
Vino lalu mengambil hpnya dan memainkanya, agar merasa tidak canggung.sedang Ai dia juga duduk diam dan bingung mau ngapain.
"Terimakasih sudah mau membantu keluarga saya agar tidak mendapat Malu, "Ai ahirnya bersuara.
"Walau kita menikah tidak di dasari saling cinta, tapi Saya juga tidak punya fikiran untuk mempermainkan sebuah pernikahan, Saya akan menerima pernikahan ini dan mau mencoba menjadi layaknya seorang Istri sesungguhnya,karena banyak yang bilang cinta akan datang dengan seiringnya waktu, Saya akan membuka hati dan semoga kita berdua bisa sama sama menjalankan pernikahan ini dengan bahagia, "
"Tegurlah Saya kalau nanti saya salah, dan bimbinglah saya untuk menjadi istri yang baik dan pantas untuk Mas,, "
"Saya juga berterimakasih kamu mau menerima pernikahan ini, dan mau membuka hatimu untuk saya,saya akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu, agar kamu tidak menyesal dengan pernikahan ini,, "Mereka saling tatap dan saling melempar senyum tipis karena keduanya masih malu dan canggung.
"Dan kita awali hubungan ini dengan kita berteman dulu, apa kamu mau,, karena kita kan belum berteman dan saling kenal satu sama lain,, "Vino mendekati Ai dan mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan.
Ai lalu menyambutnya dan mereka pun bersalaman.
"Sekarang kita teman,, "kata Vino.
"Iya,, kita teman,, "mereka tersenyum bersama.
Lalu Ai keluar dari kamar untuk melihat keadaan rumahnya. Dan Ai melihat Abang dan Ayu yang sedang merapikan rumah.
"Dek kamu nanti di rumah sama Vino berdua ngga papa kan, soalnya kaka mau pulang setelah selesai beres beres,, "kata Ayu saat Ai duduk di sebelahnya.
__ADS_1
"Iya kak ngga papa, kaka pulang aja, trimaksih ya kak buat semuanya, maaf jadi merepotkan dan Ai membuat masalah ,"
"Ngga perlu minta maaf dan terimakasih, kaka kan kaka kamu ,jadi sudah sepantasnya kita saling bantu, semua kejadian pasti Tuhan yang sudah mengaturnya, dan pasti ada hikmah di balik masalah itu,, "Ai menganggkuk.
"Sekarang kamu sudah menikah, jadi kamu harus tau batasan batasan wanita yang sudah beristri, jangan terlalu dekat dengan teman pria dan kalian harus saling terbuka, agar kedepanya hubungan kalian lebih baik,, Kaka percaya Vino bisa menjadi suami yang baik dan tanggung jawab buat kamu, jadi kamu juga harus jadi istri yang baik untuknya yah, "sambil memegang tangan Ai, Ayu berkata.
"Iya Kak,, Ai akan belajar dan berusaha jadi istri yang baik,, "
Setelah itu Ai membantu Abang membereskan rumah, satu jam kemudian Ayu dan Abang pun pulang karena Ari dan Luna sudah bangun.
"Kaka pulang dulu yah,, "sambil cipika cipiki.
"Iya kak,, hati hati,, "kata Ai.
"Mas apa kamu ngga mau mandi,,? "tanya Ai pelan saat keduanya sudah di dalam rumah.
"Mau sih, tapi Saya lupa bawa baju,, "
"Mau Saya ambilkan baju Kak Dodo ngga Mas buat ganti,,tapi baju kak Dodo jelek jelek,, "
"Emmm boleh deh, dari pada saya pake baju ini lagi,, "Ai lalu masuk ke kamar Dodo dan mengambil bajunya, Ai mencari baju yang ukuranya paling besar, karena kak Dodo badanya kecil, sedang Vino gede tinggi, Ai aja tingginya cuman se pundaknya Vino.
__ADS_1
Setelah dapat dan kira kira muat, Ai membawanya ke Vino, dan Ai juga menunjukan kamar mandinya di mana.
Saat Vino mandi, Ai menyiapkan makan buat makan malam, dan setelah Vino selesai Ai yang lanjut mandi. keduanya sudah selesai mandi lalu mereka makan malam bersama. di meja makan tidak ada yang bersuara, keduanya sama sama diam.
Selesai makan Vino duduk di ruang depan, sedang Ai mencuci piring kotornya. setelah beres Ai juga keluar dan Ai langsung masuk ke kamar.
Ai di kamar duduk di pinggir kasur sambil berfikir, rupanya Ai merasa takut kalau Vino meminta haknya sebagai suami.
Vino pun masuk kamar, dan Ai merasa kaget hanya bisa mere*mas kedua tanganya.
"Kamu ngga usah takut dan tegang seperti itu, karena Saya tidak akan meminta hak saya kalau kamu belum siap, "Ai diam sambil menunduk karena merasa berdosa, tapi memang kalau tidak dengan hati melakukanya, pasti rasanya pun berbeda.
"Maaff,, "kata Ai lirih.
"Ngga perlu minta maaf,, sekarang sudah malam tidurlah, Aku akan tidur di lantai,"Kamar Ai ngga ada sofa, adanya bangku saja. sambil Vino mengambil selimut juga bantal.
"Ja,, jangan Ma,, mas, tidur di atas aja,, "
"Apa kamu mau tidur satu ranjang dengan Saya, "Ai mengangguk.
"Ya udah kalau kamu mau dan izinkan, saya akan tidur di ranjang, "
__ADS_1
Lalu mereka berdua tidur di satu ranjang, Ai dengan pelan memberikan pembatas dengan guling di tengah. Vino yang melihatnya oura pura diam tapi di dalam hatinya tersenyum. keduanya tidur dengan saling membelakani dan mereka memejamkan mata untuk tidur.
Jangan lupa like, komen dan votenya, trmakasih...