamunan Rocky yang sedari tadi tak berkedip memandang wajahnya.


“Eh, maaf.” Rocky terlihat malu ketika ketahuan bengong.


Tiga ciwi menatap iri pada Rubby. Lagi-lagi Rubby yang mendapat perhatian dari cowok incaran mereka. Mereka bertambah iri ketika Rocky menawarkannya untuk pulang bareng. Untung Rubby menolaknya. Jika tidak mereka pasti bakalan iri setengah mati dan mendiamkan Rubby.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2