
Api pembeku Wu Jin Ming terus merambat naik dan hampir menutupi seluruh tubuh siluman kingkong. Ketika pembekuan sudah sampai di bahu siluman kingkong, Wu Jin Ming menghentikan aliran energinya agar bagian leher dan kepala siluman itu tidak menjadi es. Dengan begitu, siluman itu juga masih bisa bernapas dan bertahan hidup.
“Bagaimana rasanya menjadi bongkahan es? Di mana kekuatan kamu yang kamu sombongkan tadi? Ingat, jangan pernah memandang rendah siapapun lawan kamu meskipun itu hanya siluman yang memiliki basis rendah dan level yang tidak seberapa karena kemenangan bisa menjadi milik siapapun yang memiliki ketajaman insting dan strategi penyerangan yang bagus.” Wu Jin Ming berbicara sambil melihat reaksi siluman kingkong.
Siluman kingkong yang lemas dan hampir kehabisan tenaga itu hanya mengangguk. Sepertinya dia sudah menyadari kesalahannya. Wajahnya terlihat semakin memucat dengan mata yang mulai meredup.
Wu Jin Ming segera membatalkan energi api sucinya yang mengikat tubuh siluman kingkong. Perlahan bongkahan es yang menutupi tubuh siluman itu menguap dan meninggalkan kepulan asap berwarna putih. Lama kelamaan asap itu semakin menipis seiring dengan hilangnya bongkahan es yang menutupi tubuh siluman kingkong.
Tubuh besar siluman kingkong terduduk lemas di tanah. Energinya yang bersumber dari panas seakan terserap oleh api dingin milik Wu Jin Ming. Dia benar-benar terlihat sangat tidak berguna saat ini.
“Terima kasih kamu tidak menghabisiku! Aku berjanji padamu tidak akan membuat keributan lagi. Mulai malam ini aku mengabdikan hidupku padamu. Namaku Ham.”
“Di mana kamu tinggal?” tanya Wu Jin Ming sambil duduk berjongkok dihadapan Ham.
“Gerbang dimensiku ada di balik pohon besar itu. Aku tinggal di sana.” Ham menunjuk sebuah pohon besar yang berada tidak jauh dari tempat di mana mereka berada sekarang.
“Hmm.”
Wu Jin Ming berjalan memutar ke belakang punggung Ham. Dia membuka saluran energi di telapak tangannya dan menempelkannya ke punggung Ham. Saat ini Wu Jin Ming membuat segel pengendali di tubuh Ham. Sebuah teknik di mana setelah segel itu tertanam Wu Jin Ming bisa secara langsung memberi perintah dan menerima laporan dari jarak jauh.
Hal ini dia lakukan karena Zhu Zheng sudah mengendalikan banyak sekali siluman yang terus bergerak sesuai perintahnya. Wu Jin Ming juga membutuhkan pasukan siluman untuk menghadapi pasukan Zhu Zheng meskipun pasukan dari kerajaannya cukup banyak. Menurut kabar dari Panglima Ang, kerajaannya juga mendapatkan banyak sekali pasukan yang berasal dari narapidana yang berhasil keluar dari sangkar pereningan milik putri Virs.
Setelah segel terbentuk di tubuh Ham, Wu Jin Ming memutar telapak tangannya untuk mengunci segel yang telah terpasang. Tubuh Ham tersentak ke depan karena mendadak menerima energi yang besar. Wu Jin Ming sekalian memulihkan tenaga Ham yang terserap oleh api suci dingin miliknya.
“Laporkan padaku terlebih dahulu jika ada serangan dari siluman yang mengganggu wilayahmu! Jangan lagi melakukan hal yang gegabah!” ucap Wu Jin Ming setelah kembali berdiri di hadapan Ham.
“Baik Tuan Harimau.”
“Satu lagi! Bereskan kekacauan yang terjadi akibat ulah kamu!”
Wu Jin Ming pergi meninggalkan tempat itu dan kembali ke rumah manager Lin untuk menjemput Rubby.
Tokk...tokkk... tokkk!
Wu Jin Ming mengetuk pintu rumah manager Lin.
__ADS_1
Rubby, Yuna, manager Lin dan Chio yang tidur dalam gendongan Yuna, turun ke lantai bawah setelah melihat Wu Jin Ming berada di depan pintu dari kamera CCTV rumah itu.
Manager Lin membukakan pintu untuk Wu Jin Ming yang sedang berdiri menunggu di luar.
“Tiger! Apa kamu baik-baik saja? Apakah makhluk aneh itu menyakitimu? Ahh! Syukurlah kamu kembali dengan selamat.” baru saja membuka pintu langsung memberodong Wu Jin Ming dengan banyak pertanyaan.
“Aku baik-baik saja, Kak Lin. Boleh aku masuk?” tanya Wu Jin Ming melihat manager Lin tidak kunjung memberinya jalan.
“Ahh, iya! Aku sampai lupa. Ayo!”
Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah dan menyusul Rubby dan Yuna yang sedang duduk di ruang tamu. Mendengar pertanyaan manager Lin, Wu Jin Ming merasa sedikit lega karena dia tidak bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi.
“Kak Wu! Kamu baik-baik saja? Apa yang terjadi?” Rubby pura-pura bertanya padahal dia sudah melihat semuanya.
“Aku baik-baik saja. Ternyata hanya orang iseng yang memakai kostum kingkong saja.”
Wu Jin Ming mencoba mengarang cerita agar mereka tidak diliputi rasa ketakutan. Ham sudah berhasil diamankan. Dia tidak akan berani muncul di hadapan manusia lagi tanpa seijin Wu Jin Ming.
“Oh! Jadi begitu, ya! Kurang ajar banget, sih, tuh orang. Tapi aktingnya keren juga. Bisa bikin aku hampir kncing di celana.”
Malam semakin larut. Wu Jin Ming berpamitan untuk pulang ke rumahnya. Yuna dan manager Lin mengantar mereka sampai di depan pintu.
“By, bisa kamu hapus rekaman CCTV yang mengarah ke pertarunganku tadi?” pinta Wu Jin Ming saat mereka sudah berada di dalam mobil.
“Aku sudah menanamkan sihir agar pertaruganmu tidak terlihat. Alat secanggih apapun tidak akan bisa merekam kejadian tadi.”
“Istri yang cerdas!” Wu Jin Ming mendekatkan wajahnya namun Rubby malah menarik kepalanya ke belakang.
"Mau ngapain?!"
"Mau cium lah! Mau ngapain lagi?!" jawab Wu Jin Ming gusar.
"Cintaku... sayangku... my baby... honey... sweety... ini sudah malam. Kamu kalau nyimun suka kebablasan soalnya!"
"Ya udah deh, tapi nanti aku minta ganti rugi!" nafas Wu Jin Ming terhembus kasar.
__ADS_1
"Ganti rugi?! Memangnya aku telah merugikan Anda Tuan Raja Harimau?"
Rubby berbicara dengan gaya seperti adegan di film-film.
"Banget! Kamu sudah mencuri banyak hal dariku! Banyakkk... sekali!"
Wu Jin Ming mulai menjalankan mobilnya.
"Apah?! Oh, apa yang hilang dari Anda Tuan? Hidung masih ada, lubangnya juga masih dua. Mata masih dua begitu juga dengan telinganya. Mana ada yang hilang? Nggak ada kan, sayang?"
"Yang hilang bukan sesuatu yang nampak sayang.... Aku nggak bisa bayangin jika kamu meninggalkanku karena kamu sudah membawa hatiku, pikiranku, cintaku, sayangku, rinduku... bahkan kamu juga membawa separuh jiwaku."
Rubby tidak menyangka jika suaminya bisa menjadi seromantis itu padanya. Bukan Rubby namanya kalau tidak bersikap jahil pada Wu Jin Ming. Dia tidak terima dikatakan sebagai pencuri.
"Tapi aku nggak nyuri, ya! Aku bukan pencuri. Orang kamu ngasih semuanya itu ke aku cuma-cuma. Weekkkk!" Rubby menarik satu sudut matanya sambil mengeluarkan lidahnya.
"Coba kamu gitu sekali lagi, By! Aku cium dan aku telanjangi kamu sekarang juga!" merasa kesal karena kata-kata romantisnya tidak terbalaskan.
"Auu... seram!" Rubby menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya sambil tertawa geli. Dia tahu jika saat ini Wu Jin Ming sangat kesal dengan ulahnya.
Semua candaan yang Rubby lakukan karena diam merasa bosan dan mengantuk. Dia berharap dengan menjahili Wu Jin Ming kantuknya tidak menyerang. Untuk sampai ke rumahnya masih butuh waktu sekitar dua jam lagi dan itu bukanlah waktu yang singkat untuk dilewati.
"Kadang aku tuh pengen juga bersikap romantis, By. Hargai dong gombalanku yang garing. Anggap saja itu sebagai puisi paling romantis yang pernah ada."
"Iya, deh, iya! Coba ulangi yang tadi biar aku lebih menghayati!"
"Telat! Udah nggak mood aku!" jawab Wu Jin Ming dingin sambil terus melihat ke depan.
"Hooaaammm! Ya sudah kalau begitu. Aku mau tidur saja."
Kalau Rubby tertidur bisa-bisa dia tidak bisa mendapatkan ganti rugi malam ini. Wu Jin Ming harus mencari cara supaya Rubby tidak tidur lebih awal.
****
Bersambung...
__ADS_1