
"Bunda kalau merasa sakit bilang yah,, "Kataku saat Aku melepaskan bajunya, dan Nana pun mengangguk.
Saat Baju Nana terlepas,Aku langsung menatapnya tanpa berkedip, 6 hari tak bertemu seperti sangat lama, Sekarang perutnya sudah kelihatan menonjol, dan badan Nana pun tambah bulat.
Aku menciumi perutnya lalu Aku juga mengusapnya dengan penuh sayang. Nana mengusap rambutku. Nana juga tidak memakai pembungkus daging kembarnya, membuatku makin ingin cepat melahapnya.
Setelah itu Ciumanku naik ke atas dan langsung bertemu dengan gunung kembar yang sangat indah, dengan daging yang besar dan kencang membuatku makin gemas. Aku melahapnya dengan rakus, dan tidak lupa memberikan tanda merah di setiap gunung kembar itu.
"Maaaassss,,,,, "Saat Aku menjilati daging kecil di ujung gunung kembarnya, dan yang satunya Aku mainkan dengan jariku.
Setelah puas dengan kedua gunung kembar Nana, ciumanku menuju leher, Aku menjilatinya juga menggigit kecil kecil membuat Nana mengeluarkan suara aneh dari mulutnya.
Serasa cum*anku sudah cukup puas, Lalu Aku membuka penutup kain segitiga milik Nana juga miliku, saat ku usap milik Nana seperti biasa sudah terasa basah.
Ku usap inti dari Nana yang sudah basah itu dengan jariku, dan lalu Aku menjilatinya dan menyedotnya,, Nana sepertinya menikmatinya.
"Aahhh,,, aaaahhh,,, "saat Aku tusukan lidahku keluar masuk Nana pun mengeluarkan suara merdunya dari mulut.
Lama lama Nana seperti orang yang kejang dan berteriak..
"Aaaaahhhhhh,,,,, Masss,,,, "dan Aku merasakan cairan yang mengalir di mulutku.tidak ku sia siakan Aku pun menjilatinya sampai bersih.
Nama dengan nafas yang belum teratur hanya diam dan memejamkan matanya, sepertinya Nana merasakan lemas karena telah melakukan pelepasan. Aku pun menunggu Nana sampai merasa lebih baik, Aku tiduran di sampingnya sambil memainkan gunung kembarnya.
"Bun,,, Mas masukin Tom yah,, "kataku,saat ini Aku sudah ada di atas badan Nana. dan Nana pun mengangguk.
Aku memposisikan Tom pada inti milik Nana, secara berlahan Aku menekan Tom agar masuk ke dalam, Nana pun sedikit meringis karena tekanan dari Tom membuatnya sakit.
__ADS_1
"Pe,, lan Maa,,, ssss,, sakit,"
"Iya Bun,, Mas akan pelan, "entah Tom memang yang terlalu besar apa memang kepunyaan Nana yang masih terlalu sempit apa itu karena belum pernah melahirkan yah.
Lalu Aku mencium bibir Nana agar melupakan rasa sakitnya, sambil kita berciuman Aku menekan Tom ke dalam, dan secara pelan ahirnya Tom masuk sempurna.
Aku mendiamkan Tom dulu, sampai Nana merasa nyaman dan tidak merasa sakit, karena setelah masuk dan Aku gerakan, lama lama Nana nantinya tidak merasakan sakit lagi melainkan rasa nikmat.
Setelah Nana merasa nyaman, secara pelan
Aku mulai menggerakan pinggulku dengan gerakan naik turun.
"Sakit ngga Bun,, ?"Tanyaku sambil Aku bergerak.
"Eeemmm,,, ngga Masss, aahh.... "
Gerakanku makin cepat, sampai Nana menggeram setiap tusukan Tom masuk ke dalam. Aku yang hampir mencapai puncak dengan sangat bernaf*u langsung melakukan tembakan, Aku dan Nana berteriak bersama.
"Aaaaahhhhhhhh..... "teriak Nana.
"Oooooohhhhh,,,,, "Aku melakukan Tembakan dengan sangat nikmat. dan setelah itu langsung mencabutnya setelah laharku habis dan masuk ke dalam.
Aku jatuhkan badanku di samping Nana, dan kita berdua masih mengatur nafas kita masing masing.lalu Aku juga menarik slimut untuk menutupi badan kita berdua yang polos.
.
.
__ADS_1
.
Nana
Setelah Mas Al menyelimuti badan kita berdua ,lalu Mas Al memeluku.
"Makasih ya Bun,, ngga ada yang sakit kan, "kata Mas Al sambil mencium keningku, dan Aku pun tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Mungkin karena kecapean Mas Al langsung tertidur karena terdengar dengkuran halus dan Aku masih dalam pelukanya. lalu Aku melepaskan pelukan Mas Al secara pelan, Aku bangun dan menuju kamar mandi untuk bersih bersih dan memakai baju.
Setelah itu Aku naik ke kasur lagi dan tidur di samping Mas Al, Aku memandangi wajah Mas Al yang sedang tertidur ,sangat tampan itulah satu kata yang ada dalam fikiranku.
Orang yang sabar, orang yang baik, dan kalau wajah jangan di tanyakan,, kenapa dulu mamahnya Kiki meninggalkan orang seperti ini, kalau masalah ekonomi bagiku Mas Al sangat mencukupi walau gajinya ngga besar tapi Mas Al pintar dalam mengaturnya, memang setiap wanita itu beda beda sih.Ada yang menerima suami dengan ekonomi yang pas pasan ada juga wanita yang menginginkan suami yang banyak uang, sekarang laki laki yang pas pasan tp gagah, masih kalah dengan laki laki banyak uang dengan wajah biasa aja.
Ku usap wajah lelahnya, lulu ku cium juga keningnya,setelah itu Aku pun tidur.Tapi saat Aku memejamkan mataku, Aku mendengar Mas Al mengigou.
"Ton Maaf Aku egois padamu, Aku mencintainya, Aku tidak mau pisah denganya juga,dia istriku sekarang, jadi Aku akan mempertahankanya"
Aku yang mendengarkan gumaman Mas Al langsung mengeluarkan Air mata, kenapa takdirku seperti ini terjerat dengan dua pria yang sama sama mencintaiku dan dua duanya pun adalah sahabat.
Aku menangis cukup lama, karena Aku merasa sakit, pasti nantinya akan banyak hati yang terluka kalau Aku pun egois.
Maaf kalau banyak typo..
Aku juga belum bisa up dua ceritaku seperti kemaren, habis sibuk sibuknya selesai sekarang anak sama suami sakit, jadi harap bersabar ya kak.
Jangan lupa like, komen dan votenya ya kak,, makasihhh...
__ADS_1