
Abang yang mendengar perkataan Mamahnya langsung marah.
"Ngga usah teriak gitu sih Ki,,Mamah hanya bercanda kok,,"
"Becanda Mamah ngga lucu,,"sambil membawa gelas menuju dapur.
" Mah,,jangan sekali kali becanda seperti itu lagi,itu ngga baik. takutnya Bunda dengar dan Kiki ngga enak,,"saat sudah ada di dapur Abang menegur Mamahnya.
"Iya,Tapi memang Mamah ngga mau menikah lagi,Mamah merasa sudah tua,Mamah sekarang hanya ingin menikmati masa tua Mamah bersama anak dan menantu Mamah saja,,soal tadi Mamah bicara begitu benar benar becanda,,,Mamah minta maaf yah,,"sambil memegang tangan Kiki.
"Iya Mah,,Kiki maafkan,,"
Mamah Abang mencuci semua piring kotor,Mamah Abang ingin menunjukan kalau dirinya juga bisa mengerjakan pekerjaan beres beres.
"Mah udah biar Kiki aja yang beresin semuanya,Mamah nanti kecapean loh,, "
"Ngga lah kalau cuman cuci piring mah,dan ini juga udah mau selesai kok,,"
Sedang di rumah Anton,Vina yang sudah selesai bersih bersih ,lalu duduk di sofa,kalau Anton sudah merebahkan badannya di kasur.
"Mih,,ayo tidur,kenapa malah duduk di situ,"kata Anton.
"Mamih lagi nunggu Vian dan Ana datang Pih,kalau Papih udah ngantuk tidur aja dulu,,"
"Udah jangan di fikirkan masalah Mamah,biar besok Papih yang akan bicara padanya,Mamih jangan kuatir,,"
"Tetap aja Pih Mamih kuatir dan kepikiran Mamih takut kalau nanti Mamah ngga mau menerima Vian sebagai cucunya,,"Anton lalu bangun dan mendekati Vina dan duduk di dekatnya.
"Percaya sama Papih yah,ngga akan terjadi seperti yang di fikirkan Mamih,"Anton lalu memeluk Vina agar merasa lebih baik.
__ADS_1
Lalu terdengar ketukan pintu dari Mba yang bekerja di rumah Anton,Vina tadi berpesan padanya kalau Vian datang suruh memberitahunya.
"Mamih mau ke Vian dulu ya Pih,kalau Papih udah ngantuk tidur aja dulu Sanah,"sambil bangun dari duduknya.
Vina lalu keluar dari kamar,dan mencari Vian dan Ana.
"Mba,,Vian sama Ana kemana ,,?"
"Masuk ke kamarnya Bu,,"
"Oh iya,,Makasih ya Mba,,"lalu Vina menuju kamar Vian.
Tokk,,,Tokk,,,
"Vian,,Ana,,ini Mamih sayang,,"
"Iya mih,,ada apa mih,,"saat Vian membuka pintu kamarnya.
"Oh,,iya Mih ,Ana lagi di kamar mandi untuk bersih bersih,"
"Ya udah kalian tidurlah,ini udah malam juga,,"
Lalu Vina pun pergi dari kamar Vian.
"Siapa tadi Kak,,?"saat Ana baru keluar dari kamar mandi.
"Mamih,,Mamih kasih tau kalau besok Oma akan datang,,"Ana hanya mengangguk,lalu Ana dan Vian bersiap untuk tidur.
Pagi pun datang ,karena hari ini hari libur jadi anggota keluarga kumpul semua,dan mereka sedang sarapan bersama.
__ADS_1
"Vino nanti jangan pergi ke mana mana yah,soalnya Oma mau datang,"kata Papih.
"Iya Pih,,Vino sudah tau kok,orang Oma telfon ke Vino katanya mau datang,dan Oma bilang Vino suruh jangan pergi,,"
"Kapan Oma telfon kamu sayang,?"tanya Vina .
"Tadi pagi Mih,,kata Oma, Oma sedang bersiap untuk datang ke sini ,"Vina hanya mengangguk pelan.
Memang mertua Vina sangat menyayangi Vino,dan selalu perhatian,wajah Vino katanya sangat mirip dengan Anton sedang Vian tidak ada mirip miripnya dengan Anton,karena memang bukan anak Anton,beda dengan Vino yang memang anak kandung Anton.
Selesai sarapan Ana membantu Vina membuat kue buat Oma,sedang Vian dan Anton sedang mengobrol di ruang kerja Anton yang ada di rumahnya.
"Nanti Oma akan datang, Papih hanya ingin Vian tau kalau Papih sangat menyayangi Vian dan vino,Papih ngga pernah membeda bedakan kalian karena Papih sangat menyayangi kalian berdua,kalian berdua adalah anak anak Papih,"
"Vian tau kok Pih,Papih sangat menyayangi kita,tapi dari perkataan Papih kok seperti ada sesuatu,ada apa emangnya Pih katakan saja biar Vian tau,"
"Papih sebenarnya ngga ingin merahasiakan ini dari Vian,tapi Papih ingin mengatakannya nanti saat Vian sudah terlihat siap dan dewasa,mungkin saat ini waktu yang tepat untuk mengatakannya,,"
"Katakan saja Pih,,Vian akan dengarkan,"
"Tapi saat nanti Papih jelaskan ,Vian tidak boleh marah pada Papih yah,sebenarnya Papih takut kalau nanti Papih katakan Vian akan marah dan benci pada Papih,Vian janji dulu kalau tidak akan marah dan benci Pada Papih ,,"
"Iya Pih,,Vian janji tidak akan marah ,apa lagi benci sama Papih,itu tidak mungkin,karena Vian juga sangat sayang sama Papih,Papih adalah Papih terhebat bagi Vian,,"Anton tersenyum tipis.
"Papih akan menceritakan dulu sebuah cerita pada Vian,agar Vian nanti tau yang sebenarnya,"Vian mengangguk.
"Papih menikaih Mamih saat itu bersetatus Mamih adalah seorang janda,karena suami Mamih meninggal karena kecelakaan,suami Mamih yang dulu itu adalah teman Papih,dan teman Papih itu sebelum meninggal meminta pada Papih untuk menjaga Mamih,dan akhirnya Papih pun menikahi Mamih karena Papih sudah janji pada suaminya akan menjaganya,tapi saat Papih menikahi Mamih ,Mamih sedang hamil Vian ,Vian udah faham kan dengan cerita ini,,"
"Apa maksud Papih Vian bukan anak kandung Papih,,"Anton mengangguk.
__ADS_1
**Jangan lupa like,komen dan vote nya,terimakasih,,
Maaf kalau ceritanya garing**,,,