Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
SAH


__ADS_3

Jam sudah menujukan pukul 7 malam, dan Pak Rt sudah datang dengan seorang ustad, juga ada sekitar 5 orang bapa bapa,, sedang ibu ibu juga ada sekitar 7 orang.


Aku dan Vina di suruh duduk di depan pak ustad, malam ini Vina cukup cantik dengan hanya memakai sedikit polesan saja, dan pak Ustad memberikan nasehat juga aturan untuk Aku yang menikahi wanita yang sedang hamil.


Setelah Aku paham dan mengerti, acara ijab pun di mulai, Aku sedikit grogi, karena Aku baru tau akan menikah habis pulang kerja, jadi Aku ngga sempat belajar, hanya berapa kali Aku belajar untuk ijab. untungnya pak Ustad mengajariku dulu, dan orangnya juga sabar jadi Aku tidak terlalu tegang. Sedang Vina hanya menundukan kepalanya saja, mungkin dia juga grogi sama sepertiku.


Ahirnya Aku bisa mengucapkan ijab dengan benar, walau dengan keadaan gerogi dan panas dingin di badan. saat terdengar kata SAH Aku merasa lega.


Setelah itu,Vina mencium tanganku dan Aku mencium keningnya. selesai dengan rangkaian acara sekarang waktunya untuk makan, Bapa bapa juga ibu ibu pun makan bersaman, sedang Aku rasa lapar jadi hilang, karena tadi habis merasakan ketegangan.


Sekitar jam 9 malam, orang sudah pada pulang semuanya,sekarang tinggal ada Aku dan Vina.


"Vin,, kamu istirahat aja, ngga usah beresin rumah, biar besok Saya yang bereskan sama mba,,, "saat Aku melihat Vina yang akan mengambil piring kotor. sebenarnya ngga banyak pirng kotornya karena tadi ibu ibu sebelum pulang bantuin cuci piring dulu.


"Iya Mas,,, "jawabnya, karena Aku melihat wajah Vina yang sudah mengantuk.


Aku lalu duduk di sofa depan tv, Aku hanya diam sambil berfikir mau bicara dengan Ibu, tapi bingung mau bicara langsung apa lewat telfon apa nanti secara langsung kalau Aku kembali ke kota yah. rasanya kepalaku jadi sangat pusing memikirkanya.


Tak terasa mataku pun sampai terpejam dan tertidur. Aku terbangun karena perutku merasa lapar, rupanya Aku sampai lupa makan malam tadi.


Saat Aku bangun sudah ada slimut yang menutupi badanku, mungkin Vina yang menyelimutiku.Lalu Aku menuju dapur untuk melihat masih ada makanan ngga.


Di meja rupanya hanya ada nasi, saat Aku mencari di dalam kulkas Aku melihat bungkusan yang tadi sore Aku beli.

__ADS_1


Aku mengambil bungkusan itu dan membukanya, Aku tadi sore membeli ikan gurameh bakar, tadinya mau buat makan malam untuku dan Vina, tapi karena ada acara jadi lupa memakanya, untungnya Aku taro di kulkas.


Setelah Aku panaskan dengan teflon biar hangat lagi, sekarang Aku mulai memakanya. Saat Aku sedang makan Vina datang dan mengejutkanku.


"Mas,,, kok ada bau gosong yah,, apa ada kebakaran,,? "Kata Vina mendekat padaku dengan wajah yang cemas.


"Ngga ada,, mungkin tadi bau ikan ini waktu Saya panggang lagi pake teflon,, "sambil Aku menujuk ikan bakar di meja.


"Kok ada ikan bakar,, kapan Mas beli,,? "


"Tadi sore pas pulang kerja Saya beli, niatnya buat kita makan malam,, kamu mau ngga, kalau mau duduk gih trus makan, "kataku.


"Ngga papa nih Mas Kalu Vina ikut makan,,? "sambil duduk di kursi.


"Ngga papa lah,, malah Saya jadi ada temen makan,,"lalu Vina pun mengambil potongan daging ikan ke piringnya.


"Vina ngga lapar, cuman pengin ikanya saja, "Aku pun menganggkuk.


Selesai makan Aku lihat jam ternyata jam 4 pagi, rupanya Aku tidur sangat nyenyak. Lalu Aku pun membereskan rumah karena tidur lagi pun nanggung, karena takutnya justru kesiangan nanti telat datang ke kantor.


Vina tadinya mau membantuku tapi Aku melarangnya, Aku menyuruhnya untuk duduk di sofa sambil nonton tv.


Aku mulai dari menyapu lalu mengepelnya, Aku hanya menggunakan celana pendek dan tidak memakai baju, karena berkeringat.

__ADS_1


Sekitar pukul 6 pagi ahirnya Aku selesai bersih bersih, dan Aku lanjutin mandi karena mau siap siap untuk berangkat kerja.


"Mas,, ngga sarapan dulu,,? "tanya Vina saat Aku akan berangkat.


"Ngga,soalnya Saya masih kenyang, "jawabku sambil memakai sepatu. Lalu Aku pun menuju motorku. sebelum pergi Vina mendekatiku.


"Hati hati di jalan ya Mas,, "sambil menyodorkan tanganya untuk salim. lalu Aku pun mengangguk dan Vina mencium tanganku. Aku yang merasa belum terbiasa rasanya masih aneh.


Aku pun langsung berangkat ke kantor, saat baru sampai meja kerjaku, Aku di panggil wakil Direktur, dan Aku langsung menghadapnya. rupanya Wakil Direktur telah menandatangani surat kepindahaku untuk ke kota. Aku pun sangat bersukur karena tidak mendapat kesulitan untuk pengajuan kepindahanku.


Jam pun berlalu dengan cepat, sekarang Aku sedang pulang menuju rumah, Aku juga mampir beli makanan untuk makan malam.


Sampai di rumah ,rupanya Vina sedang ada di teras dan Aku ngga mau senang dulu, takutnya Vina hanya sedang ingin duduk di depan, bukan untuk menyambut ke pulanganku dari kantor.


"Sinih Mas Vina bawakan,, "setelah salim dan mencium tanganku. Dan Aku memberikan kantong keresek yang berisi makanan.


"Mas mau mandi dulu apa makan dulu,,? "tanya Vina sambil menata makanan, sedang Aku lagi ambil minum di meja.


"Saya mau mandi dulu aja,, soalnya gerah,,, "lalu Aku pun menuju kamar untuk mandi.


Sekitar setengah 7 malam, Aku keluar kamar dan akan makan, rupanya Vina ngga ada di ruang tv, Aku pun mengetuk kamarnya,.


"Iya Mas tunggu Vina sedang ganti baju,"lalu setelah mendengar suara Vina Aku menuju meja makan, menunggu Vina di sana.

__ADS_1


**Maaf kalau ceritanya agak garing, dan maaf juga kalau ada typo. bagi yang kangen Mas Al sama Nana beok yah, Aku akan selingin cerita mereka..


Jangan lupa like komen dan votenya makasihh**...


__ADS_2