
"Hayyy,,, Sayang apa kabar,, "Aku hanya diam, Mas Anton makin mendekat dan akan memeluku, tapi Aku mundur dan menolak pelukanya.
"Silakan masuk,, "kataku sambil menghindar.
"Siapa Bun,,, "Mas Al keluar sambil masih menggendong dede Alana. Mas Al pun terlihat kaget saat melihat Mas Anton yang datang.lalu mendekat pada Mas Al.
"Hayy Al,, ini dedenya?,, wah cantiknya anak Papah,,siapa Namanya,? "sambil mengusap usap pipi dede Alana.
"Hemmm,, iya.Namanya Alana,,, "
"Boleh Aku gendong ngga Al,, "Mas Al melihat ke arahku dan Aku mengangguk pelan.
Lalu Mas Al memberikan Alana pada Mas Anton, Mas Anton sangat kaku karena dia belum bisa menggendong bayi, pernah sih Mas Anton gendong anak dari adeknya, tapi itu hanya sesekali aja.
Katena Mas Anton masih kaku dia pun ahirnya duduk. tapi saat berapa menit Alana menangis dengan kencangnya.
Oeeee,,, oooeee,,,
"Sutt,, suttt,, napa anak Papah kok nangis,, Papah gendongnya ngga enak yah,, "sambil mengayun ayunkanya.
"Sinih Mas,, mungkin dedenya mau nen dulu,, "Aku pun mengambil Alana dari gendongan Mas Anton.
Saat Aku akan memberi nen dan duduk di sofa, Mas Al melarangku.
"Bun,,, Alana kayanya mau tidur, nenya di kamar aja biar enak dede Alananya,, "Aku pun menurut dan masuk ke dalam.
__ADS_1
"Kamu kapan datang Ton dari luar kotanya,,? "
"Semalam,, soalnya Aku naik penerbangan malam, Aku sudah ngga sabar mau bawa Nana sama Alana pulang Al,, "Ali mengepalkan tanganya karena merasa kesal dan marah.
"Kenapa kamu ngga ngabarin Aku dulu sih Ton,, "
"Ngga penting lah Al,, Aku kesini ingin mengambil Nana dan juga Alana hari ini juga Al,, "
"Kalau Aku ngga kasih izin gimana,, "
"Kamu izinin atau tidak Aku tetap akan bawa Nana, karena kita sudah terikat erjanjian,, "
"Tapi Nana sekarang istriku, jadi Aku berhak atas Nana sekarang,, "
"Aku tau,, tapi Aku berubah fikiran, Aku tidak akan menyerahkan Nana dan anaku padamu,"
"Kamu jangan main main ya Al,, lagian belum tentu Nana mau sama kamu,,"
"Sekarang kita tanyakan saja pada Nana, dia akan memilih siapa di antara kita, Aku atau kamu,, "
"Baik ayo tanyakan pada Nana,, "Aku pun memanggil Nana supaya keluar, untung dede Alana sudah tidur.
"Bun,, Anton ingin membawa Bunda dan dede pergi dari sini, dan ninggalin Mas.sekarang Bunda harus memilih anatara Anton atau Mas, tolong Bunda jawab dan ikuti kata hati Bunda,, "kata Mas Al.
"Sayang,,, pasti Sayang akan ikut pulang sama Mas kan,, Sayang kini keinginan kita sudah terwujud, kita akan hidup bahagia dan sampai maut memisahkan kita, katakan pada Al bahwa Sayang akan ikut Mas pulang,, "kata Anton.
__ADS_1
"Nana akan putuskan, bahwa Nana ingin tetap di sini, bersama Mas Al,, "Anton langsung berdiri dari duduknya.
"Apa yang kamu katakan sayang,, itu tidak mungkin kan, Mas salah dengar kan,, Sayang kamu hanya mencintai Mas kan,, apa Al mengancam sayang,katakan sayang biar Mas beri pelajaran pada dia,, "sambil menujuk ke Mas Al dan matanya Mas Anton sambil melotot. dan Mas Al hanya diam.
"Ngga Mas,, Mas ngga salah dengar dan Mas Al ngga pernah ngancem Nana,, ini adalah keputusan dari Nana sendiri,, "kataku sambil mrenatap Mas Anton.
"Apa yang kamu harapkan dari Al sayang, dia itu miskin hidupnya hanya pas pasan, kamu tidak akan bahagia hidup bersamanya, pasti sayang akan kesusahan nantinya,, "
"Nana tidak mencari kemewahan, yang Nana cari hanya kebahagiaan dan kenyamanan,,masalah uang bisa kita cari asal kita mau bekerja keras, tapi masalah kebahagiaan dan kenyamanan susah di dapat,, "
"Apa selama ini sayang tidak bahagia hidup bersama Mas,, apa kurangnya Mas sampai Sayang tidak nyaman hidup bersama Mas,, apa karena Mas mandul,, apa itu alasanya...? "sambil mendekat padaku dan mencengkram tanganku.
"Nana bahagia dan nyaman hidup dengan Mas,tapi itu dulu sebelum Mas tega menyerahkan Nana pada teman Mas sendiri,Nana seperti dibuat tumbal tutup mulut untuk menutupi kekuarangan Mas di mata Ibu Mas,,tadinya Nana sangat tersiksa dengan paksaan Mas untuk menikah dengan teman Mas hanya karena menginginkan seorang anak, tapi makin lama Nana justru merasa nyaman dan bahagia hidup bersama Mas Al, dan samai sekarang pun Nana tidak ingin pergi dari sini, dan Nana memutuskan tetap memilih Mas Al,"sambil ku lepaskan tangan Mas Anton dari tanganku
"Tega kamu sama Mas,, Mas juga Meras sakit dan tersiksa selama ini, tapi demi kebahagiaan rumah tangga kita Mas melakukan ini, tapi kamu justru menyalah gunakanya, kamu justru main hati dengan Al,, sunghuh kamu tega,, kita sudah berumah tangga cukup lama, tapi kenapa kamu tega padaku,, "
"Iya ,,,mungkin Nana salah telah bermain hati, tapi kalau Mas tidak menyuruh Nana untuk menikah dengan Mas Al pasti kejadianya takan seperti ini,, "
"Baik kalau begitu, karena kalian menyalahi perjanjian denganku, maka Aku pun akan menuntut kalian, akan Aku kasih 2 pilihan untuk mu,, "sambil menujuku.
"Kalau kamu mau pilih bersama Al berarti kamu akan melihat Al di penjara atau denda uang sebesar 1 miliar, dan kalau kamu pilih ikut dengan ku Al pun akan bebas dari tuntutan, perjanjian kita itu di atas matrai jadi kalau Aku membawa ke rana hukum itu pasti bisa... "!!!Aku langsung melihat Mas Al yang terlihat kaget.
**Maaf kalau ada kesalahan kata atau yang masalah dengan hukum,, ini hanya pemikiranku saja,,,
Jangan lupa like komen dan vote,, trimakasih**...
__ADS_1