
Sudah seminggu berlalu, dan Ibu juga Kiki ngga jadi datang karena cuaca yang tidak bagus untuk melakukan penerbangan. jadi Ibu pun mengundur kedatanganya.
Aku semakin hari semakin tersiksa dengan perkataan Anton yang akan datang mengambil Nana. setiap malam Aku sampai tak bisa tidur karenanya.
"Dede mau main yah sama Ayah, hemmm.. "saat ini pukul 1 malam,dede Alana seperti biasa selalu bangun, tapi kalau siang selalu tidur, usianya sudah hampir dua minggu, karena nenenya kuat jadi dede Alana cepat sekali kelihatan besar.
Aku menggendongnya sambil mengajaknya mengobrol, dia seperti mengerti saat Aku mengajaknya bicara.
"Dede,, Ayah sayang banget sama dede, nanti kalau Bunda sama dede pergi,, dede harus jagain Bunda yah,, karena Ayah akan selalu mendoakan dede juga Bunda agar selalu sehat, dan dede jangan lupain Ayah juga yah,, "sambil ku ciumi pipinya.
"Dede tau ngga, kalau Ayah tuh sayang dan cinta banget sama Bunda,, tapi Ayah takut untuk mengatakanya, karena takut Bunda nanti marah sama Ayah jadi Ayah hanya bisa memendamnya saja,, nanti kalau dede sudah besar sampaiin yah sama Bunda kalau Ayah tuh sayang dan cinta sama Bunda,,, "sambil ku ayun ayunkan dede Alana.
"Bentar lagi Papah Anton akan menjemput Bunda dan dede,, Ayah sebenarnya sangat sedih,, tapi Ayah ngga berani melarangnya,karena Ayah takut Bunda jadi benci sama Ayah, dede nanti di sana ngga boleh rewel yah, dede harus jadi anak yang nurut sama Bunda dan juga Papah ,biar Ayah di sini sama Kaka kiki aja ngga papa, asal dede dan Bunda bahagia Ayah juga bahagia,, "
"Kata siapa Bunda dan dede akan bahagia, apa Ayah sudah tanya sama Bunda dan suadah tau jawaban Bunda apa,, "Aku langsung menengok ke asal suara, ternyata Nana sudah duduk di kasur.
"Bunda udah bangun,, apa Bunda haus,, "Aku mencoba mengalihkan pembicaraan. Nana hanya menggeleng.
"Kenapa Mas ngga pernah ngomong ke Nana,, kenapa Mas hanya memendamnya saja, "Aku hanya diam.
__ADS_1
"Nana sudah dengar semua yang Mas katakan ,apa itu benar dari hati Mas,, apa Mas benar sayang dan cinta sama Nana, tapi kalau itu benar kenapa ngga mau memperjuangkan Nana dan dede, apa rasa sayang Mas hanya di mulut saja,, "
"Jawab Mas,,, jangan diam saja,,, Nana butuh penjelasan dan perkataan dari mulut Mas,, "sambil berjalan mendekatiku, lalu mengambil Alana dari gendonganku. dan menidurkan dede di kasur.
"Maaf kalau kata kata Mas ada yang membuat Bunda marah,, Mas tidak bermaksud menyinggung perasaan Bunda,, memang Mas akui kalau Mas mencintai dan sayang sama Bunda,tapi Mas takut untuk mengatakanya, karena Mas takut Bunda marah dan Bunda akan ninggalin Mas,Mas sangat tersiksa selama ini memendam perasaan untuk Bunda, apa lagi Anton sudah memberi tau kalau akan mengambil Bunda dan dede minggu ini,, Mas ngga mau Bunda dan dede pergi tapi Mas tidak bisa mencegahnya karena Mas terikat perjanjian,,"sambil Aku menunduk tanpa berani menatap Nana. Nana juga hanya diam membuat perasaanku makin tak karuan.
"Apa Mas ingin tau jawaban Nana,, "Aku pun mengangguk.
"Nana senang tinggal di sini, ada Mas yang baik, ada kiki anak yang baik juga nurut juga ibu yang sangat menyayangi Nana, apa lagi sekarang Nana sudah menjadi seorang Ibu, kehidupan Nana sangat lah lengkap di sini, jadi kenapa Nana harus meninggalkan rumah yang membuat hidup Nana bahagia, Nana juga CINTA DAN SAYANG SAMA MAS ,Jadi pertahankan Nana dan dede Mas,,,,"Aku langsung menatap mata Nana mencari kebenaran atas ucapanya,,Aku langsung mendekatinya dan memeluknya.
"Mas juga cinta sama Bunda, Mas ngga mau Bunda dan dede sampai pergi, Mas bisa gila kalau sampai itu terjadi,, "sambil Aku. menagis.dan Nana juga ikut menangis.
Setelah Aku tau kalau Nana juga mencintaiku, Aku lebih sedikit tenang, sekarang tinggal gimana cara agar Anton tidak bisa membawa Nana dan dede.
"Mas,, bangun, sudah siang nanti telat loh,, "sambil menggoyangkan tanganku Nana berkata.
"Hemmm,,, iya,tapi Mas cium dulu dong Bun biar semangat bangunya,,"Nana pun menurut, sambil membungkuk menciumi seluruh wajahku, sambai Aku kegelian. dan Ahirnya Aku bangun dan memeluk Nana.
"Pagi cintanya Ayah,,, "sambil ku cium pipi tembemnya dede Alana yang ada di atas kasur . sebelum Aku masuk kamar mandi.
__ADS_1
"Pagi juga Ayah,,, "kata Nana sambil menirukan suara anak kecil.
Setelah itu Aku pun masuk kanar mandi,selesai mandi Aku memakai bajuku, dan Nana juga dede sudah tidak ada di kamar. setelah rapi Aku ke luarkamar dan melihat Nana sambil menggendong sedang di dapur.
"Bunda lagi ngapain,,? "tanyaku.
"Sedang goreng ayam buat Mas sarapan,, "jawabnya.
"Aduh Bun,,, takutnya nanti dede kena cipratan minyak loh,, udah Bunda duduk aja biar Mas yang goreng,, "sambil Aku merangkul pundak Nana agar duduk.
"Tapi Nana pengin nyiapin makan buat Mas,, "
"Iya boleh,tapi jangan sambil gendong dede, Mas takut dede kena minyak,, "
"Nanti pulang kerja Mas mau beli dorongan bayi ya Bun,, biar Bunda bisa masak dan dede nanti di tidurin di dorongan, gimana.. "
"Iya Mas,, boleh deh,, "
Ayam pun matang dan Aku langsung sarapan, dengan di temani anak dan istri tercinta, selesai sarapan Aku pamit untuk berangkat kerja.
__ADS_1
Maaf kalau ada typo
Besok lagi yah,, jangan lupa like, komen, dan votenya trimakasih....