TIGER WU

TIGER WU
TERNYATA DIA


__ADS_3

Lokasi pemotretan team Wu Jin Ming berada di kawasan reruntuhan peradaban kuno yang menyisakan tembok-tembok lawas yang masih berdiri dengan kokoh di sana.


Tempat itu terletak sekitar lima kilometer dari pemukiman penduduk, namun di sekitar tempat itu berdiri kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman untuk melayani para pengunjung.


Bukit Sali terbilang cukup ramai meskipun belum di buka secara resmi oleh pemerintah untuk dijadikan tempat wisata. Kebanyakan mereka pengagum destinasi wisata alam dan penggemar misteri. Terlihat dari banyaknya pencari ilmu spiritual yang memakai seragam berkeliaran di sekitar tempat itu.


Di balik bukit di mana lokasi pemotretan itu berada, terdapat sebuah kuil kuno dan makam leluhur masyarakat sekitar.


Di sanalah para murid yang berseragam tadi tinggal untuk belajar ilmu beladiri dan kultivasi. Tidak heran jika aura energi begitu kental terasa di sana. Hal itu juga menjadi alasan kuat Wu Jin Ming saat bertapa di hutan larangan yang berjarak kurang dari sepuluh kilometer dari sana. Hutan di mana tempat pertama kalinya Wu Jin Ming bertemu dengan Rubby.


"Para kru beristirahatlah dulu sejenak!" seru Rubby ketika melihat anggota teamnya kelelahan dan berkeringat setelah berjalan dari tempat parkir menuju ke lokasi.


Mereka mengangguk.


Sebagian di antara mereka ada yang membawa bekal minum dan makanan ringan, namun banyak yang tidak membawa.


Rubby berjalan menghampiri mereka.


"Kak Lin! Bawa mereka untuk membeli minuman atau makanan yang mereka sukai!" Rubby mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya pada manager Lin.


"Ini terlalu banyak, Adik kecil!" Manager Lin bermaksud untuk mengembalikannya namun Rubby melambaikan tangannya tanda penolakan.


"Ambil saja sisanya Kak Lin. Terserah mau buat apa," jawab Rubby sambil tersenyum.


Manager Lin pun akhirnya mengajak anggota team untuk membeli minuman di kedai-kedai sederhana yang berjajar di sana.


Setelah merasa semuanya beres, Rubby berjalan-jalan dan mencari sosok Wu Jin Ming yang sejak tadi tidak kelihatan.


Pemandangan alam pegunungan dan perbukitan terbentang luas di hadapannya. Udaranya masih sangat segar karena jauh dari polusi asap kendaraan. Hanya saja tempat ini kurang terawat saja.

__ADS_1


"Kak Wu!" panggil Rubby ketika mendapati Wu Jin Ming sedang berdiri di depan tebing tinggi di sisi kiri reruntuhan kuno.


Wu Jin Ming menoleh dan memberi isyarat pada Rubby untuk mendekat.


"Aku cari-cari, juga! Main tinggal gitu aja, hmm!" omel Rubby.


"Sttt! Tenanglah!" Wu Jin Ming meletakkan telunjuknya di bibir.


Meskipun terlihat kebingungan namun Rubby menurutinya tanpa banyak bertanya. Pasti ada sesuatu yang menarik perhatian Wu Jin Ming sampai-sampai memintanya untuk diam.


Di saat semua orang masih sibuk beristirahat dan menikmati makan dan minuman, Wu Jin Ming memanfaatkan itu untuk melacak sesuatu.


Rubby juga merasakan adanya aura energi kuat yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri saat ini. Jika tidak ada kru dan yang lainnya, mungkin Rubby dan Wu Jin Ming sudah melompat ke atas tebing agar bisa melihat sekitar dengan mudah. Kekuatan mata iblisnya tidak mampu menembus tebing tebal itu.


Berbeda dengan Wu Jin Ming, kekuatan batin warisan pendekar Chin yang dominan di tubuh Rubby membuatnya mampu merasakan hawa energi yang berkeliaran di sekitarnya.


"Ada seseorang yang tidak terlihat," bisik Rubby.


"Aku ada ide," bisik Rubby lagi.


"Jangan main-main, Rubby! Ini tempat ramai," ucap Wu Jin Ming mengingatkan.


"Aku tahu." Rubby terlihat serius tanpa senyuman.


Seperti anak kecil yang ingin menangkap kupu-kupu, Rubby berjalan mengendap-endap menuju ke sebuah arah.


Wu Jin Ming tidak mengikutinya, melainkan hanya mengawasinya dari tempatnya berdiri. Kalau sudah berkeinginan, Rubby sangat susah untuk di cegah ataupun dilarang. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Wu Jin Ming saat ini untuk menghadapi sikap keras kepala Rubby.


Diam-diam Rubby membaca mantra agar dirinya menjadi tidak terlihat oleh penguntit itu. Wu Jin Ming tersenyum melihatnya, dia tidak menyangka Rubby sudah menguasainya. Hatinya seperti di gelitik saat memikirkan ide konyol apa yang ada di kepala Rubby. Menyesal dia tadi tidak mendengarkan dia berbicara terlebih dahulu.

__ADS_1


Ada sebuah jurus ilusi yang mampu mengikat lawan saat pengguna jurus berlari mengitari korban. Jurus pengikat raga. Si korban tidak dapat bergerak lagi ketika terkena jurus ini hingga dilepaskan oleh pengguna jurus.


Rupanya Rubby juga memiliki jurus pengikat raga yang tertulis dalam ingatannya.


Dengan modal ingatan pemberian ayahnya itu, Rubby ingin menjajal kehebatan jurus pengikat raga. Nampaknya si penguntit belum menyadari keberadaannya yang tidak terlihat. Mereka memang sama-sama tidak terlihat, namun jurus yang mereka pakai tidak sama.


Jurus menghilang Rubby lebih sempurna. Hampir tidak ada makhluk lain yang bisa melacak dan menemukan keberadaannya, bahkan sedikitpun energinya tidak terendus. Menurut Rubby hal ini sangat seru.


Rubby merasa perlu bermain-main terlebih dahulu sebelum dia mengikat orang itu.


Di samping penguntit ada sebuah pohon perdu setinggi orang dewasa, Rubby menjentikkan jarinya dan membuat pohon itu bergerak-gerak.


Energi si penguntit bergerak mundur. Andai Rubby bisa melihatnya, pasti dia sedang ketakutan seperti melihat setan. Rubby terkikik menahan tawa.


Tidak ingin kehilangan jejaknya, Rubby berjalan menghampirinya lagi. Kali ini dia tidak ingin bermain-main lagi. Dia memusatkan energi untuk mengunci jurus pengikat raga di badannya.


Sepertinya angin tornado, Rubby bergerak memutar mengelilingi si penguntit hingga jurus itu berhasil mengikatnya erat-erat.


Lamat-lamat tubuh penguntit itu mulai terlihat seiring kekuatannya yang melemah karena ikatan kencang yang dari jurus pengikat raga.


Betapa terkejutnya, Rubby ketika melihat siapa orang yang berada di hadapannya saat ini. Dia benar-benar tidak yakin dengan apa yang dilihatnya. Rubby bisa melihat si penguntit dengan jelas namun sebaliknya dia tidak bisa melihat Rubby.


Karena sangat mengenal orang itu, Rubby ingin menelitinya lebih dahulu untuk memastikan. Takutnya dia adalah siluman yang menyamar. Atau mungkin hanya orang yang sangat mirip dengannya.


Rubby mengendus-endus aroma tubuh pria itu. Sama dengan orang yang dia kenal. Rubby kembali meneliti bagian tubuh yang tampak seingatnya orang yang dia kenal memiliki tanda di belakang telinganya. Sama, dia pun memilikinya. Tidak salah lagi bahwa orang ini adalah orang yang sama dengan orang yang sangat di kenalnya seperti mengenal dirinya sendiri.


"Arlan! Apa yang kamu lakukan di sini?"


Tubuh Arlan terjungkal saat mendengar pertanyaan Rubby. Entah karena terkejut melihat Rubby yang tiba-tiba muncul atau karena suaranya yang terlalu keras. Yang pasti Arlan sangat terkejut dan jantungnya bekerja lebih keras dari sebelumnya untuk memompa darah.

__ADS_1


****


Bersambung...


__ADS_2