
Ayah mengajak Bunda masuk ke kamar,dan Bunda pun langsung masuk, Ayah dan Bunda saat ini sudah di dalam kamar, Bunda mengganti baju di kamar mandi, karena sekalian bersih bersih badan, sedang Ayah di kamar langsung melepas baju dan celananha, hanya menyisakan celana pendeknya saja.
"Ayah jadi di keroknya,, "
"Jadi Bun,, tapi Ayah pengin di pijit dulu yah, badan rasanya pada kaku juga,, "
"Bunda juga pada sakit badanya, kita kan dari kemaren memang sibuk,jadi badan pasti pada pegel pegel Yah,, "sambil duduk di kasur.
"Bunda juga nanti gantian di pijit ya Yah, "sambil mulai memijit punggung Ayah.
"Iya,, nanti Ayah pijitin, aduh Bun enak banget sih pijitanya,, "saat tangan Bunda memijiti punggung Ayah, Ayah merasa keenakan.
Setelah semua badan Ayah di pijat oleh Bunda, sekarang Bunda yang minta gantian di pijit, Ayah pun menurutinya.
Lalu bunda melepas bajunya, karena Bunda pakai daster jadi setelah daster terlepas Bunda sekarang hanya pakai dalaman saja.
Buda lalu tengkurap di kasur, dan Ayah mulai memijitnya. Pijitan Ayah membuat Bunda ke enakan dan tertidur.
Saat Ayah memijit bagian pa*ha,tangan Ayah sambil iseng, sesekali mengusap inti tubuh Bunda. sedang Bunda yang sudah memejamkan matanya dan hampir pulas, jadi terbuka kembali karena usapan tangan Ayah di inti miliknya menjadi sering mengusapnya.
"Ayahhh,,,, tanganya iseng banget deh ihh,, "Ayah hanya tersenyum.
"Gimana Bun,, badanya udah enakan belum,? "
"Hemmm,, udah lebih enak,, makasih ya Yah, "tangan Ayah masih sibuk memijit di bagian kaki ke atas.
"Jangan cuman trimakasih dong Bun, Ayah juga minta imbalan loh,, "
__ADS_1
"Ayah minta apa,,? "
"Ayah lagi pengin nih Bun, boleh yah bentar aja,, "
"Alahhh bentarnya Ayah ya sampai satu jaman,, "Ayah lalu tersenyum.
"Ngga kali ini mah Bun, Ayah janji.Boleh yah,,,"
"Tapi Bunda ngga mau keja, Ayah aja yang kerja,, "
"Iya,, ok, "
Ayah langsung tersenyum senang, Ayah lalu membuka celananya, dan Ayah juga membuka kain segi tiga dan pembungkus gunung krmbar milik Bunda, sekarang Bunda juga sudah polos.
Ayal lalu menindih tubuh Bunda, di ciuminya bibir Bunda dengan rakusnya.
"Yahh,,, pelan aja, "kata Bunda.
Ayah lalu melakukanya dengan pelan, dan ciuman pun turun ke bawah meniju di leher.
"Yah,, jangan buat merah merah, kita sudah punya menantu, dan bentar lagi punya cucu,, nanti kita malu,, "Ayah tersenyum mendengarkan perkataan Bunda.
Lalu Ayah hanya menji**latinya,baru saat sampai di dada Ayah memberi tanda merah di seriap dada, Bunda sangat menikmatinya, walau sudah tua tapi Ayah benar benar masih bisa membuat Bunda merasakan nikmat.
Lalu Ayah membasahi inti tubuh Bunda denagn jilat**an juga sedotan dari libah dan bibirnya Ayah,Bunda sampai merem melek.
Setelah cukup basah, Ayah lalu memposisikan miliknya di inti tubuh Bunda, Milik Ayah belahan masuk ke dalam, dan Bunda sangat menikmatinya sampai memrjamkan matanya.
__ADS_1
Setelah masuk semuanya Ayah langsung menggerakan pinggulnya, Ayah sudah janji tidak akan lama, jadi Ayah langsung menggerakanya dengan cepat.
Bunda sampai merem melek dan mulutnya di tutup dengan tanganya, supaya tidak mengeluarkan suara kenikmatan.
"Bun,, Ayah mau keluar, tahan sayangg,,,, "
"Aaahh,, aaahhh,,, aaaahhhggggg,,, "teriakan Ayah dan Bunda keluar bersamaan.
Ayah ahirnya menembakan laharnya, dan setelah habis Ayah langsung ambruk di badan Bunda.
Ayah lalu menggulingkan badanya ke samping Bunda ,dengan badan yang berkeringat dan nafas belum teratur, mereka berdua tergeletak lemas di atas kasur.
Setelah nafas sudah lebih baik, Ayah lalu ke kamar mandi tapi sebelumnya menyelimuti badan Bunda dulu dengan selimut.
Setelah dari kamar mandi Ayah memakai celana pendeknya, lalu keluar dari kamar untuk mengambil air minum.
Saat Ayah ke dapur ternyata ada Abang dan Ayu yang sedang makan rujak buah di meja makan, Ayu langsung menundukan wajahnya karena melihat Ayah yang tidak pakei baju.
"Ayahh,, kenapa ngga pakai baju sih,, "kata Abang karena melihat Ayu yang menunduk malu.
"Ayah cuman mau ambil minum bentar,,"
"Makanya kalau mau main siapin minum di kamar, jadi ngga perlu keluar dari kamar,, "
"Kok Abang tau kalau Ayah habis main,,? "
"Tau lah orang telinga Abang ngga budek, Ayah itu udah tua bisa kan suaranya di pelanin, ngga malu apa kencang kencang gitu, sampai kedengeran Abang sama Ayu,, "Ayu langsung menyikut tangan Abang.
__ADS_1
"Hehee,, maaf Ayah suka ngga bisa kontrol soalnya, "sambil berjalan menuju kamar sambil bawa gelas berisi minum.
Jangan lupa, like komen dan votenya trimakasih..