Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ketakutan Mas Al


__ADS_3

Setelah Nana mematikan telfonya Aku masih tetap diam, Nana pun masih menggenggam tanganku.


"Mas,,, kalau Mas ngga kasih izin Nana ngga akan pergi menemui Mas Anton, dan kalau Mas izinkan pun, Mas harus ikut,, "sambil Nana menyandarkan kepalanya di pundaku.


Aku masih tetap diam karena merasa bingung, Nana sekarang istriku, tapi Anton adalah sahabatku, Aku sebenarnya tak ingin kalau Nana bertemu dengan Anton, pasti Aku sangat sakit dan cemburu. rasanya Aku sungguh takut ,walau mereka hanya untuk bertemu saja.


"Mas,, kenapa diam aja,? "sambil mengguncang tanganku.


"Mas akan izinkan, dan Mas juga akan ikut, tapi bertemunya jangan di rumah Anton, tapi di mall, "kataku.


"Nana sih ikut saja dengan ke inginan Mas, nanti Nana yang bilang pada Mas Anton,, "


"Apa Mas boleh minta tolong pada Bunda,, "Nana pun mengangguk sambil bilang, "Minta tolong Apa?"


"Bilang sama Anton bahwa itu keinginan Bunda, karena Mas merasa tidak enak, tapi kalau Bunda mau, kalau tidak mau ngga papa,, "


"Iya Nana akan bilang pada Mas Anton kalau itu keinginan Nana, "Aku pun mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Ya udah sekarang kita makan malam dulu yuk,, "


Aku dan Nana keluar dari kamar, Aku memanggil kiki di kamar,sedang Nana ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


Kita pun makan bersama, untungnya ada kerupuk udang di dalam toples jadi bisa buat teman makan dengan soto daging, walau hanya lauk seadanya tapi kita makan dengan. lahap dengan rasa bersukur.


"Bun,, Bunda temani kiki saja di kamar, biar Mas yang bereskan mejanya, "kataku setelah selesai makan.Nana pun menurut.


Aku mencuci piring yang kotor, juga mengelap meja, setelah semuanya beres Aku ke ruang tv, Aku masih memikirkan tentang Anton yang ingin bertemu Nana.


Mata menuju tv tapi fikiran melayang entah kemana. Aku takut besok kalau Nana bertemu Anton akan mengacuhkanku, dan apa Aku ngga usah ikut saja yah,rasanya Aku tak sanggup kalau sampai itu terjadi.


"Mas,, ke kamar yuk,"suara Nana mengagetkanku.


"Hemmm,,, kiki sudah tidur,? "

__ADS_1


"Sudah,, "lalu kita berdua pun masuk ke kamar.


Pagi pun datang, rasanya malas sekali untuk bangun, karena masih hari libur Aku ingin bermalas malasan.


"Mas udah bangun,, ?"kata Nana yang baru membuka pintu kamar.Aku hanya mengangguk.


"Mas,, Nana sudah kirim pesan sama Mas Anton kalau nanti jam 11 kita ketemu di mall, "


"Mas denar kan yang Nana katakan,? "


"Iya,,, "jawabku lalu masuk kamar mandi. bukan Aku marah pada Nana tapi hanya karena keadaan yang membuatku merasa sesak kalau melihat Nana. Aku takut Nana akan bermesaraan dengan Anton.


Rasanya Aku ingin berteriak yang kencang,biar hatiku lega,tapi Aku hanya bisa menahan sesak di dalam dadaku. Aku berendam dengan air hangat agar badan dan fikiranku tenang. sekitar setengah jam Aku selesai mandi, saat keluar kamar Nana sudah menyiapkan baju untuku.


Selesai memakai baju, Aku keluar dari kamar dan menuju dapur untuk minum.


"Mas,,, Mas Al kenapa sih,? "


"Kenapa apanya? "sambil Aku minum .


"Mas biasa aja,, udah ngga usah di bahas, Mas mau panasin mobil dulu,,, "Aku pun berjalan ke luar rumah.


.


.


.


Nana


Aku melihat Mas Al tidak seperti biasanya, seperti sedang marah, Aku juga tidak tau apa salahku. Aku duduk di bangku meja makan,tiba tiba mataku pun menangis, rasanya ngga enak banget ngelihat Mas Al yang seperti sekarang. ku usap perutku yang terasa keras karena dede bayi bergerak.


"Ayah ngga marah kok de,, dede ngga perlu kuatir, dede yang anteng ya sayang,, "sambil ku usap perutku, laluAku masuk kamar dan rasanya mau sarapan pun jadi malas.tiba tiba pergerakan dede makin aktif membuatku makin sakit.

__ADS_1


Lalh Ku rebahkan badanku di kasur dan dede sedikit tenang, tapi saat fikiranku kembali memikirkan sifat Mas Al yang berubah perutku sakit lagi.


"De,, Bunda sakit sayang sudah yah,, Bunda ngga papa kok,, "


Pintu kamar terbuka, rupanya Mas Al yang masuk, melihatku yang sedang menangis dan mengusap perutku, Mas Al langsung kaget dan mendekatiku.


"Bunda kenapa,,,, Mana yang sakit kita ke Dokter aja ya,"Aku hanya menggeleng.


"Dede dari tadi bergerak terus, jadi perut Nana sakit,, "lalu Mas Al mengusap perutku.


"Dede kenapa,, dede yang anteng yah kasian Bunda kesakitan, "sambil mengusap dan mengajaknya mengobrol.


Setelah lebih baik, kita pun keluar kamar untuk sarapan yang telat. kalau Kiki sudah sarapan tadi pagi, sekarang hanya Aku dan Mas Al yang makan. tapi Aku bilang Mas Al sudah sarapan tadi pagi dan sekarang Aku bilang sudah lapar lagi, kalau Mas Al sampai tau Aku belum makan pasti dia marah.


Sekitar setengah 11 kita berangkat ke mall. Aku dan Mas Al hanya diam di dalam mobil, hanya kiki yang berisik dengan gamenya.


Sampai di parkiran Mall, Mas Al seperti malas untuk turun.


"Kalau Mas Al ngga nyaman kita pulang aja, Nana ngga mau lihat Mas Al yang hanya diam seperti itu, "kataku.


"Maaf,, Mas hanya sedikit takut,, "


"Takut apa Mas,, ?"Mas Al hanya menggeleng dan tersenyum tipis.


"Ngga papa,, ayo turun,ngga enak kalau Anton menunggu terlalu lama, "sambil membuka pintu mobil.


Sebenarnya Mas Al kenapa,, sikapnya berubah dari tadi pagi dan membuatku bingung.


Kita bertiga masuk ke dalam mall, Aku menggandeng tangan Mas Al, sedang kiki Mas Al gendong.


Saat masuk cafe tempat kita janjian bertemu Mas Anton, genggaman Mas Al di tanganku makin kencang.


"Sayang,,,, di sini, "

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, trimakasih..


__ADS_2