
"Apa,,, Istri. kamu kapan nikah ..?!kamu anggap Ibu apa, sampai menikah pun kamu ngga kabarin Ibu,,, "suara Ibu sudah naik dua oktaf.
"Maaf Bu,, bukanya Anton ngga pengin ngabarin Ibu,, tapi karena Anton takut Ibu ngga merestui kita, jadi kita nikah tanpa memberi tau Ibu dulu,, "kataku sambil mendekati Ibu, setelah Vina Aku suruh duduk dulu.
"Bukanya kamu kasih tau Ibu baru cerai sama Nana sekitar 2 bulanan yang lalu, tapi kenapa Istri kamu sekarang sudah hamil besar,, jangan bilang kamu selingkuh ya Ton,, Ibu ngga pernah ngajarin kamu untuk berbuat keji seperti itu,, "
"Maafin Anton Bu,, di sini memang Anton yang salah,, tolong Ibu dengarkan Anton bicara, setelah itu Ibu mau marah sama Anton atau mau apain Anton terserah,, tapi Ibu tolong dengarkan penkelasan Anton dulu,, "Kataku sambil Aku menggengam tangan Ibu.
"Anton dan Nana sebenarnya sudah bercerai dari satu tahun yang lalu Bu,, saat Anton akan di tugaskan kerja di daerah sebrang, tapi Anton dan Nana baru bercerai secara agama,, setelah Itu Anton di sana bertemu Vina, Anton dan Vina juga baru menikah secara agama karena Anton belum resmi bercerai dengan Nana secara negara tapi sekarang semuanya sudah beres,perceraiyan Anton dan Nana sudah resmi di mata hukum dan agama. sekarang Anton menunggu Vina lahiran baru kita nikah resmi,dan tolong Ibu restui Anton dengan Vina,, agar keluarga Anton bahagia selalu,, "
"Kenapa kamu bercerai dengan Nana, bukan kah kamu sangat mencintainya, apa kamu sudah sadar kalau Nana itu mandul, dan kamu baru berfikir ingin mempunyai keturunan,, "Aku menggelengkan kepalaku.
"Bukan masalah Nana yang belum hamil juga Bu,, tapi karena kita sudah tak sejalan lagi, dan Nana juga sekarang sudah menikah lagi, bahkan Nana sudah punya anak dari suaminya yang sekarang, jadi tuduhan Ibu bilang kalau Nana itu mandul, itu salah,"kataku.
"Sekarang jangan bicara soal Nana lagi ya Bu,, karena sekarang istri Anton adalah Vina, dan Vina sedang hamil anak Anton,jadi Anton ingin Ibu jangan terlalu menekan Vina ,karena Vina sebentar lagi mau lahiran, takut Vina jadi banyak fikiran,, "
"Maksud kamu apa Anton,, kamu ingin bilang kalau Ibu orang jahat gitu,,!"
"Bukan gitu Bu maksud Anton, Anton hanya ingin Ibu menyayangi Vina seperti anak Ibu sendiri, karena Vina butuh dukungan, karena Vina sebetar lagi akan melahirkan,, "
"Keluarga Vina di mana,, dan Ibu ngga mau yah punya menantu yang ngga jelas asal usulnya, "Aku melihat ke arah Vina yang sepertinya ketakutan.
"Bu,, udah kita bicaranya lanjut nanti yah,, Ibu pasti belum makan malam kan,, ayo kita makan dulu, Vina sudah masakin kesukaan Ibu loh,, "kataku sambil bangun dari duduku.
__ADS_1
"Ayo dek ajak Ibu ke meja makan,, kita makan aja dulu,, "lalu Adek iparku mengajak Ibu masuk, dan Aku mendekati Vina yang masih diam duduk di sofa.
"Ayo kita makan,, "kataku sambil duduk di Sebelahnya, Aku tau pasti Vina sangat takut sekarang.
"Jangan takut,, Mas akan selalu ada buat kamu dan anak kita,, "sambil ku usap kepalanya. Saat ku genggam tanganya, tangan Vina sangat dingin.
"Ayo makan,, kasian dede di dalam pasti sudah lapar,, "sambil Aku bantu untuk bangun.
Sampai di meja makan Aku dan Vina langsung duduk dan makan bersama Ibu dan adek iparku.
"Enak juga masakanya,, yang masak ini semua siapa,,? "
"Vina yang masak Bu,, di bantu sama Bi Atun,, "Aku yang menjawab.
"Ii, ya Bu, Vina akan hati hati,, "
"Anton bilangin sama istrimu itu,, suruh jangan mengerjakan lagi kerjaan rumah, di sini sudah ada yang kerja kan,buat apa di gajih kalau kalau ngga kerja,, "
"Iya Bu,, Vina aja sudah ngga ngerjain kerjaan kok,, ini aja Vina masak karena Ibu akan datang, jadi Vina ingin masakin buat Ibu,, "
"Bu,, udah yah makan aja dulu,, nanti setelah makan kita bisa ngobrol lagi,, "kataku lagi saat Ibu mau berbicara.
Kitapun melanjutkan ahirnya makan dengan tenang sampai selesai.
__ADS_1
"Ibu mau tidur sini apa pulang Bu,, kalau Ibu mau nginep ,Tedi mau pulang sekarang. soalnya nanti kalau lama di sini kemalaman, dan kasian Tiwi di rumah Bu kalau Tedi pulangya malam,, "kata adek iparku.
"Iya Bu,, nginep sini aja, besok Anton akan antarkan kalau Ibu mau pulang,,"kataku.
" Ngga,Ibu mau pulang aja,, besok soalnya mau ada arisan, Ibu ke sininya nanti kalau istrimu melahirkan saja,, "Aku hanya mengangguk.
"Itu Vina sudah USG belum Ton,,? "tanya Ibu.
"Sudah Bu,, dan anak Anton laki laki,, "kataku sambil ku usap perut Vina.
"Oh sukur lah laki laki,, adek mu kan anaknya cewe jadi cucu Ibu nanti sudah sepasang,, "
"Oh Iya, tadi Ibu bertanya di mana keluarga Vina,, dan Vina orang mana,,? "saat Aku akan menjawab Ibu langsung bicara lagi.
"Anton,,, Ibu ingin Vina yang bicara, jangan kamu yang jawab,, "Aku pun langsung diam karena Ibu sudah melotot. Dan Vina menatapku Aku pun mengangguk.
"Vina yatim piatu Bu,, orang tua Vina meninggal kecelakaan,motor Ayah Vina di tabrak oleh truk, dan saat itu ibu juga sedang bersama Ayah, jadi mereka berdua meninggal di tempat, saat itu Vina masih Tk dan saat kecelakaan itu Vina sdang sekolah.setelah orangtua Vina meninggal , Vina di besarkan di panti asuhan.karena orang tua Vina ngga punya sodara,,"Ibu hanya diam mendengarkan perkataan Vina.
"Ya sudah,, Ibu merestui kalian. bangunlah keluarga yang harmonis dan bahagia, Ibu tak akan ikut campur masalah rumah tangga kalian. Ibu dulu selalu menuntut pada Nana untuk cepat punya anak ,tapi Tuhan tak kunjung memberikan pada kalian, munggkin karena kalian hanya jodoh sesaat, semoga pernikahan kamu sekarang akan sampai kalian tua,,,"kata Ibu sambil mengusap air matanya yang menetes.
"Kalau kamu ke temu Nana, tolong bilangin padanya Ibu minta maaf karena dulu sering kasar padanya,, Ibu sekarang sungguh menyesal, Ibu juga ingat bahwa Nana juga sudah ngga punya orang tua,, "Aku mendekati Ibu.
"Makasih Bu atas restu Ibu,, iya nanti akan Anton sampaikan pada Nana permintaan maaf Ibu,, "kataku sambil memeluk Ibu.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimaksih..