Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ai Mau Pamer


__ADS_3

Ai lalu naik di atas badan Vino,Ai duduk pas di senjatanya,Ai menggerakan pinggulnya dengan pelan,bibir Ai menci*umi leher Vino dan menjila*tinya,saat Vino sudah merasa berga*irah,Ai membuat tanda merah di leher Vino tiga tanda,rupanya Ai sudah merencanakan sesuatu dengan tanda merah itu.


Setelah di rasa cukup,ciu*man Ai turun ke dada Vino,dan memainkan nen Vino yang kecil,Vino sudah merasa kege*lian,dan tidak kuat dengan cumb*uan Ai.


"Sayanggg,,gelii bangett,,udahh,,"kata Vino agar pindah ciumanya.


Lalu ciuman Ai makin turun,dan sampai di senjata Vino,Ai membuka cela*nanya,langsung terlihatlah senjata Vino yang sudah tegak lurus,Ai menggunakan tangan untuk memainkanya.


"Sayanggg,,pake mulut donggg,,biar tambah nikmattt,,"Vino sambil bangun sedikit duduk agar melihat Ai yang sedang bekerja.


Ai menurut,dan memasukan senjatanya ke mulut,Ai yang gemas sambil menghigitnya,Vino teriak kesakitan.


"Aduhhh,,Yang jangan di gigittt,,,sakittt,,,"Ai tidak menjawab tapi terus memainkan senjata Vino.


Rupanya Ai sudah mulai menyukai senjata Vino,karena Ai terus saja memainkanya sambil di jil*at juga di sed*otnya.


Vino sudah mer*em mele*k keenalan,Vino yang sudah tidak kuat lagi akan menembakan laharnya.

__ADS_1


"Sayanggg,,Mas udah ngfa tahan,,ini sudah mau keluarrr,,,"tapi Ai malah ngga peduli.


Ai lalu menyuruh Vino berdiri,Vino pun menurut,dan setelah Vino berdiri Ai lalu mengocok lagi dengan tanganya,dan memasukan kedalam mulutnya juga.


"Uuhhh,,sayang ini nikmat,,ayo terus sayangg,,,oohh,,,enak banget gila sayanggg,,,"Vino ahirnya ikut menggerakan kepala Ai dan pingganya agar miliknya lebih bisa masuk ke dalam.ahirnya teriakan Vino pun terdengar..


"Aaahhhhhhgggggg,,,,,,"Vino mengeluarkan semuanya di dalam mulut Ai,Ai sampai muntah karena saking banyaknya dan tersedak di tenggorokan.


"Sayang,,,,gila ini nikmat banget sih,,,kamu makin pintar,,siapa yang mengajari hemm,,"sambil mengusap mulut Ai yang basah dan berantakan.


Ai tidak menjawab,tapi Ai langsung menjatuhkan kepalanya di dada Vino,Ai rupanya merasa lemas.


Rupanya Ai merasa takut juga saat melihat pesan Wa dari wanita untuk Vino,takut Vino berpaling darinya,karena soal cantik dan modis Ai masih kalah jauh,walau pun Ai belum tau wanita yang mana antara dua teman Vino itu,tapi keduanya sama sama cantik dan modis,itu yang membuat Ai bekerja keras tadi agar Vino tidak akan berpaling darinya.


Ai takut di saat dirinya sudah mulai suka Vino justru berpaling ke wanita lain,permainan mereka selesai setelah tiga ronde,Ai sampai terkapar lemas dan tidak bisa bangun karena badanya merasa remek lagi.


Pagi hari Ai membangunkan Vino,dan Ai meminta Vino untuk memijitnya di punggungnya,karena merasa pegal.

__ADS_1


"Tunggu ya sayang,Mas mau ke kamar mandi dulu,"kata Vino sambil bangun dari tidurnya.


Vino masuk kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi,juga pipis.


Vino memijit punggung Ai dari bawah ke atas,karena Ai masih polos membuat milik Vino bangun karena terang*asang melihat badan polos Ai.


Rupanya Ai merasakan milik Vino yang sudah mengeras di atas bok*ongnya,membuatnya langsung meminta menyudahi pijitan Vino.


"Kok udah,emang udah enakan,,"


"Udah enakan,Ai mau ke kamar mandi,Ai mau mandi karena udah risih,rasanya badan Ai lengket,,"Sambil Ai bangun dan langsung masuk kamar mandi.


Ai meligat di pantulan kaca kamar mandi,ternyata di dadanya banyak sekali tanda merah buatan Vino,Ai lalu mengusapnya sambil tersenyum.


"Ya Tuhan,,Mas Vino benar benar laki laki luar biasa,seperti ngga ada lelahnya sama sekali,"


Setelah Ai mandi,Vino mengajaknya untuk sarapan di bawah,ternyata Vino di telfon teman cowonya untuk sarapan bersama,Ai lalu bersiap,dan Ai mengikat rambutnya ekor kuda,dan bajunya yang melihatkan leher jenjangnya,Rupanya Ai mau pamer ke teman wanita Vino kalau dirinya istri Vino.dengan memperlihatkan tanda cinta Vino di lehernya.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2