
Sebuah cahaya energi keluar dari tubuh Wu Jin Ming. Cahaya itu membumbung tinggi ke atas lalu terpecah menjadi beberapa bagian yang menyebar ke segala penjuru. Seluruh wilayah siluman rubah sudah dikelilingi oleh cahaya itu.
Sesaat kemudian cahaya itu menyerap energi lain yang tertinggal di wilayah itu lalu kembali pada Wu Jin Ming dalam bentuk menyatu utuh seperti bola. Tangan Wu Jin Ming menjulur ke depan dengan mengeluarkan api putih dari telapak tangannya. Setelah bola cahaya energi itu melayang di atas telapak tangannya yang berapi, Wu Jin Ming membuka matanya dan melihat energi apa yang ada di tangannya.
"Ini energi yang sama seperti milik Zhu Zheng. Rupanya dia sudah kembali mengacaumengacau. Kita harus waspada panglima Ang! Dia bukan hanya siluman biasa tapi iblis!" seru Wu Jin Ming.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Yang Mulia?" tanya panglima Ang serius.
"Perkuat pasukan dan rekrut siapa saja yang ingin bergabung untuk memperkuat pertahanan kita. Pasukan jubah hitam masih bisa di lawan. Selipkan satu atau dua orang yang mampu mengendalikan api karena tubuh pasukan berjubah hitam sudah tidak memiliki jiwa, mereka di kendalikan oleh jiwa lain yang menguasainya. Bakar saja mereka karena api akan melemahkan kekuatan jiwa pengendalinya."
"Baik, Yang Mulia!"
Wu Jin Ming berdiri lalu menghentakkan kakinya di bumi hingga membuat getaran hebat seperti gempa berkekuatan tinggi. Penduduk negeri siluman Rubah yang tadinya bersembunyi di dalam rumah berlari berhamburan keluar. Ketakutan tampak jelas di wajah mereka karena mengira bahaya datang kembali saat ini.
Di rasa semua penduduk negeri siluman rubah telah keluar, Wu Jin Ming menyalakan sesuatu yang milik seperti kembang api. Alat ini biasa digunakan di dunia mereka untuk membuat orang-orang berkumpul. Hanya sebagian kecil dan orang-orang penting saja yang mempunyai alat semacam ini.
Para siluman rubah berbondong-bondong datang menuju ke tempat Wu Jin Ming berada. Mereka pikir pasukan Kerajaan yang meminta mereka untuk berkumpul demi menghindari bencana yang bisa saja terjadi akibat gempa tadi. Pasukan Kerajaan Harimau Suci yang berjaga di sana tahu jika itu adalah kembang api milik Raja mereka. Mereka pun berbondong-bondong datang ke sana.
"Tuan! Anda siapa?" tanya salah seorang siluman rubah yang lebih dulu sampai di sana.
Melihat penampilan Wu Jin Ming yang terlihat biasa saja, mereka tidak tahu jika dia adalah Raja mereka. Mereka tidak memberinya penghormatan dan malah mengira dia orang yang tidak berguna. Tidak tampak aura kekuatan di tubuh Wu Jin Ming.
Panglima Ang yang melihat tatapan tidak sopan para penduduk, tersulut emosi. Namun Wu Jin Ming menahannya saat dia ingin bergerak maju dan mengatakan siapa mereka sebenarnya pada para penduduk.
"Kami pengembara. Kami datang untuk membantu kesulitan kalian semua. Mungkin pengacau berjubah hitam itu akan kembali mengacau. Maukah kalian mendengarkan apa yang aku katakan?" tanya Wu Jin Ming lembut.
Demi mendekatkan diri dengan rakyatnya, Wu Jin Ming rela mengesampingkan jati dirinya sebagai seorang raja. Tidak dipungkiri jika tutur katanya yang lembut dan penuh kewibawaan itu membuat para siluman rubah terpukau.
Semua siluman rubah yang berkumpul di sana mengangguk setuju dan siap mendengar apa yang akan Wu Jin Ming sampaikan.
Para prajurit yang menjaga keamanan di wilayah itu juga datang dan berhenti di barisan belakang. Mereka tidak berani mendekat dan memberi hormat pada Wu Jin Ming ketika mereka tahu jika rajanya itu sedang menyamar menjadi siluman biasa. Para prajurit itu hanya bisa berdiri dan ikut mendengarkan saja titah rajanya.
__ADS_1
Panjang lebar Wu Jin Ming menjelaskan tentang pasukan berjubah hitam pada para penduduk siluman rubah dan mengajarkan bagaimana cara menghadapinya. Setelah mereka memahami semua yang dia katakan, Wu Jin Ming meminta mereka untuk berbaris dan bersiap untuk menerima energi api darinya. Wu Jin Ming ingin membagi energi seribu bulan teratai emas yang tersusun dari elemen api yang sangat panas pada mereka.
Panglima Ang sedikit tercengang dengan apa yang akan dilakukan oleh rajanya itu. Susah payah dia mendapatkan energi langka itu namun dengan suka rela dia malah membaginya pada para penduduk. Ini adalah perhatian yang besar dari seorang raja.
Seluruh penduduk siluman rubah mengulurkan tangannya ke udara. Mereka bersiap seperti instruksi yang diberikan Wu Jin Ming. Dalam waktu singkat energi jiwa mereka meningkat dan memiliki kemampuan untuk mengendalikan api dari Wu Jin Ming.
Setelah selesai melakukan tugasnya, Wu Jin Ming berpamitan kepada mereka dan berniat untuk segera meninggalkan tempat itu namun beberapa orang yang merupakan ketua klan terbesar di negeri siluman rubah menghadangnya.
Ketua-ketua klan itu tidak mempedulikan tatapan peringatan dari Panglima Ang yang memberi isyarat pada mereka untuk mundur dan memberi mereka berdua jalan. Lagi-lagi Wu Jin Ming meminta panglima Ang untuk tetap tenang dengan isyaratnya.
"Tuan! Mampirlah ke pondok kami! Kami ingin memberikan jamuan untuk Anda, Tuan!" ucap salah satu klan mewakili yang lainnya.
"Aku menghargai undangan kalian tapi aku harus segera pergi. Masih banyak urusan yang harus ku selesaikan," jelas Wu Jin Ming.
Ketua klan itu tidak mengindahkan ucapan Wu Jin Ming dan malah menjatuhkan diri bersimpuh di kaki Wu Jin Ming untuk memohon. Merasa tidak enak hati akhirnya Wu Jin Ming pun bersedia mengikuti mereka ke pondok yang mereka maksud. Kelihatannya pondok itu tempat berkumpulnya penduduk siluman rubah untuk melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Wu Jin Ming dan panglima Ang duduk dan menjadi tamu kehormatan di sana. Para siluman rubah menyambut mereka dengan suka cita. Satu-satunya hal yang membuat Wu Jin Ming tidak nyaman adalah keberadaan para gadis yang mengelilingi mereka berdua.
Wajah siluman rubah memang sangat cantik namun bagi Wu Jin Ming tidak ada yang bisa melebihi kecantikan Rubby.
Di sudut lain terlihat ketua klan sedang mempersiapkan jamuan makan dan anggur untuk Wu Jin Ming dan panglima Ang. Akhirnya Wu Jin Ming bernafas lega bisa lepas dari para gadis setelah ketua klan memanggilnya untuk makan. Namun perasaan lega itu tidak berlangsung lama ketika mendapati gadis-gadis itu kembali mengikutinya.
Alih-alih melarangnya, para ketua klan malah meminta gadis-gadis itu untuk melayani Wu Jin Ming makan.
"Ketua klan! Bisakah kamu meminta para gadis ini untuk sedikit menjauh dariku?" ucap Wu Jin Ming ketika sudah tidak tahan lagi. Para gadis itu semakin berani saja menyentuh bagian-bagian sensitif dalam tubuhnya.
"Kalian tunggulah di sana! Biarkan Tuan Muda ini menikmati makanannya terlebih dahulu!" seru sala satu ketua klan pada para gadis yang ada di sana.
Para gadis itu menurut meskipun sedikit kecewa dengan penolakan Wu Jin Ming. Sosok pria yang menjadi idola bagi mereka saat ini. Di negeri siluman rubah, para gadis memang sangat agresif pada pria yang diinginkannya. Para gadis rela melayani mereka walaupun tidak ada hubungan yang pasti di antara keduanya.
Setelah kepergian gadis-gadis itu Wu Jin Ming dan panglima Ang bisa menikmati makanannya dengan tenang. Kebetulan hari ini Wu Jin Ming belum memakan sesuatu apapun.
__ADS_1
Melihat Wu Jin Ming dan panglima Ang telah selesai makan. Salah satu ketua klan bertepuk tangan tiga kali yang mengisyaratkan pada para gadis untuk datang membawa anggur.
"Cobalah anggur ini, Tuan. Ini adalah anggur berusia puluhan tahun yang sangat nikmat. Kami mengolahnya sendiri sehingga memiliki rasa khas yang sangat berbeda dengan yang ada di pasaran."
"Maaf, tapi aku tidak suka minum." Wu Jin Ming memang tidak pernah meminum anggur atau sesuatu yang memabukkan.
Sebagai kultivator level atas Wu Jin Ming memang bisa menetralisir efek mabuk dari anggur itu namun Wu Jin Ming benar-benar tidak menyukainya dan tidak pernah ingin mencoba untuk meminumnya.
"Ayolah, Tuan!" Seorang gadis datang mendekatinya dan menempelkan dadanya yang besar di lengan Wu Jin Ming.
"Dia Luo Jing, putriku!" seru salah seorang ketua klan.
Ketua klan yang lain juga ikut memperkenalkan putri-putri mereka. Rupanya semua gadis yang ada di sana adalah putri dari para ketua klan dan orang yang berpengaruh di negeri siluman rubah. Mereka tidak tahu siapa sebenarnya orang yang ada di hadapan mereka saat ini.
"Putri-putri kalian memang sangat cantik, tapi saya sudah mempunyai seorang istri," jelas Wu Jin Ming.
"Owh! Itu tidak mengherankan Tuan karena Anda sangat tampan. Tidak masalah jika Anda menginginkan putri kami menjadi selir."
"Sekali lagi aku minta maaf. Aku bukan orang kaya yang bisa menghidupi beberapa orang istri. Kalian bisa mendapatkan menantu yang lebih baik dari saya."
"Itu tidak menjadi masalah Tuan, kami mempunyai banyak harta untuk mencukupi kebutuhan kami. Jika Anda suka pada putri kami, kami tidak akan keberatan walaupun Anda tidak memberinya nafkah."
Wu Jin Ming merasa jengah dan lelah beralasan. Sepertinya dia harus mengucapkan kata-kata yang sedikit kejam untuk menghentikan keinginan mereka. Jika masalah ini sampai di dengar oleh Rubby, bisa-bisa dia akan merubah daratan menjadi lautan
****
Bersambung...
Numpang promo novel di karya temanku ya kak..
__ADS_1