TIGER WU

TIGER WU
TOMBAK MATA EMAS


__ADS_3

Siluman kura-kura berpikir bagaimana cara melawan Rubby. Jurus menghilangnya pun tidak mempan untuknya padahal butuh energi yang besar untuk menghilangkan tubuhnya dalam waktu yang lama. Siluman kura-kura memutuskan untuk menampakkan diri saja toh Rubby tidak terpengaruh lagi oleh jurus itu. Mending kekuatannya dia pakai untuk mengatur serangan.


Tak ingin melawan Rubby dengan tangan kosong lagi, siluman kura-kura juga mengeluarkan sebuah senjata. Tombak bermata emas. Itulah nama tombak milik siluman kura-kura itu. Tombak sakti berbahan kayu yang kuat dan memiliki ujung tombak yang terbuat dari campuran emas.


"Hahaha, akhirnya kamu capek kan bersembunyi!" Rubby tertawa mengejek.


"Aku hanya ingin kamu bisa melihat kehebatan tombakku ini."


"Tombak yang bagus. Mayanlah nanti kalau kamu kalah bisa aku ambil buat persediaan persenjataan," ucap Rubby


"Apa kamu bilang? Kamu ingin mengalahkanku? Mimpi!" seru siluman kura-kura sombong.


"Tentu saja aku bermimpi karena aku dari tadi bertarung sama kamu sambil menutup mata. Kamu juga lihat kan?"


"Banyak omong kamu gadis kecil! Hiiyyaaaahh!" siluman kura-kura mulai menyerang Rubby dengan tongkatnya.


Rubby sudah bersiap dengan kuda+kudanya untuk menerima serangan siluman kura-kura. Pertarungan sengit pun tak terhindarkan. Mereka sama-sama menampilkan jurus terbaiknya.


Beberapa kali siluman kura-kura terdesak ke belakang. Sekarang mereka melanjutkan pertarunganya di daratan. Suara pedang bambu yang beradu dengan tongkat sakti milik siluman kura-kura begitu berisik. Mereka sama-sama kuat.


Keadaan berubah ketika pedang bambu Rubby patah yang mengakibatkannya terkena tombak pada bahu kirinya. Setelah itu dia hanya bisa menghindar dan mencari kesempatan untuk mengeluarkan pedang asli miliknya yang dia dapat dari siluman buaya.


Pedang Sakit Mata Elang kini sudah berada di tangan Rubby. Dia kembali bertarung dengan menahan sakit di bahu kirinya yang terkoyak. Pertarungan kini kembali seimbang.


"Bagus juga pedangmu," ucap siluman kura-kura.


"Tentu saja. Cukup tajam untuk menggorok lehermu!" ketus Rubby.


"Sudah terluka saja masih saja sombong!" seru siluman kura-kura.


"Apalagi kamu. Belum bisa mengalahkanku saja sudah sombong!" Rubby tak mau kalah.


Merasa pertarungannya terlalu lama dan banyak membuang tenaga, Rubby segera menggunakan jurus pedang mematikan milik ayahnya. Jurus itu memiliki gerakan lebih cepat dari jurus sebelumnya yang membuat lawanya sulit membaca serangannya. Siluman kura-kura merasa kewalahan menghadapi jurus pedang Rubby.

__ADS_1


Tranggg!


Tongkat sakti siluman kura-kura terjatuh. Kini pedang Rubby sudah menempel di leher siluman kura-kura.


"Kamu menyerah atau mati!" seru Rubby memberi pilihan.


"Cerdik! Kamu manusia pertama yang berhasil mengalahkanku. Baiklah aku menyerah padamu," ucap siluman kura-kura sambil mengangkat tangannya ke atas.


"Bagus!" Rubby melepaskan pedangnya dari leher siluman kura-kura itu yang sedikit tergores.


Siluman itu berlutut di hadapan Rubby. Di saat yang sama Wu Jin Ming berhasil menyembuhkan luka dalamnya. Dia tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya. Menurut apa yang dia lihat saat ini sudah dipastikan jika Rubby telah berhasil mengalahkannya.


"Nona! Kalian boleh pergi!" seru siluman kura-kura itu.


"Nggak perlu kamu suruh. Untuk apa kami berlama-lama berada di tengah hutan seperti ini," ejek Rubby.


Merasa keadaan sudah aman Rubby segera menyimpan pedangnya namun dia tetap waspada. Dia merasa omongan siluman kura-kura itu tidak bisa di percaya. Sebelum berbalik menghampiri Wu Jin Ming dan memunggunginya dia membaca mantra perlindungan. Dari pengalaman yang di lihatnya tadi siluman kura-kura itu selalu menyerang Wu Jin Ming dari arah belakang.


Benar dugaan Rubby, hawa dingin terasa lekat. Siluman kura-kura itu mengeluarkan gelombang energi dari telapak tangannya dan di arahkan ke Rubby.


Rubby berubah menjadi Putri Virs lalu mengayunkan tongkatnya untuk menghalau serangan siluman kura-kura. Kekuatan milik siluman kura-kura terserap ke dalam tongkat Rubby. Bahkan kekuatan di dalam tubuhnya yang belum dia gunakan pun ikut terserap juga.


Siluman kura-kura itu beringsut mundur bertumpu pada kedua tangannya karena saat ini dia sedang terduduk. Wajahnya terlihat pucat ketakutan melihat sorot mata tajam Rubby yang terus menatapnya. Rubby terus berjalan maju dengan wujud seorang putri yang sangat bercahaya.


"Siapa.. siapa kamu?" tanya siluman kura-kura ketakutan.


"Aku hantu... hihihi...!" Rubby bergaya seperti seorang hantu yang menakutkan. " Matamu sakit, ya! Jelas-jelas aku seorang putri masih nanya!" ketus Rubby.


"Ampun Tuan Putri... jangan bunuh saya! Maafkan atas kelancangan saya sebelumnya. Saya berjanji tidak akan mengganggu manusia lagi," ucap siluman kura-kura memohon.


"Kata-katamu tidak bisa di percaya. Aku tetap akan menghukummu!" hardik Rubby.


Siluman itu beringsut menggeser tubuhnya ke belakang. Ketakutan tergambar jelas di wajahnya. Dia takut Rubby akan menyiksanya padahal Rubby hanya menakut-nakutinya saja.

__ADS_1


"Ampun Tuan Putri... Ampun!" siluman kura-kura itu terus saja memohon.


"Baiklah... Aku sedang berbaik hati hari ini. Aku akan mengampunimu. Tapi kamu tetap harus menjalani hukumanmu!" seru Rubby.


"Hukuman? Hukuman apa Tuan Putri?" tanya siluman kura-kura itu.


"Hukuman kurungan yang akan menentukan nasibmu di masa depan."


Rubby memutar tongkatnya dan mengeluarkan sebuah sangkar perenungan untuk siluman kura-kura. Dia tidak mempedulikan teriakan memohon dari siluman itu. Hukuman ini harus tetap dia jalankan.


Setelah memasukkan siluman bandel itu ke dalam sangkar perenungan, Rubby kembali menjadi manusia biasa. Dia mengambil tombat mata emas milik siluman kura-kura itu dan menyimpannya. Luka menganga di bahu kirinya terlihat jelas dari bajunya yang terkoyak. Wu Jin Ming berlari mendekat dan membopong tubuh Rubby ke tempat mobilnya terparkir.


"Sakit!" rengek Rubby merasakan perih yang luar biasa di bahu kirinya.


"Tahan sebentar! Aku akan mengobatinya di mobil. Di sini tidak aman. Aku takut jika siluman lain akan bermunculan," jelas Wu Jin Ming.


"Aaauuu... iya... aku akan menahannya."


Wu Jin Ming menggendong Rubby tanpa mengeluarkan energi spiritual. Dengan begitu para siluman tidak bisa mencium keberadaan mereka. Keringatnya membasahi tubuh karena harus berjalan cepat sambil menggendong Rubby.


Jarak mobil mereka dengan lokasi latihan cukup jauh. Wu Jin Ming berusaha berjalan lebih cepat agar mereka segera mencapai tempat tujuannya. Rubby terus saja meringis dan merintih menahan rasa sakitnya.


"Sabar Sayang. Sebentar lagi kita akan sampai." Wu Jin Ming mencoba menenangkan Rubby.


Rubby mengangguk. Dia menggigit bibirnya untuk mengurangi rasa sakit yang menderanya.


Sesampainya di dalam mobil, Wu Jin Ming segera merobek baju Rubby untuk mengobati lukanya. Wu Jin Ming mengeluarkan ramuan ajaib yang dia miliki dari cincin penyimpanannya. Perlahan dia meneteskannya pada luka-luka yang ada di tubuh Rubby.


"Dingin sekali... Hiiiii... tubuhku rasanya seperti menggigil," ucap Rubby setelah Wu Jin Ming meneteskan obat luka di tubuhnya.


"Tahan Sayang. Sebentar lagi luka-lukamu akan sembuh," hibur Wu Jin Ming


Luka-luka yang diobati oleh Wu Jin Ming menutup secara perlahan lalu menghilang tanpa meninggalkan bekas.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2