
"Vin,, kamu kok kaya orang hamil sih,,? "kata Nana. Aku hanya diam sambil mencerna perkataan Nana.
"Maaf ya Vin,, Aku salah bicara yah,,maaf bukan maksudku,, "
"Santai aja Na Aku ngga papa kok,, "Aku langsung memotong perkataan Nana.
Dan kita pun menjadi sedikit canggung, Aku pun lalu mengajak Nana ke depan untuk melihat anak anak.
"Wah,, seneng ya Alana ada teman main,, "kata Nana saat melihat Alana dan Vian bermain bersama, karena mereka juga seumuran .
"Mereka berdua ngga berantem kan Mas,,? "tanyaku ke Mas Anton.
"Ngga,, dari tadi mereka akur kok,, cuman si Alana yang suka iseng, kalau Vian lagi mainan apa gitu, Alana mengambilnya.untungnya Vian ngga balas dan selalu nerima,, "kata Mas Anton.
"Ma,,ma,,cu,, cu,, "kata Vian sambil berdiri dan berjalan seperti robot ke arahku.
"Oh,, Vian pengin su*su,,ayo ikut Mamih ke dalam kita masuk,"sambil Aku gendong Vian. "Na kita bawa anak anak masuk yuk, udah panas soalnya,, "kataku.
"Mas,, mainanya beresin yah tolong,,? "kataku pada Mas Anton.
"Iya,, Mas akan beresin,, "lalu Aku dan Nana pun masuk.
"Vin,, Alana kayanya mau tidur Aku mau nidurin dia yah di kamar,, "
"Ya Na,, ini Vian juga kaya dah ngantuk juga,, "jawabku.
Lalu selesai Aku dan Nana membuat su*su di dapur kita pun masuk kamar masing masing,sampai di kamar Aku memberikan dot pada Vian dan sambil ku usap usap punggungnya.
Sambil mengusap usap punggung Vian pikiranku jadi teringat tentang perkataan Nana yang bilang Aku seperti orang hamil.
Apa mungkin Aku hamil dengan cepat, Vian baru satu tahun dan Mas Anton dengan Nana aja sampai 5 tahun belum di kasih turunan, masa Aku yang baru setahun sudah hamil, fikirku.
Dan Aku mengingat ingat terahir kali dapat tamu bulanan, setelah di ingat Aku baru telat 3 hari ya ngga mungkin kan, kalau pun hamil Aku sangat bersukur kalau belum berarti Aku dan Mas Anton harus berusaha terus, karena Aku ngikutin kata dokter supaya Mas Anton sering makan sayur juga ikan agar meningkatkan kesuburan, Aku pun sambil membaca dan mencari di internet tentang sayuran juga yang lainya.
Tadinya Mas Anton ngga mau memakanya, tapi Aku beralasan Aku masak sekalian buat Vian jadi Mas Antonpun harus ikut makan karena sayang mubazir kalau di buang, dan Mas Anton pun jadi mau memakamya sampai sekarang, dan juga kalau Malam sebelum tidur biasanya Mas Anton selalu Aku buatkan susu dulu, biar menambah kesuburan juga.
(ini hanya karangan aku saja, maaf kalau ngga nyambung tentang penyuburan Se**ma Anton)
"Vian bobo Vin,,? "tanya Mas Anton yang baru masuk kamar.
__ADS_1
"Iya nih Mas,, Mas sinih ikut tiduran,, "kataku, lalu Mas Anton pun mendekat dan ikut tiduran di sampingku, sambil memeluku.
"Mas,,, kalau nanti seandainya Vina Hamil anak Mas, apa Mas masih menyayangi Vian seperti anak Mas sendiri,,? "tanyaku dengan pelan.
"Kamu tuh ngomong apa sih Vin, samapi kapanpun Vian itu anak Mas, ngga ada yang bisa merubahnya, walau pun Tuhan memberi kan seorang keturunan pada Mas pasti Vian dan adeknya pun akan sama sama Mas sayang,, "
"Apa itu sungguh sungguh dari hati Mas yang palaing dalam,, "
"Iya lah,,, Mas Sangat sungguh sungguh,, jangan berkata seperti itu Vin,, Mas merasa ngga enak sama kamu karena Mas hanya laki laki mandul yang ngga bisa memberikan anak padamu,, "
"Mas percaya kan tentang kekuasaan Tuhan, "Mas Anton pun mengngguk dan bilang percaya.
"Ngga ada yang ngga mungkin di dunia ini kalau Tuhan sudah menghendakinya Mas,, asalkan kita selalu berdoa dan sabar juga iklas,, Tuhan pasti akan memberikan anugrahnya pada kita,, "
"Amin,,, semoga Tuhan berbaik hati pada Mas yang menginginkan memiliki keturunan,, "Aku pun tersenyum sambil menggenggam tangan Mas Anton yang memeluku.
Sore pun datang, kita sudah bersiap untuk pergi jalan jalan, dan setelah siap kita semua naik ke mobil menuju malioboro.
Dari rumah Nana ngga begitu jauh hanya 30 menit,, di malioboro sangat ramai Aku. membeli banyak asesoris, untuk yang di pajang di dinding dan juga baju baju buat santai.
Selesai kita jalan jalan kita pun makan di angkringan dengat tempat lesehan.kita pun memesan banyak makanan.
Saat kita sedang menunggu makanan Aku melihat orang yang menjual asinan buah.
"Biar Mas aja yang beli, kamu duduk aja,, "
"Biar Vina aja,, nanti Mas ngga tau apa yang Vina mau lagi,, bentar yah,, "kataku. Dan Mas Antonpun mengiyakan.
"Na Aku mau ke. situ dulu,, mau ikut ngga,,? "tanyaku pada Nana saat Aku akan pergi.
"Ngga lah Vin,, ini Alananya lagi nen,, "jawabnya, lalu Aku pun pergi sendiri, tidak kauh cuman menyebrang jalan.
Saat Aku sudah di pedagang asinan, Aku memilih asinan buah mangga, sama jambu air.
"Maaf kamu Vina yah,,? "dari arah samping ada laki laki yang bertanya padaku.
"Iya,, maaf kamu siapa yah,,? "
"Aku teman Agus,, dulu Aku sering nemenin Agus kalau sedang ngapelin kamu,, inget ngga,,,"Aku pun langsung ingat.
__ADS_1
"Oh iya kamu teman Mas Agus yang dulu juga suka temanku kan,, "
"Iya benar itu,, "
Kita pun jadi mengobrol sambil tertawa, karena ingat kenangan saat dulu.
"Sayang,, udah belum beli asinanya,, kok lama sih,, "tiba tiba Mas Anton sudah ada di sampingku sambil menggendong Vian, Aku yang kaget pun hanya menggukan kepalaku.
Sedang Tedi pun menatap ke arah kita dengan tatapan bertanya.
"Ted kenalin ini suamiku Mas Anton namanya dan yang ini anaku namanya Vian,, "Aku mengenalkan pada Tedi.
Dengan senyum asamnya Tedi menyalami Mas Anton.
"Vin,, bukanya kamu istrinya Agus yah,,?"Aku pun hanya tersenyum.
"Mas Agus sudah setahun lebih meninggal Ted,, dan sekarang Aku sudah menikah lagi,, "
"Ya Tuhan,,, kok bisa,, "
"Panjang Ted ceritanya,, ya sudah yah Aku mau makan dulu,, samapi jumpa lagi, "
kataku akan pergi.
"Vin tunggu,, kamu di sini liburan apa menetap di kota ini,, "
"Aku sama suamiku sedang liburan Ted,, "
"Boleh minta no telfonmu ngga,, "
"Maaf Saya ngga izinkan,,permisi,,, "lalu Mas Anton merangkul pundaku dan kita pun menuju tempat makan lagi.
Aku sebenarnya ngga enak sama Tedi, tapi ini demi kebaikan Aku menurut pada Suami yang sangat menyayangi ku.
"Mas ngga suka lihat kamu mengobrol sambil tertawa dengan pria lain,, Mas sangat cemburu, jadi jangan lakukan lagi, "sambil menggandrng tanganku sambil menyebrang jalan, sedang Aku hanya mengangguk kan kepala, rasanya seneng dengar pengakuan Mas Anton yang cemburu.
Kita pun lanjut makan, saat semuanya makan nasi dan lauk, Aku justru sibuk makan asinan buah.
"Vin,, makan nasinya dulu baru makan asinanya, takut perut kamu nanti sakit,, "
__ADS_1
"Ton,, istrimu seperti orang yang sedang hamil aja, maunya asinan buah gitu,, "
Lanjut besok,, jangan lupa like, komen dan votenya,, trimakasih...