TIGER WU

TIGER WU
JANTUNG PENGGANTI


__ADS_3

Wi Lau, Ah Mao, dan Ming Yuan mengantar rombongan pak Feng hingga sampai di depan rumahnya. Setelah memastikan jika semuanya aman, Wi Lau pun mengajak kedua temannya kembali ke Desa Yao. Ailie dan Lilea mengantar kepergian mereka hingga tidak terlihat lagi.


Feng Lu berdiri di belakang Ailie dan Lilea sambil melipat tangannya di dada. Menatap jengah kedua adiknya yang tergila-gila pada ketiga pemuda desa yang menurut Feng Lu sangat kampungan itu.


"Jika kalian berdua melihat ketampanan kak Wu pasti kalian akan pingsan berdiri," ucap Feng Lu sebelum berjalan masuk ke halaman rumah mereka.


Ailie dan Lilea berjalan di belakangnya, sementara pak Feng dan Pak Wang sudah lebih dulu masuk ke dalam rumah karena Feng Lin ibu dari Ailie dan Lilea sudah menunggu mereka di sana.


Mobil Wu Jin Ming masih terparkir di halaman rumah Feng Lu.


"Kak Lu, ini mobil siapa?" tanya Ailie.


"Mobil kak Wu lah. Selain tampan dia juga kaya. Menjadi istrinya adalah idaman setiap wanita." Feng Lu tersenyum pamer seolah dia yang berada di posisi itu.


"Ingat Kak Lu, dia sudah memiliki istri!" seru Lilea mengingatkan.


"Aku tahu," jawab Feng Lu santai. Dia benar-benar orang yang tidak tahu malu.


Ailie dan Lilea tidak bisa berkata apa-apa karena Feng Lu memang sangat keras kepala. Mereka berdua memilih berjalan mendekati mobil Wu Jin Ming ketimbang menanggapi ocehan Feng Lu yang melantur ke mana- mana.


Rupanya mobil itu tidak di kunci. Mereka berdua masuk ke sana dan melihat-lihat barang pribadi milik Wu Jin Ming dan Rubby yang tersimpn di sana.


Tidak banyak yang mereka simpan di mobil. Hanya ada beberapa foto mereka berdua di dalam sebuah album kecil.


Mata Ailie dan Lilea terbelalak. Pantas saja kakaknya begitu terobsesi pada pria yang bernama kak Wu itu. Rupanya dia sangat tampan, tapi gadis di sampingnya juga sangat cantik. Sepertinya akan sangat sulit bahkan tidak mungkin bagi Feng Lu untuk mendapatkan tempat di hati Wu Jin Min.


***


Istana langit tampak sepi ketika Wu Jin Ming tiba di sana. Hanya ada beberapa orang Dewa yang bersiap menyambut pagi. Melihat kedatangan Wu Jin Ming mereka berlari menyongsongnya.


"Dewa Harimau! Apa yang terjadi?"

__ADS_1


Mereka terlihat panik melihat keadaan Rubby yang tak berdaya.


"Akan aku jelaskan nanti." Wu Jin Ming terus membawa Rubby ke taman seribu jiwa dan meletakkannya di atas awan suci.


Salah satu dewa pergi untuk melapor pada Dewa Langit melihat keadaan Rubby yang sangat memprihatinkan. Keadaannya terlihat lebih parah dari beberapa waktu lalu ketika dia pingsan setelah memperbaiki tungku keabadian. Cahaya mahkota Rubby benar-benar telah padam.


"Salam hormat Dewa!" kesembilan dewi yang berjaga di sana memberi hormat pada Wu Jin Ming.


"Bangunlah!" seru Wu Jin Ming dengan suara beratnya.


Tidak lama kemudian Dewa Langit tiba di sana bersama beberapa dewa lainnya.


"Apa yang terjadi Dewa Perang Harimau Suci?" tanya Dewa Langit.


Wu Jin Ming pun menceritakan kronologi peristiwa yang mereka alami. Mulai dari kedatangannya ke Desa Palei dan Desa Yao. Apa tujuan mereka hingga kecelakaan yang dialami Rubby.


Dewa Langit dan yang lainnya mendengarkannya dengan serius. Secara bersamaan mereka terlihat muram. Sudah dipastikan Rubby tidak akan selamat tanpa jantung pengganti.


Kesedihannya tidak bisa di bendung lagi. Mereka semua menyayangi Rubby baik sebagai Dewi Bulan ataupun Putri Dalam Ramalan Virs.


"Aku sudah membawa batu Rubby Aurora, Dewa. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"


Mereka semua shok dengan apa yang dikatakan Wu Jin Ming, namun mereka merasa senang jika itu benar adanya.


Wu Jin Ming membuka telapak tangannya dan mengeluarkan batu permata Rubby Aurora berwarna biru. Batu itu bercahaya kebiruan yang menyilaukan mata. Tekanan energi di dalamnya sangat terasa hingga membuat tangan Wu Jin Ming tidak kuat untuuk menahannya terlalu lama.


Melihat hal itu, Dewa Langit segera maju ke hadapannya dan menggantikannya memegang batu permata itu setelah sebelumnya melapisi tangannya dengan energi miliknya.


"Syukurlah benda ini sudah ada di tanganmu. Ayo kita lakukan! Kita harus segera menanam permata ini di jantung Dewi Bulan. Lebih cepat dilakukan lebih baik."


"Mari Dewa Langit!" Wu Jin Ming mengangguk yakin berharap Rubby akan segera tertolong.

__ADS_1


"Semuanya, bersiaplah!" Dewa Langit meminta sembilan dewi untuk mengatur posisi.


Tiga dewa pendukung dan juga Wu Jin Ming juga ikut untuk ambil bagian dalam proses ini.


Dewa Langit maju mendekati tubuh Rubby yang berbaring menggantung di atas awan suci. Dia mulai membaca mantra dan membuka portal energi tepat di atas tubuh Rubby.


Sebuah simbol berbentuk bulan sabit berwarna ungu berputar-putar di atas dada Rubby. itu melambangkan roh Dewi Bulan yang telah siap untuk menerima energi dalam penanaman jantung pengganti.


Tidak lama kemudian simbol seperti sebuah bunga lotus berwarna putih terang juga muncul di sana. Simbol ini merupakan Roh dari Putri Virs yang siap menerima kehadiran jantung pengganti.


Satu roh kembali muncul. Roh jiwa manusia Rubby muncul dalam bentuk kelereng berwarna emas bercahaya keemasan. Ketiga ruh penyusun jiwa Rubby telah berkumpul dan siap menerima proses pengantian jantung Rubby yang telah rusak parah.


"Aku ingin meminjam energi kalian. Atur posisi dan segera lakukan formasi 13!" seru Dewa Langit.


"Baik Dewa!" jawab mereka sermpak.


Nama formasi 13 diambil dari jumlah dewa dewi yang memberikan energi untuk proses ini. Wu Jin Ming juga termasuk di dalamnya.


Ke-13 dewa dewi itu mulai melepaskan energi mereka ke dalam portal yang telah dibuat oleh Dewa Langit. Cahaya energi berwarna warni dari masing-masing dewa dewi perlahan masuk dan terserap ke dalam portal itu. Dewa Langit mengulurkan tangannya yang memegang permata Rubby Aurora ke depan.


Jika sudah cukup energi yang terserap di dalam portal itu maka batu permata Rubby Aurora akan bergerak dengan sendirinya.


Portal energi itu bergerak turun perlahan. Batu permata Rubby Aurora terangkat dari tangan Dewa Langit lalu bergerak dan melayang di atas dada Rubby. Butuh energi yang besar untuk melakukan ini. Kecepatan turunnya portal itu bergantung pada besaran energi yang masuk dan tertampung di dalamnya.


Konsentrasi Wu Jin Ming sedikit goyah. Rasa cintanya pada Rubby yang terlampau dalam membuatnya tak berdaya. Antara rasa rindu, sedih, dan takut kehilangan kini menguasai hatinya.


Bayangan-bayangan wajah Rubby terus melintas di dalam pikirannya membuat energi yang dia keluarkan tidak stabil.


Dewa dewi yang lain melihat itu namun tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya Dewa Langit yang bisa melakukannya namun sepertinya dia belum menyadari ini.


****

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2