Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ayu Sudah Lebih Baik


__ADS_3

Vino sekarang jarang bertemu Ai, rupanya Vino sudah tidak terlalu mengharapkanya ,karena Vino merasa tidak enak terhadap sahabatnya Rudi.


Fikir Vino Rudi adalah laki laki baik dan sudah sukses menjadi Dosen, pasti Ai akan bahagia bila nanti menikah denganya.


Karena Vino terahir mendengar kabar dari Dodo, Rudi sudah menemui orang tuanya untuk melamar Ai. Itulah yang membuat Vino mundur dengan berlahan.


Sedang kabar Ayu sekarang sudah lebih baik setelah di oprasi,Ayu kini dalam masa penyembuhan, Abang selalu menemaninya dan merawatnya.


Mereka sudah meninggalkan jakarta 3 minggu lamanya, dan pastinya sudah sangat merindukan anak anaknya.


Ayu sudah bisa membuka matanya dengan sempurnya, tapi kepalanya tidak bisa bergerak dengan bebas.karena bekas oprasinya belum kering.


"Mass,, "kata Ayu dengan pelan.


"Iya sayang,, apa kamu butuh sesuatu,, "


"Nggaa,,, A, ayu mau lihat anak anak,, "


"Baiklah,, Mas akan vc mereka yah,, "


Abang lalu menelvon Bundanya ,setelah di angkat Abang meminta Bundanya untuk melihatkan anak anaknya.


"Mereka lagi mainan,, "sambil kamera di arahkan pada Kak Ari dan Luna.


Ayu pun melihat ke mereka berdua. "Kalian ngga perlu cemasin mereka, mereka nurut nurut dan ngga rewel kok,"Ayu yang melihatnya pun tersenyum tipis.


Bunda lalu memberikan hpnya pada Kak Ari ,dan kak Ari langsung memanggil Abang.


"Papahh,,, Mamah,,, "


"Hai kaka,, kaka ngga rewel kan,, "


"Ngga dong,, kaka ngga rewel, kaka selalu jagain adek Luna, Mamah masih sakit yah,, "


"Mamah sudah sembuh, tinggal tunggu bekas suntikanya kering,, "jawab Abang.sedikit berbohong.


"Berarti Papah sama Mamah bentar lagi pulang dong,, "

__ADS_1


"Iya,, doain yah biar Mamah cepat sembuh biar cepat pulang,, "kak Ari langsung mengangguk.


"Pa,, pa, pahh,,, "Luna melihat Abang langsung menarik hpnya dari tangan Ari.


"Adek,, jangan,, nanti kepencet,, "


"Pa,,pah,, Ma, mahh,, "Luna pun menangis.


Lalu Bunda langsung menggendong Luna.


"Ehh,, anak cantik ngga boleh nangis dong,, Papah dan Mamah besok pulang yah,, sayangg,, "Bunda mencoba mendiamkan Luna.


"Pah, Mah,, lunanya nangis,, udah dulu yah, besok telfon lagi,, "


"Iya sayang,,jaga adeknya yah,, "hp pun mati.


Ayu mengeluarkan air mata dari matanya, Abang yang melihatnya lalu mengusapnya.


"Jangan menangis, mereka juga pasti kangen kita, begitu juga kita sangat merindukanya, makanya kamu cepat sembuh, jangan banyak pikiran biar kita bisa cepat pulang, dan bertemu anak anak,, "lalu Abang mencium kening Ayu. dan menggenggam tanganya.


"Mau berapa hari di sana,,? "


"Kurang tau pastinya, tapi perkiraan 4 harian, "


"Kok lama sih,, boleh ngga Ana ikut,, "


"Sayang,, jangan macam macam deh, kaka ke sana buat kerja, bukan buat jalan jalan, kalau kamu ikut anak kita mau gimana, dia masih kecil ngga baik kalau di bawa kesana cuman 4 hari, bisa cape di jalan nanti,, "


"Kan bisa kita titipin sama Mamih,, pasti Mamih mau,, lagian kan Anak kita kalau sama oma dan opanya anteng kok, ngga rewel, buktinya kemaren aja pernah kan tidur di sana, "


"Tapi kemarin kan cuman semalam ,udah deh jangan macam macam yah, kamu di rumah aja ngga usah ikut,, nanti di sana kamu pasti akan bosan kalau kaka tinggal kerja,apalagi di Hotel sendirian, "


"Kak,, tapi Ana pengin ikut, kan kita bisa bulan madu kedua nanti di sana, kalau kaka kerja Ana bisa kerumah sakit jenguk kak Ayu, iya kan,, "sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Bulan madu apa, Kaka keluarin di dalam aja teriak teriak,, mau kamu hamil lagi, udah siap emangnya,, "Ana menggeleng.


"Ya udah makanya jangan ikut, nanti kalau kamu maksa ikut, Kaka pastikan kamu hamil sepulang dari singapur,, ngga mau kan,, "

__ADS_1


"Kaka nyebelin tau ngga sih,, "sambil Ana pergi keluar dari kamar ninggalin Vian.


"Eh ,,kok pergi sih,, bantuin Kaka rapiin baju dulu dong,, "


"Rapiin aja sendiri, siapa yang mau pergi,, "sambil membanting pintu.


Lalu Vian menggelengkan kepalanya, dan Vian pun ahirnya merapikan bajunya sendiri untuk di masukan ke koper.


Malam harinya Vian menunggu Ana yang ngga kunjung masuk ke kamarnya, karena tidak sabar Vian lalu keluar kamar dan mencarinya. ternyata Ana di kamar anaknya dan tidur di sana.


"Rupanya tidur di sini,, ya Tuhan,, "


Lalu Vian menggendong Ana untuk di bawanya ke kamar, tapi Ana rupanya terbangun.


"Iihh,, turunin, Ana mau tidur di sini aja,, ngga mau tidur sama kaka,, awass,, "Ana pun turun dari gendongan Vian.


"Sayang,, jangan kaya anak kecil gitu ah, masa kaya gitu aja ngambek sih"


"Biarin,, "Ana lalu menutup badanya dengan selimut.


"Sayang,, masa kaka tidur sendiri sih,, ngga kasian yah sama kaka,, "Ana diam saja.


"Baiklah besok kamu boleh ikut ke singapur,, "Ana langsung membuka slimutnya.


"Serius,, "Vian tersenyum sambil mengangguk.


"Ngga bohong kan,, "


"Ngga,,, "


"Ya udah yuk kita ke kamar,, "


"Tapi Kaka minta satu ronde dulu,, "


"Baiklah,, ayo,, "Vian pun tersenyum senang, dan mereka keluar dari kamar anaknya dan. langsung menuju kamar nya sendiri.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih..

__ADS_1


__ADS_2