
Ayah, Bunda, Abang dan Ayu sedang makan malam di rumah, sedang Alana tadi telfon pada bunda kalau sedang makan di luar bersama Vian.
"Kak,, kita pesan makanan yah, Ana lapar,"kata Ana yang sekarang sedang duduk di sofa, sedan Vian tiduran sambil kepalanya di pangkuan Alana.
"Iya sayang, pesan aja ini pakai hp Kaka,, "sambil memberikan hpnya pada Alana.
Alana pun pesan makanan menggunakan hp Vian, sedang Vian sedang melihat hp Alana dan membuka Wa nya, Vian melihat isi percakapan.
"Yang teman kamu yang namanya Edo suka kamu yah,,? "
"Ngga kok,, kenapa memangnya,, "
"Nih dia kirim pesan, katanya dah kangen,kamu kelamaan di kota katanya,, "Alana langsung kaget dan melihat ke hpnya, dan benar saja Edo bilang kangen.
"Kan namanya kangen ngga mesti sama pacar doang ,sama temen juga kan bisa bilang kangen,, "Alana sedikit mengademi Vian.
"Tapi sayangnya Kaka ngga percaya kalau Edo kangen kamu sebagai teman, dari tulisan pun sudah beda,,! "sambil bangun dari tiduranya dan menatap tajam Alana.
"Terserah Edo lah Kak kalau dia suka Ana atau ngga, yang penting Ana sukanya sama Kaka, Cup,,, "kata Alana sambil mencium bibir Vian sekilas biar mereda emosi Vian.
"Ana,, kamu tuh mancingin kaka yah, dari tadi kaka dah tahan agar tidak macam macam loh,, malah kamu mancing mancing,, "
Alana yang takut dengan tatapan Vian yang kelihatan menuntut,langsung bangun dan berjalan ke arah dapur.cara Alana meredam emosi Vian ternyata salah.
Vian pun tak tinggal diam, Vian langsung menyusulnya dan saat Alana tertangkap Vian langsung menggendongnya ke kamar.
"Kaka,, turunin, Ampun kak,,, "teriak Alana sambil terus meronta.
"Ngga ada ampun bagi yang sudah memancing singa yang sedang diam,, "Kata Vian sambil terus berjalan ke kamar.
Sampai di kamar Alana di jatuhkan di kasur,Vian langsung menindihnya, Alana langsung berontak tapi Vian tidak membiarkanya lolos.
__ADS_1
"Diam lah Na,, "kata Vian sambil memegang pipi Alana dengan kedua tanganya.
Lalu Alana pun diam dan tidak berontak lagi.
"Besok kan Ana mau pulang ke jogja, jadi biarkan malam ini Kaka habiskan waktu berdua dengan Ana, sebentar aja jadi diamlah,, "kata Vian.
Alana pun ahirnya diam, dan Vian mulai menciuni Alana, dari kening ,kedua matanya, kedua pipinya dan bibirnya.
Lalu ciuman itu turun keleher, Alana hanya bisa memejamkan matanya sambil tanganya mencengkram rambut Vian.
Alana merasakan geli tapi nikmat karena lehernya di jilati dan di ciuminya oleh Vian.
Lalu Vian meremas dada Alana dari luar baju, dan Alana pun mengeluarkan suara merdu dari mulutnya, itu justru memancing gair*ah Vian.
Benda keras milik Vian pun sudah menegang,karena kaki Alana terbuka lebar membuat benda keras milik Alvin pun posisinya sangat pas berada di inti tubuh Alana.
karena mereka masih menggunakan celana lengkap, membuat Vian hanya menggesekanya saja.
Alana yang makin merasakan enak, hanya bisa memejamkan mata sambil mulutnya mengeluarkan des*ahan.
"Yang,,, begini aja udah buat Kaka merasa nikmat, apa lagi kalau kita melakukanya, pasti sangat sangat nikmat ini,, "sambil berbisik di telinga Alana dan juga Vian sambil menekan pinggulnya.
"Kak,, udah yah, kita takut kebablasan,, "kata Alana.
"Iya tunggu sebentar lagi,, punya Kaka mau keluar,, "sambil menggesek gesekanya.
Lalu 5 menit kemudian Vian langsung lari ke kamar mandi untuk bersolo ria, sedang Alana merapikan bajunya yang sudah berantakan, saat Vian masih di kamar mandi, pengantar makanan pun datang, Alana langsung membuka pintu dan membayarnya.
Alana menyiakan makanan dimeja, sertelah 10 menit Vian pun keluar dari kamar mandi.
"Kak ayo makan,,"kata Alana.
__ADS_1
"Iya,, kamu pesen ayam kriuk,, "Alana mengangguk.
Lalu mereka berdua pun bersama, dan selesai makan Vian dan Alana memutuskan untuk pulang.
"Besok kaka antar ke bandara ngga,, ?"saat di atas motor yang berjalan.
"Kayanya ngga deh, soalnya Kaka mau ke kantor pagi, mau bantu Papih. Karena ada proyek baru,, "
"Oh gitu,,, ya udah ngga papa,, yang penting Kaka harus selalu kirim pesan pada Ana, walau sesibuk apa pun,, "
"Iya sayang,,, itu pasti,, "jawab Vian.
Lalu Motor pun langsung melaju cepat menuju rumah Alana.
Sedang kan di rumah, Abang dan Ayu yang sudah di kamar ,mereka berdua ada sedikit grogi.
Abang duduk di sofa sambil memainkan hpnya,sedang Ayu duduk di kasur juga memainkan hpnya. mereka berdua hanya saling diam saja, sesekali Abang melirik ke arah Ayu.
"Mau ke mana,,? "tanya Abang saat Ayu bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar.
"Ayu mau ambil minum Mas,, di dapur, "jawab Ayu, Abang pun mengangguk.
Lalu Ayu pun keluar dari kamar dan menuju di dapur, saat di dapur ruanya ada Bunda yang juga sedang minum.
"Eh Ayu,,, mau ambil apa sayang,,? "tanya Bunda.
"Mau ambil minum Bun,, "jawab Ayu.
"Oh minum,, ambil gih yang banyak sekalian, biar ngga bolak balik ke dapur nanti,, "
Bunda yang masih melihat Ayu memakai baju rumahan, Bunda pun langsung berfikiran kalau mereka berdua belum ngapa ngapain. lalu Bunda menyuruh Ayu untuk menunggu di dapur karena Bunda mau mengambil sesuatu. Ayu pun menurut.
__ADS_1
"Yu,, ini Bunda punya baju tidur yang belum Bunda pake, ini buat Ayu dan nanti sampai di kamar langsung pake yah,, ini baju biar Abang makin cinta sama Ayu loh,, "kata Bunda sambil memberikan bajunya, Ayu pun berterimakasih lalu masuk lagi ke kamarnya.
Jangan lua like komen dan votenya trimakasih,,,