
Vino di dalam mobil diam dan tidak seperti biasanya,itu membuat Ai tidak enak.
"Apa Mas Vino marah yah karena tadi Aku mengobrol sama Mas Rudi,padahal Aku juga sudah ngga mau bertemu denganya lagi,dia aja yang datang ke tempat kerjaku,gimana ini yah,Aku bingung mau jelasin ke Mas Vinonya"
kata Ai dalam hatinya.
Tadi Rudi datang ke tempat Ai kerja,Ai sebenarnya tidak mau bicara sama Rudi,tapi karena tempatnya kerja sudah tutup dan Ai menunggu kedatangan Vino jadi Ai duduk sambil menunggu Vino,dan Rudi ikut duduk .
Rudi meminta maaf pada Ai tentang kejadian kemarin,dan Ai sudah memaafkanya ,Ai juga meminta Rudi untuk tidak menemuinya lagi,karena Ai sudah mempunyai suami dan harus menjaga perasaan suaminya.
Rudi meminta Ai untuk jadi temanya dan meminta Ai untuk tidak memblokir no telfonya,tapi Ai tidak mau,menurut Ai berteman dengan Mantan dan masih menyimpan no telfonya,itu tidak baik dan takutnya nanti justru jadi masalah ke depanya.
Ahirnya mereka sampai di apartemen,biasanya Vino selalu menggandeng tangan Ai saat menuju atas,tapi sekarang Vino tidak melakukanya,Ai merasa sangat sedih.
"Ternyata seperti ini rasanya di abaykan,apa ini karma untuku Tuhan,,"kata Ai yang hanya bisa bicara dalam hatinya.
Mereka masuk ke dalam apartemen,dan langsung masuk ke kamar.
Vino masuk kamar mandi untuk bersih bersih,dan Ai menyiapkan baju tidur untuk Vino,tepatnya hanya celana pendek,karena Vino kalau tidur tidak memakai baju.
Vino keluar dari kamar dan mengambil celana pendek yang Ai siapkan,Ai lalu bergantian masuk kamar Mandi untuk bersih bersih juga.
__ADS_1
Ai di kamar mandi ahirnya menangis,air matanya tidak bisa di bendung lagi.
"Kenapa Aku jadi cengeng gini sih,ya Tuhan tolong lah hambamu ini,,"
Lalu Setelah mencuci muka agar tidak terlihat menangis,Ai keluar dari kamar mandi,dan Ai melihat Vino yang sudah memeluk guling juga memejamkan matanya.
Air mata menetes lagi,Ai buru buru mengusapnya,Ai lalu bersiap untuk tidur dan naik ke kasur.
Mereka tidur saling memunggungi,Ai yang sudah beberapa hari ini tidur selalu di peluk Vino pun jadi merasa ada yang kurang.Ai tiba tiba menangis lagi dan Ai berusaha untuk tidak bersuara dengan menggigit bibirnya,tapi Vino tetap mendengarnya.
"Kenapa menangis,bukanya senang habis bertemu kekasih,,"
Deggg,,,hati Ai seperti di pukul sesuatu saat mendengar perkataan Vino.
"Ai sudah menyuruhnya pergi dan Ai juga menyuruhnya jangan menemui Ai lagi,sungguh tidak ada rasa yang tersisa untuknya lagi di hati Ai sedikitpun,"Vino yang melihat Ai seperti kesakitan dan sangat sedih langsung memeluknya.
"Maaf,,Maafkan saya, saya hanya cemburu,karena saya takut kamu akan kembali padanya lagi,,"Ai menangis di pelukan Vino.
"Ngga Mas,,Ai ngga ada terbesitpun punya fikiran ke sana,Ai sudah memilih Mas sebagai suami Ai,dan itu untuk selamanya,,"Vino yang mendengar perkataan Ai langsung mencium kening Ai sangat lama.
"Terimakasih,,dan Maaf karena telah menyakitimu,,"sambil mengangkat dagu Ai,lalu mengusap air mata Ai di pipinya.
__ADS_1
Setelah itu Vino mencium kedua mata Ai,dan turun lagi ke pipinya.Ai memejamkan matanya saat Vino menciuminya.
"Bolehkah Saya melakukanya,,"Ai membuka matanya lalu mengangguk.
"Lakukan Mas,,semua yang ada di tubuhku adalah milikmu,,"Mereka berdua tersenyum penuh kebahagiaanmu.
"Saya mencintaimu,kamu hanya milik saya selamanya,,"lalu Vino langsung mencium bibir Ai dengan lembut.
Ai pun mengikuti seperti yang Vino.lakukan pada Bibirnya,dan mereka ahirnya saling melu*mat dan menyes*ap bibir pasangan.
Vino cukup lama bermain di bibir Ai sampai ,samapi Ai sudah kehabisan nafas,lalu Vino melepaskan ciumanya.dan berpindah ke leher,di leher Vino.meninggalkan banyak jejak,sepertinya Vino ingin memperlihatkan kalau Ai adalah miliknya.
Ai lalu di rebahkan secara berlahan ke kasur,setelah itu Vino men*indih tubuh Ai.
Ai pun menyerahkan semua jiwa raganya pada Vino,dan Ai menikmati setiap cum**buan cum**buan Vino di badanya.
Vino melakukanya dengan lembut,Vino tidak melewatkan sejengkalpun badan Ai dari cium*anya,Ai sangat menikmatinya sampai matanya me*rem mel*ek,dan mulutnya tidak berhenti mengeluarkan suara desa*han kenikm*atan.
Sampai ahirnya Vino memposisikan miliknya di inti Ai,dan dengan pelan terus menekanya,Ai menahan sakitnya agar Vino tidak menghentikan gerakanya,sampai ahirnya milik Vino masuk semua,tanpa di sadari air mata Ai keluar tanda kebahagiaan dan lega karena telah menjadi milik Vino seutuhnya.
***Lanjut besok yah,,besok kita haredangan,,,
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih***...