Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Vino Melihat Ai sedang Mengobrol Bersama Rudi


__ADS_3

Ai diam bukanya ngga mau,tapi Ai hanya sedang berfikir,karena di hpnya tidak ada foto pernikahanya,jadi bingung mau jawab.


"Eemmm bukanya Ai ngga mau ganti foto Mas,tapi Ai bingung karena Ai ngga punya foto pernikahan kita,"Ai berkata dengan merasa tak enak.


"Oh gitu,di hp Saya banyak,Kak Dodo yang mengirimkan foto foto pernikahan kita ,"


"Oh,,Ai boleh lihat ngga Mas,,?"


"Boleh,,tinggu Saya ambil hpnya dulu,"


Lalu Vino dan Ai duduk sambil bersandar pada sandaran kasur,dan Vino menyalakan hpnya,Ai melihat layah hp Vino memakai fotonya.


"Mas tunggu,,kok hp Mas layar depanya pake foto Ai,itu foto kapan yah,,"Vino lalu melihatkanya pada Ai.


"Ini,,"Ai mengangguk.


"Ini saya ambil foto kamu tanpa kamu tau saat kita ketemu di kantin kampus ,saat kita makan siang yang ada Rudi juga,,"Ai sedikit berfikir.


"Ingat,,?"Ai mengangguk,Vino lalu tersenyum.


"Tapi itu jelek Mas,di hapus aja,,"


"Kata siapa ini jelek,ini bagus kok cantik,ini adalah foto pertama kamu yang saya punya,"Ai menunduk malu.


"Ini sekarang lihat foto foto pernikahan kita,"Vino memberikan hpnya dan sudah di galeri.


Ai lalu melihat lihat fotonya,dan menurut Ai tidak ada yang bagus.


"Tapi fotonya ngga ada yang bagus Mas,"


"Iya,,kamunya ngga ada senyum dan semuanya cemberut,,"Ai menunduk dan merasa sedih.

__ADS_1


"Maaf,,saya salah bicara yah,,"kata Vino sambil mengangkat dagu Ai.


"Ngga ,,Mas ngga salah bicara,memang benar kok,fotonya jelek semua,,maaf ya Mas,,"


"Saya ngga bilang jelek,kamu tetap masih terlihat cantik kok,"Ai mata Ai justru menetes.


"Kok nangis,jangan nangis dong,maaf yah Saya buat kamu sedih,sudah jangan bahas foto lagi deh,,"Vino lalu meletakan hpnya lagi di meja.


Ai lalu dengan berani memeluk Vino,dan Vino pun membalas pelukan Ai dengan sayang.


Entah siapa yang mulai ,tapi sekarang bibir Vino dan Ai sudah saling menempel dan.mereka sudah saling melu*mat.


Vino yang ingat Ai akan kerja langsung menyudahinya,karena Vino takut kebablasan.


Vino mengusap bibir Ai yang basah karean perbuatanya.mereka berdua saling melempar senyum.


"Bersiaplah,sebentar lagi kamu kerja kan,,"Ai melihat jam lalu mengangguk.


Ai lalu mandi dan akan bersiap untuk berangkat kerja.setelah bersiap Vino dan Ai lalu berangkat menuju tempat kerja Ai.


"Mas nanti jangan lupa makan yah,jangan sampai telat,,"


"Iya,,kamu juga jangan telat makan biar ngga sakit,,"Ai mengangguk.


Saat sampai di depan tempat kerja Ai,Vino menyuruhnya jangan turun dulu.


"Ini buat kamu,kamu boleh beli apa aja yang kamu mau dengan kartu ini,,"sambil mengacungkan ATM kepada Ai.


"Ngga usah Mas,Ai lagi ngga mau beli apa apa kok,"


"Jangan menolak,Saya suamimu jadi sudah sepantasnya saya memberimu nafkah,Ambil lah,,pasti nanti kamu ada keperluan yang harus di beli,kamu ambil dan pakailah untuk beli keperluanmu"sambil Vino mengambil tangan Ai lalu memberikanya.

__ADS_1


"Nanti tiap bulan saya kasih kamu 50 juta,dan kalau kurang kamu tinggal bilang ke saya yah"Ai hanya mengangguk pelan,dan seperti kaget saat mendengar 50 juta perbulan.


"Oh iya,no pinya tanggal pernikahan kita,"


"Iya Mas,,"lalu Ai menyalami tangan Vino,dan Vino mencium kening Ai.


"Nanti Mas akan jemput yah,"Ai menjawab Iya sambil tersenyum.


Ai langsung masuk minimarket tempatnya bekerja,sedang Vino tidak lah pergi langsung,Vino tetap ada di dalam mobil yang terparkir di depan tempat kerja Ai.


Tidak lama ada telfon masuk,dan ternyata dari teman bisnisnya ,Vino lalu pergi.


Jam pun berlalu dan sekarang sudah jam 9 malam,Vino lalu langsung menuju tempat kerja Ai karena tidak lama lagi Ai pulang kerja,dari tempat Vino saat ini sekitar 40 menitan.


Vino membawa mobilnya dengan cepat karena tidak mau terlambat.saat Vino sampai di tempat kerja Ai rupanya Vino telat dan sudah tutup.Vino melihat Ai yang sedang duduk dengan temanya,Vino langsung turun,tapi saat sudah dekat dengan Ai Vino sedikit kaget,ternyata Ai sedang mengobrol dengan Rudi.


Hati Vino merasa sakit dan rasanya ingin marah,tapi Vino mencoba untuk tenang.


"Maaf menggangu,,"kata Vino.Ai langsung menengok dan melihat Vino.dan Rudi pun terlihat tidak suka melihat kedatangan Vino.


"Apa kalian sudah selesai mengobrolnya,kalau belum saya akan menunggu di mobil,"


"Mas,,Ayo kita pulang,Ai dari tadi menunggu Mas ,"sambil mendekati Vino dan langsung menggandeng tangan Vino.


"Maaf telat,tadi ada urusan,"


"Iya Mas ngga papa,ayo kita pulang,Ai dah ngantuk,"Vino mengangguk.


"Rud Aku pulang dulu yah,makasih udah nemenin istriku untuk menungu kedatanganku,,"Rudi tidak menjawab,hanya diam saja.


Vino dan Ai lalu masuk kemobil,dan mobil pun langsung pergi.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih..


__ADS_2