Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Gagal


__ADS_3

Vino membiarkan Ai untuk istirahat dulu,dan Vino juga mengambilkan minum untuk Ai,Vino keluar kamar dengan badan polos,karena di apartemen memang hanya mereka berdua yang ada,jadi Vino bebas mau melakukan apapun.


"Minum dulu,,"kata Vino sambil membantu Ai untuk duduk,dan gelas di letakan di meja dekat ranjang dulu oleh Vino.Ai menutup badanya dengan selimut karena malu.


Ai lalu.meminumnya sampai satu gelas habis,setelah itu Ai meletakan lagi gelasnya di dekat meja.dan merebahkan badanya lagi di kasur.


Vino lalu naik ke kasur dan memeluk Ai yang terbungkus selimut.


"Apa tadi enak,,?"tanya Vino dan Ai yang malu tidak berani menjawabnya.Vino hanya tersenyum.


"Ini juga pertama bagi saya,jadi maaf kalau Saya tidak pintar untuk mem*anjakan tubu*hmu,,saya hanya mengikuti insting saja,"Vino sambil mencium kening Ai.


"Apa sudah lebih baik,,"sambil mengangkat dagu Ai agar menatapnya.Ai hanya mengangguk pelan.


"Kita lanjut lagi yah,,,"Ai mengangguk lagi.

__ADS_1


Vino lalu menarik selimut yang menutupi badan Ai,Vino lalu memeluk Ai sambil mengusap punggung dan turun ke pant**atnya.


Bibir Vino sudah melu**mat bibir Ai,Vino meminta Ai untuk mengikuti gerakan bibirnya,Ai tadinya hanya membuka mulutnya saja tanpa mau bergerak,tapi Vino menyutuhnya untuk menggerakan bibirnya.


Ai pun menurut ,walau masih kaku Ai bisa mengimbangi Vino.setelah puas mereka berci**uman ,lalu ciuman Vino turun keleher dan terus ke bawah sampai dada,posisi mereka masih miring,dan Vino sedang memainkan dada Ai dengan mulutnya.Vino seperti bayi yang kelaparan meny**edot dada Ai sampai Ai meringis karena kegelian tapi nikmat.


Ai mere*mas rem*as rambut Vino sambil badan Ai menggeliat liat karena merasa geli.setelah puas di dada Vino lalu menyuruh Ai terle**ntang,setelah itu Vino membuka kaki Ai agar terbuka,Vino membasahinya dulu dengan menjila**tinya.


Setelah cukup basah,Vino mulai memposisikan miliknya di inti tubuh Ai,dan mengg*osok koso*kanya dulu.


Lalu Vino menekanya dengan pelan,Ai sudah membuka matanya lebar dan tanganya mencengkram seprei.


"Tahan dulu yah,kayanya sakit tapi Saya akan pelan melakukanya,,"Vino sambil terus mendorongnya.


"Aawww,,sakit Massss,,,"saat baru masuk ujungnya Ai sudah menangis kesakitan.

__ADS_1


Vino melihatnya tidak tega karena Ai sampai menangis kesakitan.


Vino lalu mencabutnya dan turun dari ranjang,dan berdiri.


"Kita lanjut besok lagi yah,kamu sepertinya sudah kesakitan,saya ngga tega melihatnya,"sambil menyelimuti tubuh Ai,setelah itu Vino pergi ke kamar mandi.


Ai melihat Vino seperti marah,Ai jadi merasa tidak enak,padahal Vino yang sudah di ujung rasanya ingin mengeluarkan lahar dari tembakanya,jadi Vino ingin bersolo ria di kamar mandi,bukanya marah hanya sedang menahan ha**srat.


Vino keluar dari kamar mandi dan langsung memakai kolo*rnya,Ai melihat ke Vino dengan penuh rasa salah.


"Mas,,apa Mas marah,,maafkan Ai yah,Mas kalau mau lanjutkan juga ngga apa apa,Ai mau kok Mas,,"Vino tersenyum dan duduk di pinggir ranjang.


"Saya ngga marah kok,kita masih punya banyak waktu ,besok lagi kan bisa,Sekarang tidur aja yah,,Saya ngga mau melihatmu kesakitan dan menangis,,"sambil mengusap pipi Ai.


"Pakelah bajumu,ini sudah malam kita tidur aja,"Ai mengangguk.

__ADS_1


Ai memakai bajunya tanpa memakai dalaman, dan mereka langsung berpelukan untuk tidur.


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2