
Aku tuh dengan Tari teman kuliah, dan dulu kita sangat dekat, Aku pernah menyukainya tapi karena melihat ke adaanku Aku pun minder, sedang Tari anak orang yang kaya dan orang tuanya juga pengusaha, makanya Aku pun hanya bisa memendam rasa sukaku pada Tari, tapi itu dulu sekarang Aku sudah tak ada rasa. Karena sekarang Aku sangat mencintai wanita yang sedang mengandung anaku, tapi Aku ngga tau tentang perasaan wanita yang sedang mengandung anaku itu.
"Udah jangan bahas itu Ri, ini gambar rumahnya gimana menurutmu,, "kataku sambil memperlihatkan 5 lembar kertas yang sudah Aku gambar rumah.
"Coba Aku lihat,,, "Tari melihatnya dengan sangat teliti, dan setiap gambar Tari menanyakan setiap detil rumah. Dan Tari menarik bangkunya agar lebih dekat padaku. Sebenarnya Aku biasa aja tapi saat Aku melihat ke arah Nana dia menataku dengan rasa kesal.
"Gimana Ri,, kamu ada yang suka atau ada yang kurang bagus,, "tanyaku sambil sedikit menjauh, Aku takut sama bumil yang dari tadi menatapku.
"Aku justru lagi bingung Al,, bingung mau yang mana,, ini Gambar rumahmu Aku bawa yah, Aku mau kasih lihat ke kakaku juga yang sedang membangun rumah untuk perumahan,siapa tau Kakaku mau kamu bisa dapet projek banyak,, "
"Silakan aja Ri,, semoga kakamu ada yang suka,,, "
"Kalau nanti Aku pilih satu dan nanti Aku kabarin kamu, ok,, "Aku pun mengangguk.
"Kita pesan makan dulu ya Al,, Aku tlaktir deh,, "
"Siap Bu Bos,,, "sambil kita tertawa.
Aku melihat menu, dan untuk Kiki Aku pesankan nasi goreng, sedang Nana yang lagi kesal Aku membujuknya sedikit lama, untung Tari sedang pergi ke toilet.
"Bunda pengin makan apa,,, hemm,, "sambil ku usap rambutnya.
"Nana ngga mau makan, males, Nana pengin pulang,,, "sambil cemberut.
"Jangan ngambek gitu ah bun, nanti jadi jelek loh,, "
"Iya Nana jelek, yang cantik tuh yang lagi nunggu dudanya Mas,,, "
"Bunda Mas pesenin nasi sama soto daging yah,, ini kayanya enak, "Aku mengalihkan pembicaraan Nana, Aku berusaha tak terpancing.
"Terserah,,, "Aku hanya tersenyum karena merasa senang sepertinya Nana cemburu.
Setelah semuanya di pesan kita pun menunggu dan Tari pun sudah datang.
__ADS_1
"Kamu habis belanja apa tadi Al,,? "
"Ini ngaterin istri habis beli buku tentang ibu hamil,, "kataku.
"Emang lagi hamil Istrimu,, "Aku pun tersenyum dan. mengangguk.
"Sudah berapa lama kamu nikah Al,,? "
"Baru 2 bulan lebih lah,,, "
"Gila kamu Al,, topcer banget,,, "kata Tari yang sedikit kaget.
"Kenapa Bun,,, "kataku karena melihat Nana yang mengusap pinggang dan perutnya.
"Sakittt,, Mass,, "Aku langsung mengusapnya.dan Aku sedikit lebay biar Tari makin kesel.
"Sudah Mas,, udah mendingan,,, "dari saat Mas Al mengusap perutku Tari melihatku dengan tatapan tak suka.
"Kamu tuh masih suka lele ya Al,, waktu dulu kita jamanya kuliah setiap makan bareng pasti pesenya lele goreng,, "kata Tari.
"Pas ada lele aja tadi di menu, jadi Aku pesan biasanya sih Aku pemankan semua makanan,, "jawabku.
"Bun cobain nih daging lelenya,, enak banget aaa,,,, "Aku sengaja menyuapi Nana dengan daging lele Karena Dari tadi Nana melirik tajam ke arahku terus.
"Enak kan,,, "Nana pun mengangguk.
"Bun,,, Kiki mau minum yang kaya Bunda, "
"Ya udah ini Kiki minum punya Bunda, kita bisa barengan kan,,, "Nana memberikan gelasnya pada Kiki.
"Sayang makanya habisin,, ini tinggal dikit loh,, "Kata Nana pada Kiki.
"Kenyang bunda,,, "
__ADS_1
"Ini dua suap lagi, Bunda suapin yah,, "Nana pun menyuapi kiki. setelah selesai menyuapi Kiki Nana melanjutkan makanya.
"Mas,, Nana udah kenyang, nasi udah habis tapi soto dagingnya masih abisin gih Mas, sayang kalau ngga di makan, "
"Ya sinih Mas habisin,, "
"Al kamu kok mau makan bekas sih,, "kata Tari.
"Emang kenapa Ri,, jangan kan bekas makanya Aku malah suka mencium bibir istriku pas bangun pagi,,, "Sedang Tari hanya meringis seperti jiji dengan ceritaku.
Selesai makan kita pun berpisah, Tari menuju mobilnya Aku dan anak istriku pun masuk ke mobilku.
"Mas,, kamu tuh dulu teman dekatnya Tari apa, kayanya dia tau banget tentang kamu,, ?"tanya Nana saat kita ada di dalam mobil yang sedang melaju menuju rumah.
"Iya kita teman dekat waktu kuliah, karena kita beda golongan makanya setelah lulus kuliah kita berpisah dan ngga ada komunikasi yang intens, terahir ketemu sama Tari saat Mas menikah dengan Mamah Kiki, "kataku.
"Tapi kenapa Teri dari cara bicaranya seperti suka sama Mas sih,, sampai mau nunggu dudanya Mas, bikin sebel tau ngga sih,,, "
"Udah jangan di dengerin dan jangan di fikirkan omongan Tari, takutnya nanti berpengaruh sama dede bayi,,, "Nana pun langsung diam dan bibirnya itu di manyunin bikin gemas.
Ahirnya Sampai rumah juga,, Kiki tertidur di mobil karena tadi dia ngga tidur siang, kita sampai rumah jam setengah tujuh Aku menggendong Kiki ke kamarnya, sedang Nana mengunci pintu dan setelah itu menuju ke kamar.
Nana membersihkan wajahku dan mengganti baju dengan daster, karena sudah malam Nana pun tak berani mandi, takut masuk angin.
"Mas,,, bersih bersih dulu sonoh,, nih Nana dah siapkan baju, "Aku pun masuk kamar mandi setelah Nana menyuruhku , sedang Nana naik ke atas kasur.
Aku pun sudah ganti baju dan naik ke kasur, Aku langsung memelu Nana karena sekarang setiap malam kalau tidur tidak memeluknya rasanya ada yang kurang.Saat kita sedang berpelukan hp ku berbunyi tanda telfon, saat Aku lihat ternyata nama Tari yang menelfon.Aku akan bangun tapi Nana menariku dan Aku ngga boleh bangun. Nana sampai mengancam.
"Ngga usah bangun, angkat aja sambil tiduran, bisa kan .Dan harus di sepeker kalau ngga nurut seminggu ngga ada jatahhh,,,! "sambil nada bicara Nana sedikit keras karena kesal mungkin atau cemburu Aku pun tidak tau, dari pada ngga dapat jatah seminggu Aku pun menuruti keinginan Nana.
**Besok lagi yah...
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak, trimakasih**..
__ADS_1