Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Menutupi Tanda Merah


__ADS_3

Sekitar jam 7 malam semua keluarga Ayah sedang menikmati makan malam, mereka sambil membicarakan acara pesta pernikahan.


Ayah juga meminta Ayu untuk banyak istirahat dan tidak boleh cape, karena acara pesta sebentar lagi.


Selesai makan malam,Abang menemani Ayu untuk istirahat, sedang Ayah, Bunda dan Ana menonton tv dulu sambil bersantai.


"Mas,, udah Ayu ngga usah di temani, Ayu berani kok sendiri juga, takutnya Ayah pengin ngobrol sama Mas,, "setelah masuk ke kamar.


"Ngga papa Mas temani, besok juga masih bisa kok ngobrolnya,, udah sayang istirahat gih,, "sambil membantu menyelimuti Ayu Abang berbicara.


"Mas,, Ayu boleh tanya ngga,?"


"Tanya Apa,, "


"Dulu Mas sama Diah sedekat apa sih, sepertinya kalian sangat dekat, sampai ke keluarga Mas aja Diah sudah sangat akrab,? "Abang lalu memeluk Ayu sambil tiduran bersama.


"Ya kita memang bisa di bilang dekat,tapi Mas juga kadang selalu menghindarinya, karena fikir Mas perempuan itu selalu bikin ribed,dan Diah itu sangat cerewet ,membuat Mas kadang pusing mendengarkan ocehanya,, "


"Tapi Ayu lihat sepertinya Diah suka loh sama Mas,, "


"Ya ngga mungkin lah Yang, orang kita itu temenan dari kita masih kecil, "


"Tapi tatapan mata Diah ke Mas beda tau,, "


"Masa sih,, biarin aja lah, Mas juga ngga peduli,, lagian Mas sekarang sudah punya istri yang cantik dan perhatian lagi,, "sambil mencium kening Ayu. Ayu lalu tersenyum senang.


"Tidur gih, sudah malam,, "


"Tapi Ayu pengin Mas,, "


"Pengin apa,,? "


"Pengin ini,, "kata Ayu sambil wajahnya mendongak tapi tanganya mengusap milik Abang.


"Apa sudah ngga pusing lagi kepalanya,,? "Ayu menggelengkan kepalanya.


"Udah sembuh kok,, "


"Serius nih,, kalau Mas sih mau aja, tapi nanti kalau tiba tiba kepalanya pusing bilang yah, biar Mas ngga terusin, "


"Iya,, "kata Ayu sambil tersenyum.

__ADS_1


Abang mulai dengan menarik dagu Ayu, lalu mencium bibirnya, setelah itu Abang menindih Ayu, dan Abang mulai menciumi seluruh wajah Ayu, dan lanjut ke leher.Di leher Abang memberikan tanda kepemilikanya cukup banyak,dan Ayu sangat menikmatinya.


Samapi ahirnya Abang memposisikan miliknya pada Inti tubuh Ayu setelah memberikan rangs**angan rangs**angan pada Ayu. di jogja hawanya sangat dingin, membuat dua manusia yang sedang menikmati surga dunia sangat menikmatinya.


15 menit kemudian suara tanda kenikmatan pun terdengar dengan merduanya, Abang dan Ayu seperti sedang menyanyikan lagu kemenangan.


Mereka berdua terkapar lemas setelah menyelesaikan pertempuran.


"Makasih Sayang,,, pusing ngga,,? "


"Ngga kok Mas,, "sambil nafas Ayu yang belum teratur.


Setelah beristirahat, Abang mengajak Ayu untuk bersih bersih dulu sebelum tidur. selesai bersih bersih mereka berdua langsung bersiap tidur.


Pagi harinya Ayu bangun dan langsung ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.


Setelah selesai Ayu mengambil suiter lalu keluar dari kamar menuju dapur. Ayu mau membantu Bunda membuat sarapan.


"Bun apa yang bisa Ayu bantu,, "saat sudah masuk ke dapur.


"Sayang ngga usah bantu, biarin Bunda aja yang ngerjain, Ayu nanti kepalanya pusing lagi istirahat aja yah,, "


"Ngga papa Bun,, Ayu sudah sembuh kok, Ayu bantu ya Bun,, "


"Iya Bun,, "jawab Ayu, lalu Ayu mengikat rambutnya agar tidak mengganggunya saat memasak.


Bunda tersenyum saat melihat di leher Ayu banyak tanda kepemilikan Abang. Setelah selesai memasak Ayu membereskan dapur, sedang yang menata di meja Ana yang melakukanya.


Ayu juga tidak lupa membuatkan kopi su*su untuk abang.sedang Ayah di buatkan teh manis hangat.


"Bun,, Ayu mau mandi dulu yah,, "


"Iya sayang,, "jawab Bunda, lalu Ayu masuk ke kamar.


Saat masuk ke kamar Abang belum bangun, lalu Ayu membangunkanya.


"Mas,, Ayu mandi dulu yah,, "setelah membangunkan Abang.


"Iya,, nanti kalau sudah selesai mandinya tolong isikan air hangat buat Mas mandi ya,,"


"Iya Mas,, "Ayi lalu mandi dan mencuci rambutnya.

__ADS_1


Selesai Ayu mandi, sekarang giliran Abang yang mandi, karena hari ini keluarga Vian dan orang tua Ayu akan datang dari kota, jadi harus bersiap cepat.


Saat Ayu mengeringkan rambutnya sambil menyisir, Ayu melihat ke arah lehernya dan ternyata banyak sekali tanda merah buatan Abang. Ayu membuang nafasnya dengan kasar ,mau marah juga percuma karena sudah ada di leher.


Ayu lalu menutup lehernya dengan rambut agar tak terlihat tada merahnya. setelah itu Ayu menyiapkan baju buat Abang pakai.


"Mas,, ini bajunya yah, Ayu mau keluar duluan, Mas jangan lama lama,, "


"Iya sayangg,, "jawab Abang, dan Ayu lalu keluar dari kamar.


Saat sampai di meja makan, ternyata ada tamu, dan tamunya adalah Diah, Diah sedang mengobrol dengan Ayah dan Bunda.


"Sayang,, Abang mana,,? "tanya Bunda.


"Mas Kiki baru selesai mandi Bun,,"jawab Ayu.


"Hai,, pagi Yu,, "kata Diah.


"Pagi juga Di,, dah lama datangnya,, "


"Belum,, baru kok,, "


"Bun,, Ana udah lapar, ayo makan duluan, nunggu Abang lama,, "


"Ya udah ayo makan, itu Abang sudah keluar,, "kata Bunda menujuk ke arah Abang.


"Pagi semua,, maaf telat, ayo kita makann, "kata Abang sambil duduk.


Lalu semuanya pun makan bersama, dan juga Diah ikut makan. saat Abang melihat ke arah Ayu, Abang merasa risih melihat rambut Ayu yang sedang makan tidak di ikat.


Lalu Abang bangun dari duduknya dan langsung mengambil rambut Ayu untuk di iketnya.


"Mas,, kamu mau apa,,? "tanya Ayu saat Abang mengumpulkan rambutnya .


"Kalau makan rambutnya di iket dulu, biar ngga ganggu,, "


"Ngga usah mas,,biar rambutnya begini aja, "yang ada di meja makan pun melihat ke arah Abang dan Ayu.


"Udah diem,, Mas ngga suka lihatnya,, "kata Abang karena Ayu bergerak gerak terus.


"Abang,, kak Ayu itu sengaja rambutnya di gitu kan, karena Kak Ayu mau nutupin lehernya yang pada merah,, "kata Ana.

__ADS_1


**Gimana reaksi Diah dan gimana Ayu menahan malu,, lanjut besok yah.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih**..


__ADS_2