TIGER WU

TIGER WU
SULIT DIDETEKSI


__ADS_3

Wu Jin Ming dan Rubby asyik bertarung sampai mereka benar-benar lemah. Wu Jin Ming sangat mengagumi Rubby karena dia bisa mengimbangi serangan demi serangan yang dia berikan. Tidak di sangka sebelumnya bahwa Rubby memiliki talenta yang luar biasa sebagai seorang petarung. Mungkin ini karena darah Pendekar Sakti Chin yang mengalir di tubuhnya.


Tanpa mereka sadari dalam pekatnya hutan bambu ada seorang siluman pertapa yang berada di sana. Dia terbangun karena mendengar suara berisik kekuatan Wu Jin Ming dan Rubby yang beradu saat berlatih. Pertapa itu merupakan siluman kura-kura yang bisa berubah wujudnya menjadi manusia tanpa menampakkan aura energi siluman dan basis kultivasinya.


"Huh... hah... huhhh... huhh... kitah istirahat dulu...." ucap Wu Jin Ming ngos-ngosan ketika sudah merasa lelah berlatih.


Rubby mengangguk lalu menjatuhkan tubuhnya di tanah yang tertutup oleh dedaunan bambu. Wu Jin Ming mengikutinya lalu tidur terlentang di samping Rubby. Keringat membasahi seluruh tubuh mereka.


"Kamu haus nggak, Sayang?" tanya Rubby


"Lumayan... kita harus mencari mata air di sekitar sini untuk melepaskan dahaga kita," ucap Wu Jin Ming yang bangun dan duduk di samping Rubby.


"Hahaha!" Rubby tertawa ketika melihat beberapa daun bambu kering menempel di rambut Wu Jin Ming.


"Kenapa Sayang?" Wu Jin Ming kebingungan melihat Rubby yang tiba-tiba tertawa.


"Diamlah!" Rubby memutar tubuhnya untuk menghadap ke arah Wu Jin Ming. Tangannya memunguti satu demi satu daun bambu kering yang melekat pada rambut panjang Wu Jin Ming. "Sudah...."


"Terimakasih, Sayang!" Wu Jin Ming mengecup kening Rubby sekilas. "Ayo kita pergi mencari mata air!" Wu Jin Ming hendak beranjak dari duduknya tetapi tangannya di tahan oleh Rubby.


"Aku capek. Kamu pilih aku minta gendong selama berkeliling atau aku memakai sihirku untuk memindahkan isi kulkas ke sini?" tanya Rubby.


"Aku juga lelah Rubby. Em, sepertinya ide yang terakhir cukup menarik," ucap Wu Jin Ming menyetujui usulan Rubby.


"Baiklah! Tunggu sebentar!"


Mulut Rubby mulai komat kamit merapalkan mantra untuk memindahkan barang yang dia inginkan. Dua botol air mineral, sekotak besar jus jeruk dan beberapa jenis kue. Saat berkonsentrasi dengan mantra yang dia baca tiba-tiba Rubby merasakan ada energi lain di sana. Rubby menghentikan niatnya untuk mengambil barang-barang yang lainnya dan menyelesaikan sihirnya.


"Kakak, cepat kita minum dan makan untuk memulihkan tenaga kita!" Rubby segera membuka botol air mineral dan meneggak isinya.

__ADS_1


"Apa kamu masih ingin berlatih lagi setelah ini?" tanya Wu Jin Ming yang tidak merasakan kekuatan kultivator lain di sana.


"Kakak makan dulu saja. Inih!" Rubby menyodorkan kue yang sama dengan yang dia makan.


Mereka sudah merasa kenyang dan tidak menghabiskan semuanya. Rubby membersihkan semuanya dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya.


"Kita pulang atau kamu masih ingin berlatih di sini?" tanya Wu Jin Ming.


"Kak Wu! Sepertinya kita tidak bisa keluar dengan mudah dari sini."


Lagi-lagi ucapan Rubby membuatnya bingung. Merasa penasaran dengan semua hal yang dikatakan Rubby, Wu Jin Ming segera mengaktifkan mata iblisnya untuk melihat ke seluruh sudut hutan bambu itu. Menurutnya tidak ada yang mencurigakan.


"Sepertinya tidak ada hal yang aneh, Sayang," ucap Wu Jin Ming.


"Tapi tadi aku merasakannya. Kekuatannya sangat besar. Kultivator level atas dengan energi spiritual hampir setara denganmu," jelas Rubby.


"Tapi kenapa aku tidak merasakannya?" tanya Wu Jin Ming.


"Habisnya kamu kadang suka iseng dan ngerjain orang. Tapi beneran By, aku nggak melihat atau merasakan apa-apa. Bukannya nggak percaya ma kamu. Swear deh!" Wu Jin Ming mengangkat dua jarinya.


"Iya... iya... mungkin kamu kurang berkonsentrasi saja. Coba kamu lihat sekali lagi!" usul Rubby.


"Baiklah."


Wu Jin Ming kembali mengaktifkan mata iblisnya. Dia melihat ke seluruh penjuru hutan bahkan sampai jauh sejauh mata itu bisa menjangkaunya. Hasilnya tetap sama. Tidak ada yang bisa dia temukan.


Melihat Wu Jin Ming sudah selesai, Rubby menatapnya dengan penuh tanya tapi Wu Jin Ming memberi isyarat dengan menggeleng. Itu tandanya dia tidak menemukan apa-apa seperti sebelumnya.


"Huft! Biar aku coba!" Rubby bersiap untuk mengaktifkan mata batinnya. Dia tidak mau mengulang menggunakan mata iblisnya seperti Wu Jin Ming.

__ADS_1


"Hahahaha... Siapa kalian? Berani-beraninya memasuki wilayah kekuasaanku dan mengganggu meditasiku!" sebuah suara menggema di udara tapi tidak jelas orangnya di mana.


"Tuh kan, kamu sih dibilangin nggak percaya!" omel Rubby yang merasa tidak terima karena sebelumnya Wu Jin Ming mengiranya berbohong.


"Ya, mana aku tahu kalau beneran ada kekuatan yang tadi kamu ceritakan. Aku sudah memeriksanya juga. Bahkan sampai dua kali," ucap Wu Jin Ming membela diri.


"Kamu sih, nyari tempat latihan jauh-jauh masih ada silumannya juga. Mending tadi kita ke liontin dimensi saja," omel Rubby lagi.


"Aku pikir dengan berlatih di tempat yang berbeda, kita akan lebih bersemangat dan punya pengalaman baru. Biasanya kamu kan bosenan orangnya," ucap Wu Jin Ming.


"Iya juga sih. Kadang kalau ngomong kamu suka bener." Rubby meringis memamerkan gigi-giginya.


Siluman yang tadinya tertawa merasa gusar melihat Rubby dan Wu Jin Ming yang malah bertengkar sendiri tanpa mempedulikan keberadaannya. Baru kali ini ada manusia yang tidak merasa takut padanya. Siluman itu memperhatikan penampilan Wu Jin Ming dan Rubby dengan seksama, menurutnya mereka hanya seorang manusia biasa dengan basis kultivasi rendah.


"Hei, kalian! Berani sekali mengabaikanku. Kalian mau cari mati, haa!" suara siluman itu kembali menggema.


"Bagaimana nggak diabaikan orang wajah kamu aja nggak keliatan!" teriak Rubby.


"Gadis yang pemberani. Besar juga nyalimu membantah ucapanku!"


"Jelaslah aku berani! Hanya seorang pengecut yang memberikan ancaman sambil bersembunyi. Atau kamu malu karena wajahmu buruk rupa. Gigimu tonggos dan kepalamu botak!" ucap Rubby memancing siluman itu agar keluar untuk menampakkan diri.


"Gadis kurang ajar! Aku akan memakanmu hidup-hidup karena kamu telah berani menghinaku!" seru siluman itu.


"Makanya tunjukkan dirimu. Siapa tahu kita bisa jadi teman," ucap Rubby asal bicara.


"Hahaha... kamu pikir kamu siapa. Percaya diri sekali kamu gadis kecil."


Angin berhembus sangat kencang menerbangkan dedaunan kering dan menyapu seluruh tanah di sekitar Rubby berpijak. Di atas mereka muncul sebuah pusaran angin yang sangat besar dan meliuk seperti sebuah angin tornado. Angin itu bergerak mengitari Rubby dan Wu Jin Ming yang memaksa mereka untuk mengkaktifkan mantre perlindungan agar tidak goyah.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2