Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ana Ikut Ke Kota


__ADS_3

Bunda, Ana dan Vian sudah pulang dari rumah sakit, Ana di anjurkan oleh Dokter untuk Kb kalender saja, Dokter pun mengajarkan pada Ana, di mana saat saat Ana sedang subur dan pada saat tidak subur.


Masalah yang alat KB kemarin sudah di lepasnya, Vian merasa sangat bersalah pada Ana, melihat Ana yang kesakitan juga takut.


Sampai di rumah Ana juga Vian langsung ke kamar, sedang Ayah yang penasaran ada apa langsung meminta penjelasan pada Bunda, lalu Bunda juga mengajak Ayah untuk ke kamar saja. Sedang Abang dan Ayu tidak mau tau banget, lalu mereka ke kamarnya untuk merapikan barang yang akan di bawa pulang ke kota.


Di kamar Ana dan Vian saling diam, tidak ada yang mau bicara duluan. Ana duduk di kasur sedang Vian duduk di sofa.


"Maaf,,, "satu kata yang terucap secara bersamaan dari mereka berdua.


Vian lalu bangun dari duduknya dan mendekati ke Ana, setelah dekat Vian. langsung memeluknya dengan erat.


"Maaff,,, maafkan Kaka yang egois,, maaaf,, "kata Vian sambil menangis dan memeluk Ana.


"Ngga kak,, kaka ngga salah kok,, Ana yang salah, "


"Ngga sayang,, kamu ngga salah,, "Vian melepaskan pelukanya dan mencium kening Ana.


"Kaka ngga jadi kan pulang ke kotanya, Ana ngga mau di tinggal kak,, Ana masih mau bersama kaka,, "


"Kaka tetap akan ke kota nanti sore,, "


"Kaka,,, huhuuu, "


"Suttt,,, jangan meangis ,kaka akan tetap pulang ke kota, tapi Ana juga ikut, kita ke kota bersama,, "sambil Vian mengusap air mata Ana.

__ADS_1


"Maksudnya,, ?"


"Sayang akan ikut ke kota bersama kaka, kita akan bulan madu di apartemen kaka aja, gimana,, "Ana tersenyum.


"Mau ngga,,? "Ana menganggukan kepalanya.


"Ana mau kak,, "lalu Ana memeluk Vian dan vian pun juga memeluk Ana.


"Kak Ana mau bilang ke Bunda sama Ayah dulu yah,, "


"Nanti aja bilang ke Ayah sama Bundanya bareng kaka Na,, "


"Ngga papa Ana aja dulu yang bilang,, "sambil berjalan kearah pintu.


"Bun,,, Ayah,,, Ana masuk yah,, "saat Ana mengetuk pintu kamar orng tuanya.


"Iya sayangg,,, "jawab Bunda dari dalam.


Lalu Ana membuka pintu, dan langsung masuk ke dalam.


"Ada apa sayang,, kayanya seneng amat,, "kata Bunda, Ana langsung duduk di tengah tengah orang tuanya.


"Bunda ,Ayahh,, Ana mau minta izin,, "


"Izin apa sayang,, "Ayah berkata sambil mengusap rambut Ana.

__ADS_1


"Adek di ajak kak Vian ke kota, boleh ngga kalau Adek ikut, kata kak Vian kita sekalian bulan madu,, "


"Oh gitu,, kok Vian ngga bilang dulu sama Ayah dan Bunda mau ajakin Adek ke kota,,? "


"Tadi KakVian bilang kalau Kaka yang mau bilang ke Ayah sama Bunda, tapi Adek yang ingin bilang duluan,, boleh ngga Adek ikut kak Vian,,"


"Boleh sayang,, Adek sekarang kan istri Vian jadi sudah tanggung jawab Vian sekarang, jadi Adek mau di bawa Vian kemanapun kita izinkan, tapi Adek harus bahagia yah, kalau sampai kita dengar Adek nangis dan tidak bahagia Ayah dan Bunda akan mengambil Adek dari Vian,, "


"Iya Yah,, Adek pasti akan bahagia,, makasih yah, Adek sayang sama Ayah dan Bunda,, "sambil Ana memeluk kedua orang tuanya.


Setelah itu Ana pun keluar dari kamar orang tuanya.


"Anak anak dan menantu kita hari ini akan pergi semua Bun, kita tinggal berdua saja,, "


"Iya Yah,, tapi ngga papa yang penting anak anak kita bersama padangan mereka bahagia"


"Iya Bun,, apa Adek dan Vian sudah baik baik saja ya Bun,, "


"Ya udah lah Yah,, Ayah kan tadi bisa lihat sendiri, Adek tersenyum bahagia begitu,, "


"Iya Ayah lihat,, semoga Adek selalu bahagia ya Bun,, dia anak perempuan Ayah rasanya ngga tega melihatnya sedih,, "


"Sama Yah sama Bunda juga, tapi kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakanya saja,, "Ayah mengangguk, lalu Ayah memeluk Bunda.


Jangan lupa like, komen dam votenya, trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2