Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
2 minggu


__ADS_3

Hari ini Dokter sudah mengizinkan Nana dan dede Alana untuk pulang, selesai Aku memyelesaikan pembayaran sekarang kita sudah bersiap akan pulang.


Nana duduk di kursi roda dengan memangku dede Lana, sedang Aku mendorongnya.untuk tas juga yang lainya Aku sudah tata di mobil duluan.


Di dalam Mobil Lana untungnya anteng, karena Aku punya rasa takut kalau Lana di mobil rewel karena mobilnya ngga nyaman.


"Bun,, dede pintar yah, di dalam mobil ngga rewel,, "kataku.


"Iya Mas,, "


"Dede tau Ayahnya orang ngga punya ya De,, jadi harus pintar ngga rewel,, "


"Siapa bilang Mas orang ngga punya,, Mas itu kaya, kaya hati,dan seorang suami juga Ayah yang sangat baik, perhatian, dan penyayang,, jadi dede ngga bakalan kekuarangan apa pun ya Dek,, "Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Nana.


Ahirnya kita sampai rumah, dan Aku bantu Nana untuk turun dari mobil, dan juga Aku bukakan pintu untuk masuk ke dalam.


"Bunda duduk dulu di sofa, Mas mau ambil barang di mobil,, "kataku. Nana pun mengangguk.


Setelah Aku memasukan barang barang ke dalam, Aku pun langsung merapikan kamar, dan mengganti sepeinya juga,, setelah selesai Nana Aku suruh masuk kamar. dan Mba Yati belum datang, karena kemaren Aku suruh libur aja.


Kalau Ibu dan Kiki belum bisa pulang sekarang, katanya seminggu lagi baru datang.


"Anak Ayah bobo terus nih,, hemmm... nanti kalau malam ngajkinya main yah,,"sambil Aku menciumi pipi tembemnya. sedang Nana ada di kamar mandi.


"Mas,,, tolong ambilkan pembalut dong yang ada di tas tadi,, "sambil membuka pintu kamar mandi sedikit Nana mengeluarkan kepalanya.


"Iya,, tunggu bentar,,, Mas akan ambilkan,, "lalu Aku pun mengambilkanya.


"Bun,, ini,"kataku sambil masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Iih,,, kok Mas masuk sih,, Nana kan malu,, "sambil mengambilnya dari tanganku.


"Malu ngapain sih Bun,, orang Mas aja udah lihat luar dalamnya Bunda kok,, Mas dah kebelet pipi nih soalnya,, "sambil Aku membuka celanaku.


"Bun,, Tom bakalan libur lama dong ini yah, "sambil Aku pipis.


"Iya,, harus sabar dong, ngga boleh nakal loh Tomnya, "kita pun tersenyum bersama.


"Bunda bahagia ngga hidup sama Mas dengan kesederhanaan gini,, "sambil Aku memeluknya dari belakang. kita masih di dalam kamar mandi.


"Bahagia kok Mas,, malahan sangat, trimakasih ya Mas telah memberi kebahagiaan dan menjadikan Nana Ibu dari anak Mas,"sambil berbalik Nana berkata, dan kita sekarang menjadi saling hadap.


Aku yang sangat senang dengan perkataan Nana langsung memeluknya,dan mencium keningnya, rasanya Aku makin mencintainya tapi juga makin takut akan ke hilanganya.


Nana tiba tiba mencium bibirku, Aku yang tadinya diam karena kaget, lalu Aku pun ikut hanyut dalam ciuman Nana, Aku melu*mat dan menghisap bibir atas dan bawah Nana bergantian, sampai ahirnya kita harus menghentikanya, karena dede menangis.


Ooeee,,, ooeeee....


"Dede haus ya Sayang,, "kataku yang ikut duduk di kursi dekat Nana.


"Maaf yah tadi Ayah sama Bunda lagi nanggung ciuman sih,, "


"Mas,,, kamu tuh ngomong apa sih, jangan ngomong gitu dong deket dede,, ngga baik,, "


"Orang dedenya aja masih kecil kok Bun,, ngga bakal ngerti,, "sambil tersenyum.


"Iihhh,, siapa bilang, dede tuh dah tau kalau kita ngajakin ngobrol,, "sambil mencubit tanganku.


"Aww,, sakit Bun iya iya,, Mas ngga lagi lagi deh,, "Aku dan Nana tersenyum bersama.

__ADS_1


Saat Aku sedang melihat Dede yang nen, hpku berbunyi tanda panggilan dan saat ku lihat itu dari Anton.


Aku lalu berdiri dan pergi keluar untuk mengangkatnya, dan untunya Nana tidak tau dari siapanya.


"Siapa yang telfon Mas, kok keluar sih,, "tanya Nana.


"Dari kantor Bun,, tunggu bentar yah, kalau di angkat di dalam takut ganggu dede,, "


Aku pun keluar dan menelfon Anton lagi, karena tadi telfonya mati.


"Hallo Al,, "


"Iya Hallo Ton, "


"Nana sudah lahiran kan, karena ini tanggal perkiraan Dokter,, "Anton memang tau HPL nya Nana makanya dia tau kalau Nana sudah lahiran, padahal Aku juga Nana belum memberi taunya.


"Hemm,, udah kemarin, "jawabku sedikit pelan.


"Kenapa kamu ngga kabarin Aku Al,, kalau Nana sudah lahiran,, "suaranya aga naik satu oktaf.


"Belum sempat lah Ton,, kamu pikir Aku tidak ada yang perlu di urus apa,, tenang aja sih,sekarang kamu sudah tau kan,, "


"Sekarang Aku pengin lihat Nana dan bayinya, di mana dia sekarang,,? "


"Kita baru pulang, dan Nana juga dede sedang tidur,, nanti lagi aja kamu telfon lagi,, "


"Sekarang Aku lagi banyak kerjaan, dan mungkin dua minggu lagi Aku baru pulang ke kota, jadi setelah kerjaanku beres di sini Aku akan langsung pulang ke kota dan mengambil Nana lagi, jadi Aku harap kamu jaga jarak dengan Nana juga anaknya,kamu ngerti kan maksud Aku Al,"


"Iya,,, "dengan lemasnya Aku pun menjawab.

__ADS_1


Telfon pun mati, Aku duduk di kursi teras depan rumah sambil melamun, Gimana caranya Aku mempertahankan Nana agar tetap bersama ku, ya Tuhan rasanya hati ku ini sakit sekali, dan kepalaku pun rasanya mau pecah.


Jangan lupa like, komen dan vote ya kak,, trimakasih...


__ADS_2