Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Menyetujui


__ADS_3

"Kalau begitu, baik lah setelah Nana melahirkan saja kamu me nalaknya, "kata Suamiku pada Mas Al yang menjawab agak lama.


"Sayang apa kamu ada yang mau di ubah atau gimana, "kata Suamiku.


"Kalau Mas menanyakan apa yang ingin Nana ubah apa Mas akan menuruti keinginan Nana, "kataku sambil melihat ke Suamiku.


"Iya,, Mas akan lakukan apa pun, Asal Sayang mau menikah dengan Ali dan memberikan Anak untuk Mas, "


"Nana ingin Mas Anton menalak Nana, baru Nana akan menikah dengan Mas Al, karena di agama wanita menikahi 2 pria itu di haram kan. Dan Setelah Nana melahirkan nanti menunggu Mas Al memberi talak baru Nana akan kembali pada Mas Anton,"


"Sayang,,, kenapa jadi begini. Sayang ngga kasihan sama Mas kalau kita terpisah, Mas ngga bisa jauh jauh dari Sayang. jangan ajukan persaratan yang seperti itu Sayang, Mas mohon.... "sambil duduk di sebelahku, dan menggenggam tanganku.


"Tapi itu memang tidak boleh oleh Agama Mas, kalau Mas menginginkan anak tapi tidak mau dengan adopsi, Mas harus menyetujui persaratan dari Nana ini,Nana ngga mau berbuat dosa, Mas tadi sudah bilang kan asal mempunyai anak Mas akan lakukan apa pun itu, "kataku dan Aku langsung pergi ke kamar.


Di dalam kamar Aku langsung menangis,Aku juga tidak bisa jauh dari Mas Anton,Aku sangat mencintainya, tapi Aku mengajukan persaratan seperti ini supaya Mas Anton menggagalkan rencana gilanya itu.


Tokk,, tokk,,


"Sayang,, Mas masuk yah, "kata Suamiku di balik pintu.Aku masih tetap diam.


"Sayang kita perlu bicara lagi, Ayo kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, "sambil duduk di sebelahku Suamiku berkata.


"Apa Mas sudah punya jawaban tentang permintaan Nana tadi, kalau belum mendingan kita ngga usah ngebahas masalah ini lagi, kita bisa ngomong ke Ibu pelan pelan tentang kondisi Mas, Nana trima keadaan Mas apa pun itu,Nana mohon Mas pertimbangkan ide gila Mas itu, "kataku sambil masih menangis.


"Baiklah,, Mas akan bicarakan dengan Ali dulu tentang persaratan Sayang, besok kita cari solusinya lagi, "Suamiku lalu keluar dari kamar untuk menemui Mas Ali.


.


.


.

__ADS_1


Ke Esokan Harinya Di Kantor.


"Pagi Ton,,, "tanyaku saat melihat Anton duduk di bangkunya.


"Pagi Al,,, "jawabnya yang ngga semangat gitu.


"Kenapa lagi sih,, muka kaya gitu amat, kusam.. "sambil Aku duduk ke kursiku.


"Istriku dari semalam sampai tadi pagi masih ngediemin Aku Al,,, "


"Makanya kalau punya keinginan harus benar benar di rundingkan bersama, kamu juga jangan egois gitu,, "kataku.


"Tapi Aku benar benar menginginkan Anak dari rahimnya istriku, dan Aku juga ingin agar Ibuku tidak selalu membenci Istriku, Aku kasihan dan juga sakit kalau Istriku di hina sama Ibuku, tapi Aku terlalu lemah tidak bisa membelanya, apa Aku salah Al menginginkan itu, semua juga demi Istriku juga, "


"Iya,,, Aku mengerti ke inginan kamu, semuanya pasti demi keluarga agar bahagia,, tapi memang sepertinya sulit bagi Istrimu, "kataku.


Saat kita sudah selesai mengobrol dan akan mulai bekerja, Aku dan Anton di panggil oleh atasan. Kita berdua pun masuk ke ruanganya.


"Pagi,,, silakan duduk, "Aku dan Anton pun langsung duduk.


"Begini,, Saya butuh satu orang dari kalian berdua, untuk Saya pindah tugaskan dulu selama 5 bulan di daerah sebrang, Dan setelah 5 bulan itu selesai,lalu keja di sini lagi, Saya hanya butuh Satu, diantara kalian siapa yang kira kira mau, karena Saya tidak ingin memaksakan kalian, "kata Atasan kita.


Aku dan Anton lalu saling pandang.


"Kira kira kapan harus berangkatnya pak,,? "tanya Anton.


"Seminggu lagi, makanya kalian rundingkan siapa yang akan berangkat, "


"Baik Pak, akan kita rundingkan berdua, "


"Baik, Saya tunggu jawabanya besok pagi,"

__ADS_1


Kami berdua pun lalu ke luar dari ruang atasan kita. Aku dan Anton akan membicarakan masalah ini nanti saat pulang kerja.


Setelah pukul 5 sore kita sudah di parkiran, dan kita akan pulang, Anton langsung memintaku ke rumahnya. Aku pun menurutinya.


Sampai di rumah Anton, Aku langsung di suruh masuk dan duduk di sofa, Aku melihat Nana dengan muka juteknya, walau jutek Nana tetap cantik malah terkesan menggemaskan, Saat Aku menatapnya yang sedang menonton tv tiba tiba dia juga menatapku, dan mata kita pun bertemu, tapi Nana langsung memutuskan pandanganya dan langsung melihat ke arah tv lagi.


Sedang Anton yang katanya Mandi tapi kok ya lama banget, ngga keluar keluar dari kamar.


Ahirnya Anton pun keluar dan duduk di sofa sampingku.


"Sayang sini bentar, Mas mau bicara, "lalu Nana pun mendekat. Dan duduk di samping Anton.


"Mas mau bicara tentang pengajuan sarat yang Sayang inginkan, "Aku masih diam dan memdengarkan.


"Mas menerima usulan Sayang untuk me nalak Sayang.Dan untuk kamu Al, kamu juga harus janji setelah anak itu lahir kamu harus me nalak Nana, dan setelah itu Aku dan Nana akan rujuk, "


"Mass,,,, "Nana tiba tiba langsung menangis.


"Sayang Mas mohon, jangan begini. Ini demi untuk masa depan kita, Mas juga ingin memiliki keluarga yang kumplit sayang,,, "sambil mengelap air mata di pipi Nana.


"Mas seminggu lagi akan di tugaskan oleh kantor di daerah sebrang selama 5 bulan, dan nanti sebelum Mas pergi, Mas akan memberi Sayang talak dan Mas juga akan mendampingi Sayang untuk menikah, "


"Ton,,, kenapa jadi begini kamu mengambil keputusan sendiri itu namanya, "kataku.


"Al,,, ini adalah jalan untuk memudahkan kamu dengan Nana, biar Aku yang di pindahkan, ini hanya 5 bulan saja kok, "


"Sayang Mas mohon,, kabulkan ke inginan Mas, ini demi kita, demi masadepan keluarga kita,,, "sambil memeluk Nana.


"Nana sudah kehabisan kata Mas,, sekarang Nana hanya akan menurut kemaun Mas saja, silalan Mas mau bagai mana Nana akan mengikuti,,, "Lalu Nana pun duduk dengan pandangan yang seperti kosong, Aku rasanya sungguh tidak enak melihatnya, karena Aku merasakan Nana yang seperti tekanan .


Jangan lupa untuk like komen serta votenya ya Kak,, makasih...

__ADS_1


__ADS_2