Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
HP Nana Hancur


__ADS_3

Hari pun berlalu,,dan juga bulan,, sekarang adalah jadwal Aku untuk periksa kandungan. saat ini Aku sedang menunggu Mas Al pulang kerja, karena setelah pulang kerja dan Mas Al istirahat sebentar lalu Aku dan Mas Al mau pergi ke Dokter.


Sekitar jam setengah 6 sore ahirnya Mas Al pulang, Aku menyambutnya di depan pintu, dengan perut yang sudah sangat besar dan badanku sangat gendut, membiatku sedikit susah berjalan.


"Sore Bunda,, sore anak Ayah,,, "sambil mencium keningku lalu pindah ke perutku, itulah yang setiap Mas Al lakukan kalau mau berangkat kerja atau pulang kerja, selalu menciumku juga dede bayi.


"Sole juda Ayah,,, "kataku meniru suara anak kecil.


"Bunda sudah wangi banget, udah siap emangnya mau pergi ke Dokternya,? "tanya Mas Al sambil kita masuk ke kamar.


"Sudah,, tinggal nungguin Mas,, Mas mandi dulu apa mau istirahat dulu, kalau mau istirahat dulu Bunda bikinin teh manis hangat yah,,, "sambil kita duduk di kasur, dan Mas Al membuka bajunya.


"Mas mau rebahan dulu bentar ya Bun,, tapi Bunda ngga usah bikinin Mas minum, udah Bunda duduk aja jangan jalan jalan terus takut kecapean nanti,, "Aku hanya tersenyum, karena sekarang Mas Al selalu cerewet dan selalu melarangku ngapa ngapain, sekarang yang lebih banyak gerak kalau di rumah ya Mas Al, Aku hanya di suruh diam dan duduk.


Setelah pukul 7 malam kita pun berangkat ke dokter, Mas Al membawa mobil sangat pelan, katanya biar dede bayi nyaman di mobil.


"Mas ini Nana periksa kehamilan yang masuk ke sembilan loh,,, "kataku.


"Wah,,, serius Bun, jadi kita nanti pulang periksa boleh belanja kebutuhan buat dede bayi dong Bun,,? "Aku menganggkuk.


"Tapi kemalaman ngga yah Bun,, takut kemalaman ngga baik untuk Bunda, gimana kalau hari sabtu apa minggu, inikan hari kamis, gimana,,, ?"


"Nana ngikut aja kapan enaknya,, "


"Bunda ngga marah kan kalau ngga sekarang,, "Aku menggeleng sambil bilang Ngga.

__ADS_1


Sampai di rumah sakit kita berdua turun dari mobil ,setelah mobil berhenti di parkiran rumah sakit, Mas Al menggandengku dan Mas Al menyuruhku jalanya pelan pelan saja.


Saat di ruangan Dokter, kita yang sudah mendaftar lewat telfon, jadi kita tidak lama menunggu sudah di panggil.


"Malam Ibu Nana ,Malam Bapa Al,, silakan duduk,, "kata Dokter Maya, kita sudah kenal karena setiap bulan periksa selalu dengan Dokter Maya.


"Malam juga Dokter,,, "kataku. Aku dan Mas Al pun duduk.


Dokter Maya langsung menanyakan padaku apa ada keluhan atau yang lainya. setelah itu baru Aku di suruh untuk tiduran karena akan dilakukan USG.


"Wah Ibu Bapa itu bayinya aktif banget yah,, sepertinya sangat cantik nanti kaya ibunya,"Aku dan Mas Al melihat ke arah monitor kita berdua pun tersenyum senang saat melihatnya.


Setelah selesai Aku di bantu Mas Al untuk duduk lagi ke bangku.


"Dan kalau sudah masuk bulan akan lahiran, di usahakan Bapanya sering tengok dedenya, biar dedenya bisa cepat keluar yah,, "Aku dan Mas Al saling pandang, Mas Al tersenyum padaku tanda senang.


Selesai periksa dari Dokter Mas Al menanyakan padaku mau ke mana lagi, tapi Aku tidak mau, rasanya sudah ngap lama lama duduk, rasanya Aku pengin rebahan saja.


Sampai rumah Aku menuju kamar, sedang Mas Al sedang ke dapur mengambil minum.


"Mas,, nanti kalau Nana lahiran Mas harus temani yah,, Nana makin ke sini kok makin takut,, "saat kita sudah di atas kasur sedang rebahan, dan saling peluk.


"Iya,, itu pasti, Mas akan temani Bunda untuk kita bertemu putri kita yang pastinya cantik kaya Ibunya,, "


"Bunda ngga usah takut, Bunda berfikir aja kalau Bunda akan bertemu dede dan berjuang untuk melahirkanya, "kata Mas Al lagi.

__ADS_1


"Iya Mas,, semoga di beri kelancaran ya Mas saat Bunda melahirkan nanti,,, "


"Aminnn,,, "sambil mas Al mencium keningku dan mengusap perutku.


"Bun,,besok Bunda mulai catat keperluan untuk dede bayi yah,, biar besok saat kita belanja tidak bingung,, "


"Iya Mas besok Nana akan mencatatnya,, "saat Aku dan Mas Al mengobrol hpku bunyi tanda pesan masuk, karena susah mengambil hpku, Mas Al yang mengambilkanya.


Saat Aku baca pesan dari Mas Anton, ternyata Mas Anton bilang sudan tranfer 10 juta untuk biyaya Aku nanti lahiran,tanpa di duga Mas Al langsung merebut hpku lalu bangun dari tiduranya dan melemparnya hpkj ke tembok, sampai ahirnya hpku pun hancur brantakan.


"Mass,,,,,"teriaku yang kaget. Dan Mas Al keluar dari kamar dan menutup pintu dengan kencangnya.


Aku langsung menangis, Aku bukan menangisi hpku yang hancur, tapi kenapa Mas Al sangat kasar begitu, kenapa tidak tanya atau apa lah begitu padaku.


Aku tunggu Mas Al di kamar sampai satu jam,padahal tadinya Aku sudah mengantuk, tapi karena Mas Al tidak masuk masuk Aku pun tidak bisa tidur.


Aku pun memutuskan ke luar kamar, dan mencari Mas Al, Saat Aku buka pintu kamar Mas Al ternyata Amada di ruang tv, Aku pun mendekatinya.


"Mas,,,, sudah malam, ayo tidur Nana ngga bisa tidur,,, "Mas Al hanya diam.


"Maaf kalau Nana ada salah, tapi Nana rasa Nana ngga bikin kesalahan,, tapi tetap Nana yang minta Maaf,, "


"Apa kamu fikir Aku ngga punya uang untuk biyaya kamu lahiran, apa kamu sebegitu takutnya sampai meminta uang pada Anton,,, "ya Tuhan, ternyata Mas Al marah soal tranferan dari Mas Anton.


Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasihhh...

__ADS_1


__ADS_2