Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ayu Melahirkan Anak laki laki


__ADS_3

Ayu langsung masuk ruang bersalin, dan Dokter langsung mengecek sudah pembukaan berapa, dan Ayu baru pembukaan 5,Rasa sakit juga sekarang sudah sering datang. Abang dengan setianya selalu mendampingi Ayu, Abang selalu mengusap pinggang Ayu saat sakitnya datang.


"Massss,,, sakitt,,, "


"Iya sayang,, sabar yah,, "sambil mengusap pinggang dan perut Ayu.


"Bu,,, apa Ayu akan sakit seperti ini terus, ?"tanya Abang pada Ibu mertuanya.


"Iya,, sampai pembukaan 10 Ayu akan merasa sakit, "


Abang yang melihatnya langsung merasa kasian,keringat sudah membanjiri kening Ayu.Abang juga sesekali mengusap kening Ayu yang keringatan sambil terus ada di dekatnya.


Di Jogja Bunda sedang merapikan baju baju ke dalam koper, rencananya Bunda dan Ayah akan ke kota tapi menunggu Ayah pulang kerja.setelah Abang telfon mengabari kalau Ayu mau lahiran Bunda langsung bersiap dan menelfon Ayah.


"Bun,, Ana nanti sama siapa kalau Bunda sama Ayah ke kota,, ?"Ana yang duduk di kasur sambil melihat Bunda sedang merapikan baju ke koper.


"Bukanya Vian mau datang, "


"Iya sih Bun, tapi kan kak Vian pasti ngga bisa lama di sini,, "


"Ya nanti coba tanyakan mau berapa hari, kalau Vian di sini sebentar ,Adek ikut Vian aja ke kota nanti kan Adek bisa lihat anak Abang"


"Tapi kata Dokter kan Adek belum boleh pergi pergi jauh,, gimana dong Bun,, "


"Nanti kalau Adek mau ikut Vian ke kota, Adek ke Dokter dulu, dan priksain kandungan Adek, lalu bilang Dokter kalau Adek mau ke kota dan naik pesawat, lalu minta Dokter memberikan Adek obat yang bagus buat kandungan Adek agar sehat dan kuat,, Adek ngerti kan,, "Ana lalu mengangguk dan bilang mengerti.


Lalu terdengar Suara Pintu di ketuk, Adek di suruh Bunda membukakan pintunya.


"Itu buka pintunya dulu Dek, siapa tau Vian yang datang,, "


"Kak Vian tadi telfon katanya baru mau berangkat kok,, "sambil berjalan ke arah pintu.


Ana membuka pintunya, dan saat pintu terbuka Ana langsung tersenyum senang.


Ana langsung memeluknya dengan senang.


"Kaka bohong ih,, katanya baru mau berangkat tadi,, "sambil masih memeluk.

__ADS_1


"Iya tadi kaka bilang mau berangkat itu kaka sedang nunggu taxsi mau ke sini,, "sambil tersenyum dan menciumi rambut Ana.


Lalu Ana melepaskan pelukanya dan mengajak Vian masuk ke dalam.


"Siapa yang datang De,,, eh Vian kok dah sampai,, "Bunda yang baru keluar dari kamar dan melihat Vian.


"Iya Bun, Vian naik penerbangan paling pagi, "lalu mencium tangan Bunda.


"Oh gitu,, ya udah sanah istirahat, Bunda mau lanjut ngerapiin baju ke koper,, "Bunda lalu masuk setelah Vian bilang iya.


"Bunda mau pergi kemana Yang,, "sambil masuk ke kamar.


"Bunda sama Ayah nanti sore mau ke kota kak,kak Ayu mau lahiran,sekarang sudah di rumah sakit,, "


"Oh gitu,, wah senengnya Abang sebentar lagi mau bertemu anaknya, "


Lalu Vian mengajaknya duduk di kasur, Vian ingin mengusap perut Ana.


"Sayang,,, anak Papih,, yang sehat sehat yah di dalam perut Mamih, "lalu Vian mencium perut Ana.


"Ana Ambilin minum dulu ya Kak,, pasti kaka haus,, "


Ana mengambilkan minum dan juga cemilan, lalu di bawa ke dalam kamar.


"Kak, ini minumlah, "sambil meletakan di meja.


Vian lalu bangun dan menuju sofa, lalu Vian minum satu gelas penuh sampai habis.


"Kak,, kaka mau berapa hari di sini, "sambil duduk dekat Vian dan memeluknya.


"Kaka mau 3 hari di sini,, "


"Cepet banget sih, nanti kalau kaka cuman tiga hari, berarti Ana akan sendirian dong di rumah, Ayah sama Bunda kan mau lama di kota, dan Ana takut kak, siapa yang akan temani Ana, Ana kan sedang hamil dan sering muntah dan pusing,, "Air mata Ana sampai mengalir.


"Loh kok nangis sih, jangan nangis dong sayang,kan sayang bisa ikut kaka ke kota,kok bingung,, udah jangan nangis, "sambil mengusap air mata Ana.


Sore pun tiba, Ayah dan Bunda di antar Vian dan Ana ke Bandara. setelah Bunda dan Ayah masuk ke dalam Bandara,Vian dan Ana langsung pulang.

__ADS_1


"Kak,, Ana pengin makan pizza, kita beli yuk,, "saat dalam perjalanan pulang.


"Siap sayang, ayo kita beli yang kamu mau,, "Ana pun tersenyum senang, dan menyandarkan kepalanya di pundak Vian.


Di kota, tempatnya di rumah sakit, Abang sedang menemani Ayu di ruang bersalin Ayu akan melahirkan, Abang memberikan semangat juga doa pada Ayu saat sedang mulai mengejan. lengan Abang di cengkram oleh Ayu dengan kuat sampai lengan Abang berdarah, tapi Abang tidak di rasa, karena rasa sakit Ayu dan perjuangan Ayu sungguh lebih sakit.


"Ayo Ibu,, kepalanya sudah terlihat, ikuti arahan saya ya Bu,, "kata Dokter.


Ayu lalu mengikuti arahan Dokter, dan tidak lama suara tangisan bayi terdengar sangat kencang.


"Oee,,, oeee,,, "Suster langsung membersihkan bayi Abang.


Abang langsung merasa lega, dan Ayu yang lemas hanya bisa diam.Lalu suster membantu membersihkan Ayu.


Setelah Ayu sudah bersih ,Ayu di pindahkan ke kamar rawat. dan suster membawa Anak Ayu untuk di perlihatkan pada Ayu, Abang dan Ibu.


"Wah,, gantenya cucu nenek,, "Ibu yang langsung mengambil dari tangan suster.


"Ibu nanti saya akan datang 10 menit lagi yah, akan mengajari si ibu bayi menyusui, "


"Iya sus,, trimakasih,, "


Sester pun keluar, dan Ibu meletakan dede bayi di dekat Ayu.


"Sayang,, kenapa kita buatnya bareng kok banyakan mirip kamu sih,, "kata Abang saat melihat wajah dede bayi.


"Mass,, apa sih, ada Ibu,, "Abang hanya tersenyum.


"Lihat hidung dan bibirnya ikut kamu semuanya,, "


"Udah jangan ribut,, besok kalau ini dede udah besar bikin lagi, siapa tau mirip kamu Ki,, "kata Ibu sambil senyum.


"Tapi kalau masih mirip Ayi gimana dong Bu,, "


"Ya terus aja bikin,, sampai dapet yang mirip kamu,, "


"Ibu sama Mas ngomong apaan sih, ini aja baru lahir, Ayi masih rasain sakit, udah ngomong tambah,, "Abang dan Ibu tertawa bersama mendengar omongan Ayu.

__ADS_1


"Makasih ya sayang, kamu telah memberi Mas anak yang sangat ganteng dan tidak kekurangan suatu apa pun,, "sambil mencium kening Ayu, Ayu hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2