Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Sudah Ada Tanda Cemburu


__ADS_3

Nana menemani Aku makan, karena Aku tadi pulangnya telat jadi Nana dan Kiki sudah makan duluan.Nana sepertinya masih marah padaku karena dia hanya diam saja tidak seperti biasanya. Aku membiarkanya saja, karena Aku tidak tau kesalahanku yang mana, apa Nana ngambek gara gara Aku pulang telat, apa karena tadi siang Aku ajak Selfi ke rumah, kalau gara gara Selfi apa mungkin Nana cemburu.biar nanti Aku tanyakan saat kita ada di kamar.


Selesai makan Aku ke ruangan tv, sedang Nana membereskan dapur.


"Yah,,, Bunda mana,? "


"Sedang cuci piring,kiki mau apa,, "Aku duduk di delat kiki.


"Kiki ngantuk pengin tidur,, "


"Oh ngantuk,, sama Ayah aja yuk,, Bunda lama soalnya,, "


"Ya udah deh yuk Yah,, "Lalu Aku mengikuti Kiki ke kamarnya.


Aku memeluk kiki sambil mengusap punggungnya, Aku sudah lama tak melakukan kegiatan seperti ini semenjak ada Nana. karena semenjak ada Nana, Nana lah yang selalu melakukanya.


Setelah kiki tertidur pulas, Aku bangun dan menyelimutinya, Aku juga mematikan lampu dan mengganti dengan lampu tidur.


Saat masuk kamar, Nana sedang duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya dan sudah berganti baju.


"Bun,, masih marah sama Mas,,? "Aku duduk di kasur. dengan masih diam Nana lalu naik ke kasur.


"Bun,, jangan diem aja sih,, ngomong dong,, "sambil Aku tarik badan Nana dan memeluknya. lalu ku cium keningnya.


"Kenapa Nana kalau liat Mas sedang mengobrol dengan wanita rasanya kesal,Dan Nana penginya marah,Nana juga ngga tau kenapa begitu, "sambil membenamkan wajahnya di dadaku. Aku pun tersenyum senang, sedikit ada kemajuan.


"Maafin Nana kalau Mas ngga suka dengan sifat Nana yang aneh ini,, "


"Mas ngga marah,, justru Mas senang dengernya,, "


"Kok seneng sih,,? "


"Ya Mas seneng, karena sepertinya Bunda sedang cemburu,, " Nana pun mendongakan wajahnya, dan kita pun saling pandang, Lalu Aku usap pipinya,dan ku dekatkan bibirku pada bibir Nana, Aku langsung melu*atnya.tadinya Nana hanya diam tapi lama lama Nana pun membalasnya.

__ADS_1


Saat bibir kita saling mengecap, sampai mengeluarkan suara, tiba tiba hpku berbunyi tanda panggilan, Aku lalu melepaskan ciumanku dan mengusap bibir Nana yang basah dan sudah sedikit bengkak.setelah itu Aku ambil hpku dan tertera nama Anton di hpku. Aku lama hanya melihat hpku berbunyi sampai Nana mengagetkanku.


"Kenapa ngga di angkat,, emang siapa yang telfon Mas,, "sambil ikut duduk di kasur mendekat padaku.


"Angkat aja Mas,, dan sepeker yah,, "kata Nana. Aku pun mengangguk.


"Hallo,, "


"Halo Al,, "


"Iya,, ada apa Ton,, "


"Aku mau minta maaf soal perkataanku yang kemarin terahir Aku telfon kamu,, Aku tidak bermaksud apa apa,, Aku hanya takut keholangan Nana,, "


"Iya,, Aku maafkan,, santai aja sih Ton, "


"Makasih yal Al, kamu memang temanku yang paling baik, "


"Iya sama sama,, "


"Iya nanti Aku sampaikan,,, "jawabku, dan Antonpun mematikan telfonya setelah berbasa basi sebentar**.


"Bunda dengar kan yang Anton bicarakan,"Nana pun mengangguk.


.


.


.


Nana


"Bunda pengin apa sama Anton, apa Mas ngga bisa belikan ke inginan Bunda, sampai Bunda meminta sama Anton,, "Kata Ma Al sedikit menaikan nada suaranya membuatku sedikit takut.

__ADS_1


"Na,,, na ngga minta apa apa kok Mas sama Mas Antonn,,, Nana hanya menyuruh untuk Mas Anton tidak mentrafer uang pada Nana,, "kataku sedikit bohong, Aku takut Mas Al akan sangat marah kalau tau Aku menyuruh Mas Anton untuk minta maaf padanya.


Mas Al langsung memeluku,,


"Maaf,, Mas udah membentak Bunda, Mas hanya takut kalau Bunda merasa kekurangan karena Mas bukan lah orang kaya,, "Aku pun menangis karena Aku merasa sangat bersalah telah berbohong. Mas Al orang yang sangat baik Aku tidak akan tega mempermalukanya atau menyakitinya, Mas Al orang yang tulus dan apa adanya.


"Sudah jangan menangis,, hari ini bunda selalu menangis, kasian dede Bun,, ayo tidur ini sudah malam, Bunda harus istirahat,"sambil menyuruhku untuk rebahan,Aku pun di peluknya dan Mas Al mencium keningku, kebiasaan Mas Al yang selalu membuatku nyaman adalah saat Mas Al mencium keningku lalu memeluku dengan nyaman.


Aku tidak bisa tidur, mulutku rasanya pahit, mungkin karena hari ini Aku kebanyakan menangis, dan rasanya ingin meludah dan makan yang manis dan segar, Mas Al sudah tidur dengan nyenyaknya, Aku melepaskan pelukan Mas Al dan turun dari kasur, Aku keluar dari kamar menuju dapur.


Sampai dapur Aku membuka kulkas dan mencari buah agar mulutku tidak pahit lagi, untung di kulkas ada mangga yang matang dan tinggal dua, ngga ada buah lagi ternyata Aku memang dah lama ngga beli buah, karena Aku sukanya makanan yang berat berat.


Setelah ku kupas Aku pitong kecil kecil, lalu Aku memakanya sambil duduk di kursi meja makan, Aku sungguh menikmatinya karena rasanya sangat manis dan segar.


"Bun,,, Bunda,, "suara Mas Al memanggilku.


"Iya Mas,, Nana di dapur,, "jawabku. lalu Mas Al muncul dan mendekatiku.


"Bunda sedang apa, hemmm,,? "


"Mulut Nana pait, dan tiba tiba Nana pengin makan yang seger seger,, "


"Anak Ayah pengin makan buah yah,,, "sambil jongkok di depanku dan menciumi perutku yang sudah menonjol.


"Mas,, besok sore jadwal Nana priksa ke Dokter,,, "kataku.


"Besok kita periksa,, tunggu mas pulang kerja ya Bun,, "Aku pun mengangguk senang.


"Pulangnya sambil belanja ya Mas,, buah udah ngga ada ,sama isi kulkas sudah pada abis,, "kataku, sambil menghabiskan sisa potongan mangga. lalu Aku minum.


"Siap,,,,sekarang kita masuk kamar dan tidur ini udah malam,, "sambil Mas Al menggendongku. Aku pun mengalungkan tanganku di lehernya.


Besok lagi..

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya, makasih....


__ADS_2