TIGER WU

TIGER WU
MANTRA PENYATUAN JIWA


__ADS_3

Hari masih sangat pagi. Jam masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Wu Jin Ming membantu Rubby merebahkan tubuhnya di tempat tidur lagi. Dia juga ikut tidur di sebelahnya.


Rubby sudah tidak ketakutan lagi. Saat ini mereka saling berpandangan tanpa berkata-kata. Wu Jin Ming menarik Rubby ke dalam pelukannya.


“Apa masih mual Sayang?” tanya Wu Jin Ming lembut.


“Sedikit... bisa kamu mengelusnya Sayang?” pinta Rubby. Tangannya menarik tangan Wu Jin Ming dan meletakkannya di atas perutnya.


Wu Jin Ming menuruti permintaan Rubby. Dia mengelus perut Rubby dengan penuh kasih sayang. Hatinya terasa menghangat membayangkan Wu Jin Ming kecil yang ada di dalam sana.


“Gimana? Lebih baik kah?” tanya Wu Jin Ming.


“Iya... sangat nyaman dan nggak mual lagi. Mungkin dia ingin selalu kamu belai sayang,” ucap Rubby sambil tersenyum.


“Ya sudah, ini masih sangat pagi, kamu tidur lagi aja sayang!” Wu Jin Ming mengecup kening Rubby dan terus mengelus perutnya agar dia terlelap kembali.


Mereka berdua kembali tertidur hingga matahari bersinar dengan terang. Jadwal pemotretan Wu Jin Ming masih siang hari dan Rubby berencana untuk berhenti kuliah. Bukan hanya karena kehamilannya tetapi juga karena dia merasakan energi jahat yang menyelimuti ketiga teman dekatnya. Rubby tidak ingin mengambil resiko berbahaya dengan tetap berada di sana. Kelangsungan hidup calon buah hatinya juga harus dia pikirkan.


Ketenangan pagi mereka tiba-tiba terusik dengan sebuah suara benda jatuh. Ponsel Rubby yang bergetar membuatnya jatuh dari atas meja dan retak. Mungkin Rubby meletakkannya terlalu di pinggir semalam.


“Ada apa By?” Wu Jin Ming terduduk sambil mengucek matanya.


“Nggak tahu Sayang! Mungkin kucing.” Rubby malah membetulkan selimutnya dan kembali memejamkan matanya.


Setelah kesadaran Wu Jin Ming pulih, dia bangkit dari tempat tidur dan berjalan melihat apa yang terjadi. Tidak jauh dari tempatnya berdiri sebuah ponsel tergeletak di lantai. Beberapa barang Rubby juga bertebaran di sampingnya. Sebelumnya ponsel itu berada di dalam tas Rubby dan jatuh karena bergetar.


Ponsel Rubby masih menyala tapi sudah rusak karena retak parah. Wu Jin Ming melihatnya dan membolak baliknya berharap ponsel Rubby masih bisa digunakan lagi tetapi sepertinya sia-sia, ponsel itu sudah rusak. Melihat barang-barang Rubby berserakan di lantai, Wu Jin Ming segera membereskannya dan memasukkannya kembali ke dalam tas.

__ADS_1


Satu benda yang membuat Wu Jin Ming tertarik, sebuah kertas usang yang di bawa oleh Rubby di dalam tasnya. Wu Jin Ming merasa ragu untuk melihatnya tanpa seijin Rubby walaupun rasa penasarannya memenuhi hatinya saat ini. Tapi rasa ingin tahunya kali ini sangat besar, Wu Jin Ming mengambil kertas itu dan membawanya ke hadapan Rubby untuk dia tanyakan.


“By!” panggil Wu Jin Ming setelah duduk di tepi ranjangnya.


“Hmm. Iya!” jawab Rubby bangun dari tidurnya dengan malas.


“Ponsel kamu jatuh dan rusak,” ucap Wu Jin Ming tidak langsung menanyakan kertas yang dia temukan.


“What! Rusak!” Rubby langsung mengambil ponselnya yang rusak dari tangan Wu Jin Ming dan mencoba menggeser-geser layarnya. “Yahhh... nggak bisa di pake lagi.” Rubby terduduk lemas setelah ponselnya tidak bisa dioperasikan lagi.


“Nanti kita beli yang baru. Tadi juga udah coba aku lihat dan nggak bisa juga,” jelas Wu Jin Ming.


“Siapa sih pagi-pagi nelpon. Kenapa juga akhir-akhir ini aku lupa matiin telpon,” gerutu Rubby kesal.


“Mungkin ada hal yang penting. Sudahlah nggak usah terlalu dipikirkan. Nanti kita beli saja yang baru.”


“By... ada hal lain yang ingin aku tanyakan padamu.” Ucapan Wu Jin Ming terdengar serius.


“Apa Sayang? Kayaknya kok serius gitu.” Rubby memiringkan kepalanya dan meneliti wajah Wu Jin Ming penuh tanda tanya.


Tangan Wu Jin Ming mengeluarkan sesuatu dan menyodorkannya ke hadapan Rubby. Kertas usang yang hampir lapuk di makan usia. Rubby menerima kertas itu dan teringat sesuatu.


"Oh, iya! Ini aku menemukan ini di dalam sebuah buku yang aku baca di perpustakaan. Aku penasaran jadi aku bawa pulang saja. Siapa tahu kamu bisa membaca tulisan itu. Aku sampai lupa untuk menunjukkannya padamu kemarin," ucap Rubby.


"Boleh aku buka?" Wu Jin Ming mengambil kembali kertas usang itu.


"Tentu saja! Aku memang ingin kamu membuka dan membaca tulisan itu. Mungkin saja ada sesuatu yang penting tertulis di sana."

__ADS_1


Pelan-pelan sekali Wu Jin Ming membuka kertas itu. Tulisan di dalam kertas itu masih terlihat sangat jelas. Entah tinta jenis apa yang digunakan oleh si penulis. Mungkin juga tulisan ini hanya salinannya.


Tak butuh waktu lama Wu Jin Ming sudah menyelesaikan membaca tulisan itu. Rupanya tulisan itu berisi sebuah mantra penyatuan jiwa. Kenapa semuanya begitu kebetulan sekali. Mantra ini sangat berguna bagi Rubby. Dengan mantra ini Rubby bisa menyatukan dua kekuatan besar yang ada di dalam tubuhnya meskipun itu tidaklah mudah.


"Jadi itu isinya apa Kak?" Rubby bertanya setelah melihat Wu Jin Ming selesai membaca tulisan itu dan melipat kembali kertasnya.


"Kamu simpan dulu Sayang. Nanti kita bawa kertas itu kepada Dewa langit. Itu adalah mantra penyatuan jiwa. Mungkin Para Dewa punya solusi untuk ini."


"Mantra penyatuan jiwa? Apa itu ada hubungannya dengan kedua wujudku sebagai Dewi Bulan dan Putri Virs?" tanya Rubby.


"Tepat sekali Sayang. Kalau mantra itu berhasil, dua kekuatan yang kamu miliki bisa di satukan. Sudah dipastikan kamu akan menjadi lawan yang perlu dipertimbangkan oleh musuh-musuhmu."


Rubby mengangguk-angguk mendengar penjelasan Wu Jin Ming. Ibunya juga pernah bilang jika kedua kekuatannya memang bisa di satukan. Mungkin Para Dewa Langit punya pendapat tentang ini seperti yang dikatakan oleh Wu Jin Ming.


"Aku mau menemui Dewa Langit di istana langit, tapi jangan sekarang. Aku takut muntah-muntah di sana." Rubby mengungkapkan alasan konyolnya.


Ingin rasanya Wu Jin Ming tertawa tetapi dia takut kalau Rubby akan marah padanya. Tapi kalau di pikir-pikir ketakutannya masuk akal juga. Di istana langit sangat harum dan banyak sekali dupa-dupa yang menyebarkan aroma yang sangat kuat.


"Tetapi lebih cepat dipelajari akan lebih baik Sayang. Butuh waktu untuk mempelajari mantra karena setiap mantra memiliki kesulitan yang berbeda-beda."


"Iya juga sih Kak. Emm... apa kamu ada solusi untuk rasa mual ini?" tanya Rubby.


"Sebentar aku pikirkan cara yang paling aman untuk mengatasi ini," jawab Wu Jin Ming.


****


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2