
Sampai kantor Aku masuk ke dalam ruanganku, dan Aku pun mulai bekerja, sekitar satu jam bekerja, telfon di mejaku berbunyi, dan ternyata Pak Direktur menyuruhku untuk ke ruanganya, Aku pun menuju ke sana.
Setelah di persilakan untuk masuk, Aku pun masuk lalu duduk di depan meja kerja Pak Direktur. Rupanya Aku di suruh Pak Direktur untuk ke luar kota, dan luar kotanya tempat Anton bekerja, Pak Direktur menyuruhku untuk membetulkan rancangan pembangunan yang sedikit ada masalah, kata Pak direktur semakin cepat Aku menyelesaikanya semakin cepat Aku pulang, dan saat ku tanya kira kira berapa harinya Pak Direktur juga tidak bisa menentukanya, karena itu tergantung Aku yang menyelesaikanya, Pak direktur bilang Aku harus nanti sore berangkat, tapi Aku meminta besok pagi, karena Aku bilang mau mengantar istriku periksa kandungan.dan Aku juga izin untuk pulang cepat.agar bisa bersiap siap untuk berangkat ke luar kota. Pak Direktur pun mengizinkanya.
Setelah merapikan mejaku ,Aku pun langsung pulang. sekitar 25 Aku sampai rumah.
"Bun,,,Kiki,,, Ayah pulang,, "kataku saat masuk rumah.
Tapi ngga ada yang menyaut,, Lalu Aku mencari mereka berdua. Aku membuka kamarku dan ngga ada, Lalu menuju kamar Kiki dan ternyata mereka berdua sedang tidur siang bersama.
Aku mendekat ke mereka, Lalu Aku menggendong Nana untuk Aku pindahkan ke kamar kita.
Sebelum sampai kamar, Nana terbangun dan membuka matanya. Nana yang kaget langsung merangkul leherku.
"Mas,,, kok sudah pulang,,, "sambil membendamkan wajahnya di dadaku.
"Iya,, Mas kangen Bunda soalnya,, "sambil masuk kamar..
"Alahh,, Gombal,"sambil memukul dadaku, Aku pun tersenyum. Lalu Aku tidurkan badan Nana di atas kasur.
"Apa Mas hanya mampir ke rumah, "Aku menggelengkan kepalaku, sekarang Aku sudah ada di atas badan Nana.
"Kenapa pulang cepat,, apa Mas sakit, "sambil tangan Nana memegang keningku.
"Mas pulang cepat, "sambil Aku mencium kening Nana.Lalu menjatuhkan badanku ke samping Nana. Lalu Aku memeluknya dan membenamkan wajahku di gunung kembar Nana. Nana pun megusap kepalaku.
__ADS_1
"Mas di tugaskan ke luar kota tempat Anton bekerja dan besok Mas berangkat,"Nana berhenti mengusap rambutku dan Aku mendongakan wajahku.
"Berapa hari,,? "tanya Nana yang suaranya berubah sedikit bergetar.
"Di sana ada masalah dan Mas di minta untuk mengeceknya, dan Mas belum tau berapa harinya, karena Pak Direktur bilang tergantung Mas yang mengerjakan, semakin Mas bisa menyelesaikanya semakin cepat Mas pulang, dan sebaliknya kalau Mas ngga bisa selesai cepat otomatis Mas pulangnya lama,, "kataku dan Nana pun menangis.
"Sutt,,, Jangan nangis,, Mas akan pulang cepat, Mas juga ngga mau lama lama ninggalin Bunda sama Kiki,, "sambil ku usap air matanya.
Ku cium kening, pipi dan bibirnya, setelah Aku mensejajarkan wajahku. Aku ***** bibir Nana dan ku sedot, Aku pasti akan sangat merindukan bibir yang selalu membuatku merasakan kenikmatan ini.
"Apa Mas boleh menengok dede Bun,, ?"Saat ku lepaskan ciumanku, dan Nana pun mengangguk.
Aku kemali mencium bibir Nana, setelah puas Aku membuka baju dan celana panjangku. hanya tersisa bokser saja, lalu Aku juga membuka baju Nana tanpa sisa, Perut yang sudah kelihatan menonjol lalu ku usapnya dan ku ciumi.
"Ahhh,, Masss,,, "sambil meremas rambutku.
Tangan satunya Aku mengusap ke bawah, sampailah di daerah apem Nana, Aku mengusapnya dan ku mainkan di bibir apemnya. mulutku tidak lepas dari gunung kembar dan tidak menyia nyiakan yang satunya juga karena Aku bergantian menyedotnya.
Jariku berlahan menekan ke dalam apem dan terus menekanya setelah itu Aku menggerakan dengan sedikit cepat, Nana sampai mengangkat kepalanya karena merasakan jariku yang membuatnya merasakan nikmat.
Jariku bergerak keluar masuk."Aahh,, aahh,, aahh,, "suara Nana saat jariku bergerak dengan maju mundur.
Tida begitu lama Nana berteriak dan tanganku banjir dengan air yang keluar dari apem Nana, "Aaaaaahhhhhh,,,,, "sambil mencengkram rambutku.
Nana pun tergolek lemas, sambil Nafas yang memburu sambil matanya pun terpejam. lalu Aku mengusap keringat yang ada di keningnya.
__ADS_1
"Mas lanjut ya Bun,, "setelah berapa menit, Nana pun mengangguk.
Aku lalu memposisikan Tom pada apem Nana, dengan pelan Aku memasukanya dan mendorongnya, sedikit demi sedikit pun masuk,sampai ahirnya doronganku sedikit Aku tekan dan ahirnya blessss,,,,
"Aaaahhhh Masss,,, "Aku diamkan sesaat menunggu Nana merasakan nyaman, setelah Nana merasa nyaman barulah Aku mulai menggerakanya.
"Bun,,, aahh,, aahh,,,, "kataku setiap Aku gerakan ke dalam. karena rasanya nikmat banget.
Sedang Nana mencengkram tanganku yang ada di gunung kembarnya dan Nana juga merintih ke enakan, sepertinya penyatuan siang ini sungguh sangat nikmat.
Lalu Aku ubah posisi, Aku duduk dan Nana duduk di pangkuanku, Nana dengan pintarnya menggoyangkan pinggulnya, tanganku sambil meremas gunung kembarnya dan bibirku menjilat dan menghisap lehernya yang mulus, Aku tidak lupa meninggalkan jejaku, rasanya Aku ingin membuatnya yang banyak, karena sangat menggoda melihat leher Nana yang putih dan mulus.
Ahirnya Tom merasakan akan memuntahkan laharnya, Aku baringkan Nana .
"Bun kalau sakit bilang yah,, Tom sudah mau melakukan penembakan,, "kataku, Nana mengangguk.
Lalu Aku secara pelan dulu menggerakan Tom dengan pelan, lalu lama kelamaan gerakanku makin cepat, tapi Aku juga masih kontrol dengan gerakan cepatku. Nana mengalungkan tangan di leherku. Dan saat akan penembakan Nana menggerakan kepanya ke kiri dan kekanan dengangan mulut yang selalu men*sah.
"Aahhh,, aahhh,, uuuhhh,,, "sampai Nana mengangkat kepalanya ke atas.
"Aaaaaaaaaaaahhh,,,,, "kita berdua mencapai kenikmatan bersama.
Besok lagi, maaf kalau ada typo..
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya kak, trimakasih..
__ADS_1