
Aku langsung membuang muka dan memundurkan badanku agar sedikit lebih menjauh, Aku juga takut Kalau Nana men dengar detak jantunggku.
Dan Nana dengan kecanggunganya langsung merapikan kotak obat dan membawanya ke tempat semula. Aku hanya melihat pergerakanya seperti yang salah tinggkah ,Aku pun tersenyum tanpa dia tau.
"Mas Nana permisi dulu, mau kekamar, "katanya sambil berjalan menunduk.Aku hanya menjawab IYA.
Aku menikmati secangkir coklat hangat sambil nonton tv.Dan jam sudah menujukan pukul 12 malam, ahirnya Aku matikan tv dan langsung menuju kamar untuk tidur.
"Ayahhh,,, bangun udah siang.kata Nenek suruh keluar karena Om Anton sudah datang,! "Aku langsung bangun saat mendengar nama Anton yang sudah datang.Sedang anaku seperti biasa membangunkanku dengan menaiki badanku.
"Iya,, Ayah bangun, bilangin Nenek Ayah mau cuci muka dulu yah, "
Lalu anaku keluar dari kamarku, dan Aku melihat jam ternyata sudah jam 10 siang, Aku langsung menuju ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
"Hai Ton,,,mau jemput Nana,? "tanyaku sambil duduk di sebelah sofa yang Anton duduki.
"Iya lah,,, mau jemput siapa lagi kalau bukan jemput Istriku, sudah kangen banget sehari saja ngga bertemu denganya, "Aku hanya tersenyum mendengarkan ucapan Anton.
Aku melihat Nana yang baru keluar dari kamar anaku, sepertinya Anton membawakan baju ganti buatnya, karena Nana sudah menggunakan baju lain.
"Sudah siap Sayang,Ayo kita pulang?"Saat Nana sudah mendekat pada Anton.
"Sudah Mas,, tunggu bentar ya Mas, mau pamitan sama Ibu, "kata Nana. Sambil masuk ke dapur.
"Ibu,, Nana pulang dulu yah, "
"Oh udah mau pulang, ini ikan gorengnya di bawa yah,dan kapan kapan harus main ke sini lagi loh, "sambil memberikan kotak makanan yang berisi ikan goreng.
"Iya Bu makasih ikanya, dan besok besok kalau ada waktu pasti Nana main ke sini Bu, "Sambil memeluk Ibu.Setelah itu Nana langsung ke ruangan depan lagi.
"Tante Kiki ikut,,, "sambil memeluk kaki Nana anaku berkata.
__ADS_1
"Kiki,,, besok kita main ke rumah tante yah, sekarang tantenya mau pergi dengan Om Anton dulu, sinih Kiki sama Ayah dulu,"sambil ku gendong anaku.
"Kiki ngga boleh nangis dong, besok tante main lagi yah, dah jangan sedih, "sambil mengusap air mata anaku.
"Om pinjem tantenya yah, besok Om anterin lagi ke rumah Kiki, "sambil mengusap rambut anaku.
Anaku pun ahirnya diam, dan membolehkan Nana untuk pulang, Aku dan anaku mengantar sampai mereka masuk mobil dan setelah melaju kita masuk ke dalam.
.
.
.
Nana POV
"Kemaren gimana di taman Rianya Sayang, pasti rame yahh,,? "sambil menyetir suamiku bertanya.
"Iya Mas,, rame banget,"
"Kiki anaknya nurut Mas sama Nana, mungkin karena Kiki kurang kasih sayang seorang Mamah dan Nana suka anak anak jadi kita cocok Mas, "ucapku
"Sayang Apa kamu mau jadi mamahnya Kiki,?"Aku langsung menatap ke suamiku.
"Maksudnya Kiki kita angkat jadi Anak, "Aku langsung lega mendengar perkataan Suamiku.
"Ngga usah lah Mas ngga enak sama Mas Al juga sama Ibu,Mendingan kalau Mas ngebolehin Nana mau mengadopsi bayi di panti asuhan aja, gimana,? "
"Kita bicarakan saja nanti di rumah yah Sayang.Ibu juga ada di rumah sekarang, soalnya Ibu kangen sama kamu katanya, "Aku hanya tersenyum samar. Mana mungkin Ibu kangen padaku yang ada pasti mau menceramahiku.
Ahirnya kita sampai juga di rumah, Aku dan Suamiku langsung masuk ke dalam, dan di dalam rumah Ibu sedang duduk di sofa sambil nonton tv.
__ADS_1
"Siang Bu, gimana kabar Ibu, "lataku sambil mencium tangan Ibu.
"Baik,,, "jawabnya sambil menarik tanganya.
"Mas,, Nana mau masak dulu yah untuk makan siang, "kataku sambil masuk ke dapur.
"Istirahat aja dulu Sayang,takut cape, "kata Suamiku yang ikut menyusulku ke dapur.
"Ngga papa Mas, ngga cape kok, ini udah ada ikan goreng dan buat temenya Nana mau tumis buncis aja, "kataku. Suamiku pun mengangguk.
"Ya udah kalau gitu, Mas mau ke kamar, "lalu Suamiku mencium keningku.
Setelah Suamiku pergi Aku mulai membersihkan buncisnya. Ibu lalu masuk ke dapur dan mendekatiku.
"Mau masak apa kamu Na,? "
"Ini bu tumis buncis, "kataku.
"Hanya Itu aja, kamu tuh harusnya makan makanan yang banyak gizinya biar rahim kamu subur dan cepat punya anak, ngga hanya buncis aja yang kamu makan, gimana Anton mau dapet keturunan kalau kamunya aja ngga usahain cepat hamil, "sambil bicaranya Ibu naik satu oktaf, Aku hanya bisa diam dan menahan sesak.
"Jangan jangan kamu emang beneran mandul yah, besok kamu harus periksakan rahim kamu, biar tau hasilnya. Kalau kamu memang mandul kamu harus siap siap di madu atau kamu pisah aja sama Anton karena kamu ngga ada gunanya, "Aku langsung berhenti memotong bucis saat Ibu berbicara seperti itu.Air mataku tiba tiba mengalir tanpa bisa berhenti.
"Ibu,, Ibu itu bicara apa sih, Ibu jangan ngomng seperti itu Bu, itu nyakitin Nana, "Suamiku tiba tiba datang dan ikut bicara.
"Loh buat apa wanita mandul di pertahankan sih Ton, Semalem Ibu sudah bilang kan padamu, kalau Kamu mau Ibu jodohkan dengan Anak teman Ibu, biar kamu punya keturunan,dan untuk Nana ya kalau ngga mau di madu ya kalian pisah aja, bereskan,,, "
"Ibuuu,,, Ibu mau tau yang sebenarnya hah, Nana Itu ngga mandul tap,, "
"Mass,, udah cukup, jangan di teruskan, ngga baik Mas bertengkar dengan Ibu, "kataku yang langsung memeluk Mas Anton.
"Kamu berani ya Ton bentak bentak Ibu, tega kamu yah mau jadi anak durhaka kamu yahh hahh.... "
__ADS_1
"Udah Bu,, maafin Mas Anton, dan maafin Nana juga, besok Nana akan periksakan rahim Nana biar Ibu bisa cepat punya cucu dari Mas Anton, "kataku sambil mendekat ke Ibu dan memegang tanganya agar tenang. tapi Ibu mengibaskan tanganku dan langsung pergi ke kamar yang emang kusus untuk Ibu tempati kalau ke sini.
Trimakasih untuk kaka yang suka ceritaku, jangan lupa untuk like, komen serta votenya ya kak...