
Energi yang dikeluarkan oleh Mimi mulai melemah seiring dengan kekuatannya yang menipis. Maju hancur, mundur pun sama saja. Tidak ada lagi jalan baginya selain terus bertarung hingga titik darah penghabisan.
Tekanan energi yang diluncurkan oleh Wu Jin Ming terus mendorong mundur energi Mimi hingga mendekati tubuhnya.
Wu Jin Ming tidak berniat untuk membunuh Mimi meskipun itu sangat mudah baginya untuk melakukannya. Dengan berakhirnya pertarungan ini, Wu jin Ming berharap Mimi akan sadar akan posisinya dan menjalani kehidupan barunya dengan normal. Tidak akan sulit bagi Mimi untuk mendapatkan pasangan dari ras yang sama dengannya saat ini.
"Xin gan, aku mencintaimu! Xin gan, aku merindukanmu. Waktu yang berlalu tidak berarti apa-apa untukku dan selamanya rasa ini akan tetap sama untukmu." Tatapan mata Mimi berubah menjadi redup.
Kekuatan yang besar dalam tubuh Mimi, sepertinya mempengaruhi perilaku dan sikapnya. Energi yang dia serap berasal dari jiwa yang jahat dan kejam hingga membuatnya memiliki kecenderungan yang sama dengannya. Setelah energi kuat itu terbakar oleh api suci Wu Jin Ming, perlahan hawa jahat yang ada di tubuh Mimi pun terkikis.
"Simpan perasaanmu itu untuk dirimu sendiri, Mimi. Maaf, aku tidak berhak lagi untuk menerimanya." Wu Jin Ming kini sudah berani mengatakan itu sambil menatap Mimi karena perasaannya pada Mimi sudah tidak ada lagi.
Mimi tersenyum. Wajahnya kembali teduh seiring energi yang terus terbakar. Tidak ada lagi aura kekejaman di matanya yang indah.
"Xin gan, aku tetap akan mencintaimu selamanya." Sekali lagi Mimi mengungkapkan isi hatinya.
Wuushhh!
Mimi menarik energinya yang secara otomatis juga membuat energi Wu Jin Ming mendekat. Mata Mimi terpejam ketika dia membuatkan tubuhnya menerima hempasan energi dan api suci Wu Jin Ming yang dia tarik. Secara tidak langsung, Mimi telah melakukan tindakan bunuh diri.
"Mimi! Apa yang kamu lakukan?!" pekik Wu Jin Ming.
Dia segera membatalkan api suci di tubuh Mimi, tapi sepertinya sudah terlambat karena MImi dengan sengaja memukulkan energinya juga untuk memperbesar efek mematikan energi Wu Jin Ming.
Hanya dalam beberapa detik saja tubuh Mimi kini telah berubah menjadi abu dan terbang perlahan oleh sapuan angin.
"Mimi ... Mimi .... Aku memang tidak menginginkanmu tapi tidak seharusnya kamu pergi dengan cara seperti ini." Suara lirih Wu Jin Ming mungkin sudah tidak bisa di dengar oleh Mimi lagi.
Rubby berjalan mendekat ke arah Wu Jin Ming. dia tahu bagaimana perasaan Wu Jin Ming saat ini. Walaupun hubungan suaminya dengan wanita itu sudah berakhir, namun kejadian ini pasti meninggalkan kesan yang tidak membahagiakan untuknya.
__ADS_1
"Kak Wu!" panggil Rubby lembut.
Suara Rubby membuat Wu Jin Ming tersadar dari lamunannya.
"Ah, iya." Wu Jin Ming mencoba bersikap sebiasa mungkin di depan Rubby. Tangannya mengusap bajunya lalu membetulkan anak rambutnya yang sedikit berantakan untuk mengurangi rasa gugupnya.
"Apa kita sudah bisa pulang dari sini sekarang?" tanya Rubby, meraih tangan Wu Jin Ming dan menggamitnya.
"Tentu saja." Tersenyum kaku dan sedikit dipaksakan sambil mengikuti ke mana Rubby berjalan membawanya.
Mereka berjalan meninggalkan dimensi lain yang lebih dikenal dengan hutan larangan. Kaki mereka melangkah ringan hingga tidak terasa sudah sampai di depan pintu gerbang dimesi. Terlepas seberapa hebatnya Rubby saat ini dengan segala kekuatan yang dia miliki, dia tetaplah manusia yang tidak bisa keluar dari dimensi itu.
Pikiran Wu Jin Ming yang masih terpecah, tidak menyadari akan hal itu. Diam berdiri tanpa melakukan apa-apa, mengikuti apa yang dilakukan oleh Rubby. Awalnya Rubby biasa saja, tapi lama-lama dia juga merasa kesal juga.
"Haiishh! Susah, ya, kalau berhadapan dengan orang yang sedang patah hati." Rubby mendengus kesal.
Wu Jin Ming menoleh ke arah Rubby dan menatapnya dengan tatapan canggung.
Rubby memutar bola mtanya lalu kembali mendengus meluapkan kekesalannya.
"Iya! Bagaimana cara kita keluar dari sini?" tanya Rubby bersungut-sungut.
Suasana hatinya menjadi tidak baik-baik saja setelah melihat perubahan sikap Wu Jin Ming yang menurutnya menyesali kematian Mimi.
"Maaf, aku lupa." Wu Jin Ming segera mengeluarkan energi dari tangannya hingga keluarlah sebuah simbol mantra berbentuk lingkaran.
Wu Jin Ming membawa Rubby masuk kedalam simbol itu dan seketika mereka berdua sudah berada di dalam hutan yang berada di alam manusia.
Rubby paling tidak bisa untuk menyembunyikan kekesalannya, apalagi jika harus pura-pura bahagia. Seperti halnya saat ini, dia bergegas meninggalkan Wu Jin Ming dan berjalan untuk mendahuluinya ke mana mobil mereka terparkir. Jangankan bicara, untuk menoleh Wu Jin Ming pun saat ini dia masih merasa enggan.
__ADS_1
Wu Jin Ming tahu jika saat ini Rubby sedang marah, tapi dia belum menyadari apa yang membuatnya marah karena menurutnya dia sudah melakukan hal yang benar. Ingin sekali Wu Jin Ming menanyakannya pada Rubby tapi merasa segan. Rubby pasti akan semakin marah dan mengatakan kalau dirinya tidak peka.
Hari sudah mulai gelap ketika mereka keluar dari hutan larangan dan memasuki mobil.
Di dalam mobil mereka berdua saling terdiam.
'Jadi laki tidak peka banget, sih! Pokoknya aku tidak mau ngomong sebelum kamu mulai duluan. Di pikir aku apa, bisa-bisanya dari tadi dicueki dan terus bengong meratapi kepergian wanita itu.' Rubby terus mengomel dalam hati.
Wu Jin Ming melirik ke arah Rubby dan bingung mau mengatakan apa, Rubby terlihat membuang muka ke samping. Wu Jin Ming merasa segan untuk bicara dan memilih untuk kembali menarik kata-katanya yang sudah berada di ujung lidahnya. Mungkin dia harus bersabar dan menunggu sebentar lagi agar amarah Rubby sedikit mereda.
Mengingat hari sudah semakin gelap, Wu Jin Ming memilih untuk menjalankan mobilnya pulang ke rumah mereka.
'Kan ... kan ... dia masih memikirkan wanita itu dan tidak mau bicara padaku, hiks!' Rubby merintih dalam hati ketika mobil mereka mulai berjalan meninggalkan Gunung Sam.
Air matanya yang sejak tadi di tahannya, akhirnya jatuh berderai. Wu Jin Ming tidak melihat itu karena sedang fokus menyetir dan memikirkan cara untuk membuat Rubby mau bicara padanya.
Tanpa sengaja, air mata Rubby menetes pada lengannya yang terdapat tanda dari Naga An Ning. Tanda itu seketika menyala terang dan kekuatan An Ning keluar tanpa diminta. Rubby tidak bisa mengendalikan tangan kirinya yang terdapat tanda itu, dan membuat tangan itu bergerak-gerak dengan sendirinya.
"Aarrhh!" Aliran panas menjalar di tubuh Rubby dan merasakan sesuatu yang aneh di wajahnya ketika tangan itu menyentuhnya.
Wu Jin Ming melihat ke arah Rubby ketika melihat sinar biru keluar dari tubuhnya.
"By! Apa yang terjadi?" tanya Wu Jin Ming panik.
****
Bersambung...
Kak numpang promo novel karya temanku ya... terimakasih...
__ADS_1