
Sebelas pil terkumpul di tangannya. Rubby mendekatkan wajahnya untuk mengamati dari dekat, begitu juga dengan Wu Jin Ming. Wu Jin Ming mengambil sebutir dan melihatnya dengan teliti.
"Luar biasa, By! Ini adalah pil obat dengan kualitas tinggi. Bagaimana bisa kamu menguasainya?" tanya Wu Jin Ming.
"Ayah! Ayah yang menuntunku...," ucap Rubby terdengar sedih.
"Ayah... mertua?" Wu Jin Ming mengerutkan alisnya.
Rubby mengangguk. Airmatanya kembali menetes mengingat apa yang baru saja dia alami. Kerinduannya pada sang ayah masih begitu dalam.
Wu Jin Ming mengembalikan pil obat di tangannya ke tangan Rubby lalu mengusap airmata di wajah Rubby.
"Simpanlah pil obat ini!" tangan Wu Jin Ming mengangkat dagu Rubby agar dia bisa menatap wajahnya. "Aku tahu kamu masih merindukan ayah. Ayah pun pasti merasakan hal yang sama tapi kesedihanmu itu hanya akan membuat ayah tersiksa dengan penyesalannya karena tidak bisa menemanimu di sini."
"Lalu aku harus apa? Aku nggak tahu harus bagaimana?" Rubby menyimpan pil obatnya lalu melompat memeluk Wu Jin Ming.
"Tunjukkan pada ayah kalau kamu bisa membuatnya bangga. Kamu mewarisi banyak sekali ilmu darinya. Tunjukkan pada ayah jika kamu bisa lebih hebat darinya. Aku yakin ayah akan melihatmu dengan bahagia."
Mendengar kata-kata Wu Jin Ming, Rubby segera melepaskan pelukannya dan menghapus airmatanya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Wu Jin Ming kesedihan tidak akan membuat ayahnya bahagia. Sekencang apapun dia menangis itu tidak akan bisa membawa ayahnya kembali ke sisinya.
"Aku nggak akan bersedih lagi setelah ini," janji Rubby pada dirinya sendiri di hadapan Wu Jin Ming.
"Anak pintar!" Wu Jin Ming menarik tengkuk Rubby dan mengecup keningnya.
Waktu begitu cepat bergulir, hari sudah semakin sore. Saat keberangkatan ke istana langit semakin dekat. Wu Jin Ming meminta Rubby untuk bersiap-siap. Ini pertama kali bagi Rubby untuk menembua gerbang dimensi ke istana langit.
Membutuhkan energi yang lumayan besar untuk perjalanan yang singkat menuju ke sana. Tidak semua siluman mampu menembus ke istana langit. Hanya para Dewa Dewi dan keturunannya yang bisa dengan mudah keluar masuk ke sana.
Sebelum berangkat Wu Jin Ming meminta Rubby berubah wujud sebagai Dewi Bulan. Itu akan mempermudah perjalanan mereka karena tabir istana langit akan langsung terbuka ketika tahu mereka yang datang. Aura mereka sebagai sepasang Dewa Dewi jauh lebih bersinar dari sebelumnya. Hal ini menandakan jika tingkatan kultivasi mereka juga semakin tinggi.
"Kita akan berangkat sekarang. Apa kamu sudah siap, Dewi Bulanku?" Wu Jin Ming masih saja terpesona dengan kecantikan wanita yang sudah beberapa waktu menjadi istrinya itu.
"Aku sudah siap, Harimau tampanku!" jawab Rubby sambil tersenyum tengil. Penampilannya yang anggun tidak mampu merubah sifat kekanak-kanakan yang ada padanya.
"Mari kita berangkat!" ajak Wu Jin Ming.
Jemari tangan mereka saling bertautan satu sama lain agar tidak mudah terlepas. Setelah Wu Jin Ming membaca mantra, tubuh mereka berdua lenyap dari dunia manusia menuju alam para Dewa. Pemandangan sekejap mata langsung berubah menjadi tempat yang asing bagi Rubby namun tidak buat Wu Jin Ming.
__ADS_1
Untuk mempercepat waktu perjalanan, Wu Jin Ming membawa Rubby terbang. Sayap Rubby setingkat lebih bagus dari milik Wu Jin Ming. Milik Wu Jin Ming hanya setara dengan sayap dua bidadari.
"Mengagumkan!" Rubby begitu terpesona dengan dunia lain yang baru dia ketahuinya.
"Ini belum seberapa. Apa kamu ingin berkeliling dulu?" tanya Wu Jin Ming.
"Nggak usah! Kita nikmati saja yang kebetulan kita lewati. Apakah istana itu masih jauh?"
"Kita akan berhenti di portal itu lalu naik ke atas. Nah, kira-kira di sana istana langitnya!" Wu Jin Ming menunjuk ke arah portal dan istana langit yang belum tampak dari tempatnya sekarang berada.
Rubby merentangkan kedua tangannya di mana salah satunya masih berpegangan dengan Wu Jin Ming. Kecepatan terbang mereka membuat rambut panjang mereka melambai-lambai dengan indah. Udara yang segar dan alam yang indah membuat Rubby begitu menyukai tempat itu.
"Itu portalnya! Kita sudah hampir sampai!" seru Wu Jin Ming.
Portal yang di maksud adalah sebuah segel yang berbentuk lingkaran. Segel itu bercahaya kuning keemasan. Tujuh buah patung naga mengelilingi segel itu.
Wu Jin Ming dan Rubby mendarat di depan sebuah gerbang di luar portal. Gerbang itu di sebut gerbang suci istana langit. Sebelum memasuki portal menuju istana langit harus melewati gerbang suci terlebih dahulu.
"Ayo kita masuk!" ajak Rubby berjalan mendahului Wu Jin Ming. Dia sudah tidak sabar untuk segera sampai di istana langit.
"Terbakar?! Sepertinya tidak ada api di sana. Emm, dan tidak ada yang berjaga di sini." Rubby celingukan melihat ke sana kemari untuk mencari seseorang selain mereka berdua.
"Apa yang kamu lihat itu bukan pemandangan yang sesungguhnya. Setelah melewati gerbang pertama kita akan masuk ke dalam portal. Patung-patung naga itu akan berubah menjadi naga api jika yang datang bukan orang yang diberkati ataupun keturunan dari para Dewa," jelas Wu Jin Ming.
"Ahh, ribet amat, sih! Para Dewa kan sangat hebat, kenapa juga harus ada pengamanan berlapis seperti ini!" gerutu Rubby sedikit kesal karena tidak kunjung sampai ke istana langit.
"Itu penting, Sayang. Bahaya kalau siluman bisa masuk ke dalam istana langit. Mereka akan mengacaukan segalanya. Kamu pernah menghadapi mereka juga, kan? Mereka yang tidak terlalu hebat saja sudah sangat merepotkan, bagaimana dengan siluman yang lebih kuat. Bukan kekuatan mereka yang ditakutkan, kekuatan para Dewa jauh lebih besar yang ditakutkan adalah kelicikan mereka."
"Iya... iya... aku mengerti!"
"Sekarang ikuti kataku! Aktifkan tanda Dewi Bulan di keningmu dan keluarkan separuh energi spiritualmu!"
Rubby mengikuti kata Wu Jin Ming untuk memunculkan tanda Dewi Bulan dan separuh kekuatannya. Cahaya kebiruan muncul dari tubuh Rubby saat kekuatanya dikeluarkan. Di keningnya tanda Dewi Bulan berkilauan dengan cahaya kuning emas.
Melihat Rubby telah siap Wu Jin Ming segera membawa Rubby masuk melewati gerbang pertama. Kilatan seperti petir menyambut tubuh mereka ketika mulai menyentuh tabir tak terlihat yang menyelimuti pintu gerbang itu. Jika tidak melapisi tubuhnya dengan kekuatan spiritualnya maka mereka akan merasakan seperti tersengat listrik tegangan tinggi.
Pemandangan kembali berubah ketika mereka menginjakkan kaki di ambang portal menuju istana langit. Patung naga berubah menjadi naga hidup yang melihat Rubby dan Wu Jin Ming dengan tatapan tajam dan mengerikan. Mereka tidak bergerak untuk menyerang setelah melihat tanda di kening Rubby dan Wu Jin Ming.
__ADS_1
Ketujuh Naga Suci sangat bengis dan tidak berhati. Mereka hanya tunduk kepada para Dewa dan keturunannya. Sehebat apapun siluman yang masuk ke dalam portal ini tidak akan bisa kembali dengan selamat.
Zhu Zheng pernah mencoba masuk ke sana namun gagal melewati portal itu. Dia hanya lolos dari gerbang pertama saja. Melewatinya saja sudah membuat kekuatannya terkuras bagaimana mungkin dia bisa menghadapi Tujuh Naga Suci.
Wu Jin Ming membawa Rubby ke tengah lingkaran. Lingkaran kecil di tengah lingkaran portal perlahan bergerak dan membawa tubuh mereka naik ke atas dengan sangat cepat sampai-sampai Rubby tidak sadar kalau pusat portal itu sudah berhenti.
"Kita sudah sampai!" seru Wu Jin Ming.
"Sa... sampai?" Rubby memandang sekeliling.
Pemandangan yang sangat indah terhampar sejauh matanya memandang. Rubby berjalan sambil berputar-putar sambil menutup mulutnya. Dia tidak bisa berkata-kata saking terpesona dengan keindahan di depannya.
Wu Jin Ming tersenyum melihat tingkah lucu Rubby yang melompat ke sana ke mari untuk menghirup wangi bunga yang sedang bermekaran. Terlihat beberapa dayang istana sedang lalu lalang melakukan pekerjaan mereka. Mereka membungkuk hormat kepada Wu Jin Ming dan Rubby.
Para dayang itu saling berbisik melihat tingkah konyol Rubby. Bagi mereka Rubby terlihat sangat menggemaskan dan lucu. Beberapa kali Rubby tersenyum pada dayang yang menyapanya.
"Sudah puas belum? Kalau sudah, mari kita masuk ke istana." suara Wu Jin Ming mengejutkan Rubby yang sedang asyik bermain dengan kupu-kupu.
"Ah, iya! Kupu-kupu ini sangat cantik. Dia tidak takut denganku," jawab Rubby sambil terus bermain dengan kupu-kupu yang mengerubutinya.
"Kamu bawa saja ke dalam istana. Ayo!" Wu Jin Ming sedikit tidak sabar.
Sebenarnya Rubby masih ingin bermain-main di taman istana. Keindahan taman yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Beberapa kali Rubby masih menoleh ke belakang karena masih enggan beranjak dari sana.
Memasuki pelataran istana terdapat beberapa gazebo yang terhubung satu sama lain. Di sana terlihat beberapa Dewa Dewi sedang berkumpul dan mengobrol sambil menikmati buah dan minuman. Mereka berdiri dan memberi salam dari kejauhan ketika melihat kedatangan Rubby dan Wu Jin Ming.
Rubby hanya mengikuti apa yang Wu Jin Ming lakukan untuk membalas salam penghormatan mereka.
"Auuwh!" Rubby terpeleset dan hampir jatuh ketika menaiki tangga karena tidak melihat jalan. Untung dia langsung berpegangan pada lengan Wu Jin Ming sehingga dia tidak terjatuh.
"Hati-hati, Sayang! Berhentilah untuk merasa heran! Lantai istana ini juga sangat licin," ucap Wu Jin Ming lembut.
"Aku akan berhati-hati," ucap Rubby yang mengerlingkan sebelah mata sambil bergelayut manja di lengan Wu Jin Ming.
****
Bersambung...
__ADS_1