
Flo menguasai hipnotis tingkat tinggi yang sulit untuk di tolak oleh lawan. Dalam hitungan detik Rubby sudah berhasil dia kuasai dan menjadi boneka mainan Flo.
"Serang dia! Sekarang dia adalah musuhmu!" perintah Flo pada Rubby.
Rubby yang sedang dalam pengaruh hipnotis Flo pun menuruti perintahnya. Dia menyerang Wu Jin Ming secara membabi buta. Rubby juga tidak segan-segan mengeluarkan energi spiritualnya untuk menyerang.
"Hahaha! Menarik! Rupanya gadis ini juga seorang kultivator. Bagus! Kalahkan dia!" Flo tertawa senang melihat kemampuan bertarung Rubby.
"By! Sadarlah!" ucap Wu Jin Ming di sela-sela pertarungannya dengan Rubby.
Rubby tidak menjawab. Dia hanya bergerak sesuai perintah Flo dan tidak mendengarkan suara orang lain.
"Hemh! Saatnya untuk bersantai dan melihat tontonan yang sangat menyentuh hati. Sepasang kekasih saling bertarung dengan sengit." Flo menyatukan dua ujung telunjuknya sambil tertawa geli.
Wu Jin Ming terus menghindar dari serangan Rubby tanpa membalasnya. Sungguh sesuatu yang tidak pernah dia perkirakan sebelumnya. Kemampuan Flo tidak bisa diremehkan. Secepatnya Wu Jin Ming harus menemukan cara untuk mengatasi kekacauan ini.
Napas Wu Jin Ming tidak beraturan karena terus bergerak ke segala arah untuk mengelak dari serangan Rubby. Matanya terbelalak ketika melihat Rubby mengeluarkan selendangnya. Ini sangat berbahaya untuknya.
"Sadarlah, Sayang! Aku mohon!" teriak Wu Jin Ming di tengah rasa putus asanya.
"Hahaha! Serang dan bunuh saja dia lalu datanglah padaku. Beres, kan?" seru Flo pada Wu Jin Ming.
"Kamu pikir kamu pantas mendapatkan cintamu?! Dasar wanita gila!"
Konsentrasi Wu Jin Ming yang buyar membuat Rubby berhasil melakukan serangannya. Kibasan selendangnya tubuh Wu Jin Ming terbungkus dan sulit untuk bergerak.
"Bagus! Prokk! Prokk! Prok!" Flo bertepuk tangan dengan tempo yang lambat.
Melihat ketidakberdayaan Wu Jin Ming, dia mengira saat ini kemenangan sudah mutlak menjadi miliknya.
"Kelihatannya selendang ini bukan selendang biasa." Flo menjentikkan jarinya dan menggerakkannya di tubuh Wu Jin Ming yang terlilit erat.
"Dasar Siluman Rubah licik! Kamu pandai sekali memanfaatkan situasi dengan menggunakan kekasihku sebagai senjata," ucap Wu Jin Ming gusar.
"Baru tahu jika aku sangat cerdik. Ini belum seberapa. Kamu tidak akan pernah menyesal jika menikah denganku."
__ADS_1
"Sampai daratan ini berubah menjadi lautan pun cintaku hanya untuk dia seorang!" Wu Jin Ming menatap sedih pada Rubby yang berdiri mematung tanpa ekspresi.
"Ohh! Jadi begitu! Baiklah, aku akan membunuhnya di depan kedua matamu! Lihat ini!"
Shhuuuttt! Bugh!
Tubuh Rubby ambruk ketika Flo menyerangnya dengan kekuatan spiritualnya .
Tidak cukup begitu saja, Flo menarik rambut panjang Rubby dan memaksanya untuk berdiri. Dengan brutal Flo menghajar Rubby tanpa ampun. Pukulan, tinjuan, dorongan, dan tendangan Flo membuat tubuh Rubby terluka sangat parah.
"Wanita gila! Hentikan! Sungguh kamu tidak berperasaan. Kamu wanita paling pengecut yang pernah ada. Kamu beraninya melawan musuh yang telah kamu hipnotis." Wu Jin Ming menggeretakkan rahangnya menahan emosi.
"Terserah! Dalam dunia kultivasi tidak ada hukum yang mengikat dalam sebuah pertarungan. Yang ada hanyalah yang kuat dan yang lemah di mana kekuatan adalah puncak kekuasaan!"
"Lepaskan dia! Bunuh saja aku!" teriak Wu Jin Ming dengan emosi yang memuncak.
"Semakin kamu melindunginya maka aku semakin ingin segera menghabisinya! Hiyaahhh!"
Flo melemparkan tubuh Rubby ke udara dan tangannya mengeluarkan pedang energi. Hatinya sudah buta dengan amarah dan dikuasai ambisi. Obsesinya yang besar pada Wu Jin Ming membuatnya merasa tersaingi dengan keberadaan Rubby.
"Tidaaaakkk!" teriak Wu Jin Ming.
Duaarrr!!
Selendang Rubby hancur tercabik-cabik menjadi potongan-potongan kecil ketika Wu Jin Ming telah berubah menjadi Dewa.
Ujung pedang energi Flo sudah menyentuh pakaian Rubby. Di saat yang bersamaan Wu Jin Ming menarik tubuh Rubby dan membawanya terbang ke udara.
Melihat wujud Dewa Wu Jin Ming yang begitu memukau, Flo semakin terpesona olehnya. Bumi sudah bergetar menerima kehadiran Wu Jin Ming. Tidak ingin menimbulkan banyak kerusakan, Wu Jin Ming menahan kakinya untuk tidak melangkah.
"Kamu sungguh luar biasa! Jadikan aku wanitamu!" pekik Flo yang tidak ingin menyerah pada perasaannya.
"Sebagai seorang siluman pun aku enggan menerimamu apalagi sebagai Dewa. Kamu tidak pantas!" seru Wu Jin Ming lantang.
Hatinya terasa teriris ketika melihat tubuh Rubby penuh dengan luka lebam dan goresan. Penampilannya sangat berantakan dengan bajunya yang terkoyak di mana-mana. Sungguh sangat menyedihkan.
__ADS_1
Berulang kali Wu Jin Ming mengecup kening Rubby dan mengeratkan pelukannya. Pemandangan mengharukan itu berbanding terbalik dengan perasaan hati Flo. Dia terbakar cemburu meskipun Wu Jin Ming bukankah miliknya.
Tidak ingin menyerah pada kenyataan, Flo pun terbang ke udara untuk menyelesaikan pertarungannya. Dia melemparkan jutaan kelopak bunga beracun ke arah Wu Jin Ming dan Rubby.
Posisi tubuh Rubby di putar ke belakang dengan tangan kiri Wu Jin Ming untuk menghindarkannya dari kelopak-kelopak bunga itu, sementara tangan kanannya bergerak memutar setengah lingkaran hingga membentuk sebuah lubang tak terlihat yang menyerap kelopak bunga itu sebelum mengenai tubuhnya.
Setelah seluruh kelopak bunga itu terkumpul, Wu Jin Ming mengembalikannya dengan lemparan yang sangat kuat ke arah Flo.
"Aarrrgghh!" tubuh Flo terhuyung ke belakang dengan kelopak bunga beracun yang menempel di sekujur tubuhnya.
Meskipun dia memiliki penawar racun di dalam tubuhnya namun tidak untuk kulitnya. Ganasnya reaksi racun dalam bunga langka itu membuat kulit Flo melepuh dan timbul bercak-bercak darah dan luka berair yang sangat menjijikkan.
Perut Wu Jin Ming merasa mual melihat tubuh Flo yang tidak berbentuk dan mengeluarkan bau anyir yang sangat menyengat.
"Wajahku! Oh, wajahku! Kurang ajar! Berani sekali kamu merusak kulitku!" seru Flo penuh emosi.
Dia kembali mengeluarkan senjata rahasianya. Gelombang pasir pelebur roh. Dengan jurus ini tubuh Flo bisa berubah bentuk sesuai yang diinginkannya. Pukulan langsung tidak akan bisa melukainya karena tubuhnya seperti sekumpulan pasir yang bisa bercerai berai dan berkumpul kembali.
Serangan Wu Jin Ming yang bertubi-tubi tidak mampu melukainya. Kini Flo sudah menjadi manusia pasir yang sangat sulit untuk dikalahkan. Ambisi Flo untuk mengalahkan Wu Jin Ming membuatnya ingin segera menang dan mengakhiri pertarungan mereka.
Flo membuat formasi seperti angin tornado untuk menghadapi Wu Jin Ming. Putaran angin kencang berpasir bergerak sangat cepat mengelilingi tubuh Rubby dan Wu Jin Ming. Saat Wu Jin Ming lengah, Flo mencari kesempatan untuk merebut tubuh Rubby.
Untuk mengecoh Wu Jin Ming, Flo membagi tubuhnya menjadi beberapa bagian. Wu Jin Ming yang tidak menyadari kelicikan Flo terus saja menyerangnya dengan membabi buta. Melawan Flo dengan satu tangan membuat serangan Wu Jin Ming sangat terbatas. Dengan berat hati Wu Jin Ming meletakkan tubuh Rubby di atas pijakan mantra bawah kakinya.
"Ini kesempatanku!" guman Flo lirih.
Dengan gerakan yang sangat cepat Flo mengambil tubuh Rubby yang sudah tidak berdaya itu. Selelah mendapatkannya Flo segera membawanya ke atas danau untuk diceburkan ke sana.
Menyadari jika Flo mengambil Rubby darinya, Wu Jin Ming segera menyusul mereka berdua. Terlambat. Flo sudah melemparkan tubuh Rubbh ke dalam danau itu.
Byuurrr!
Suara riak air yang bergelombang saat tubuh Rubby jatuh ke dalamnya.
Tangan kiri Wu Jin Ming menarik tubuh Rubby dengan kekuatannya. Dia kembali melakukan serangan dengan satu tangan pada Flo sementara tangan yang lain berhasil mengangkat tubuh rubby keluar dari dalam air.
__ADS_1
****
Bersambung...