
"Mas,, Mas Ali sama Nana orangnya baik yah,, "kata Vina, saat ini kita sedang ada di mobil dan akan pulang setelah cukup puas main di rumah Ali.
"Iya,,, "jawabku.
"Mas,, Nana tuh orangnya udah cantik ,baik dan ngga sombong lagi,, pantesan Mas kemarin ingin tetap mempertahankanya,,,"Aku hanya diam tidak menjawab. hanya senyum sekilas saja.
"Maaf ya Mas, bukanya Vina ingin mengungkit masalah yang kemaren, Vina hanya kagum aja lihat Nana yang seperti itu,, "
"Ngga perlu minta maaf,, kamu ngga salah kok,, ya tapi Mas dengan besar hati mengiklaskanya, dan sekarang Tuhan sudah memberikanku hasil dari keiklasanku itu, yaitu mendapatkan istri dan akan hadir juga seorang putra,, "sambil Aku mengusap perut Vina.
"Kita nanti sore jadi kan belanja buat keperluan dede ,,?"tanyaku.
"Jadi,, tadi Vina sama Nana sudah janjian, dan kita ketemu di mall aja Mas,, "
"Oh gitu,, siapp. Sampai rumah kamu harus tidur siang biar nanti sore ada tenaga buat belanja, ok,, "Vinapun mengangguk.
Sampai di rumah Aku dan Vina langsung masuk kamar, karena tadi kita sudah makan siang di rumah Ali.
Vina yang sedikit ke susahan untuk tidur ,lalu Aku menyuruhnya untuk seperti posisi semalam. kita tidur dengan posisi setengah duduk, dan itu pun Vina masih kesusahan.
"Mas,, Vina ngga usah tidur aja yah,, Mas aja yang tidur,, "
"Kenapa,,? "
"Rasanya Vina ngga nyaman, "
"Kita nanti sore mau pergi loh, kalau kamu ngga tidur takutnya nanti kamu kecapean di sana,coba kamu ganti baju yang lebih nyaman aja, mungkin karena baju kamu kena keringat jadi ngga nyaman buat tidur,"kataku.
Lalu Vina pun menurut, dan mengganti baju daster yang tipis dan pendek, juga ngga ada lenganya, ya Tuhan saat lihat Vina ganti baju kenapa tornadoku berdiri sih,, parah ini mah,, fikirku.
Lalu setelah ganti baju, Aku menatap Vina tanpa berkedip, kelihatan sangat se*si dengan perut besarnya,, sabar sabar dalam hatiku menggerutu.
"Mas,, ayo tidur,, "kata Vina yang mengagetkanku. lalu Aku pun mengangguk.
"Sinih Mas bantu usap usap perutnya siapa tau enak di bawa tidurnya,, coba tidurnya miring biar Mas usap dari belakang,, "kataku lagi Vina pun ahirnya menurut.
__ADS_1
Sekitar setengah jam Aku mengusap perutnya, ahirnya Vina pun tertidur. Aku sekarang justru ngga merasa mengantuk lagi.ya karena melihat Vina di depan mataku yang kelihatan Sa*si membuat tornadoku bangun dan ngga mau tidur, dan membuat kepalaku jadi pusing.
Lalu Aku pun bangun dan keluar dari kamar,dan Aku ahirnya menelfon Ibu mengatakan kalau Aku sudah pindah kerja di kota lagi, Aku belum mengatakan soal Vina, tapi Aku bilang pada Ibu kalau Aku punya kejutan.Dan Ibu mengatakan ingin cepat ke kota untuk melihat kejutanya, tapi Aku menyuruhnya untuk bersabar, tunggu suami adiku bisa mengantarkanya kesini.
Setelah selesai telfon, Aku menelfon orang untuk mencarikan pekerja rumah tangga yang menginap, karena Vina sebentar lagi akan melahirkan, Aku tidak ingin Vina kecapean dan natinya saat ada bayi pasti repot.
Ini memang pertama kali Aku akan memperkejakan seorang untuk di rumah, karena dari dulu Nana selalu menolak kalau Aku akan mencari PRT. katanya dia bisa sendiri. tapi sekarang beda karena Vina sebentar lagi akan melahirkan.
"Masss,,, "teriak Vina dari dalam kamar, Aku yang mendengarnya langsung menjawab iya dan Aku juga sambil berjalan ke kamar.
"Ada apa Vin,,, ?"tanyaku.
"Kirain Mas pergi ke mana,, "
"Mas tadi duduk di sofa depan,, "
"Mas ngga tidur,,? "
"Tidur,, tapi cuman bentar,, "kataku sedikit bohong.
Aku membatu Vina masuk kamar mandi, dan setelah itu Aku ke luar kamar langsung menuju ke dapur, Aku akan membuatkan susu hamil dulu untuk Vina.
"Susunya minum gih,, mumpung masih hangat, Mas mau mandi dulu,, "kataku saat masuk kamar dan Vina baru selesai mandi.
Lalu Aku masuk kamar mandi untuk mandi, Aku mandi pun tidak begitu lama, setelah itu Aku keluar dari kamar mandi Vina sudah tidak ada di kamar, tapi Vina sudah menyiapkan baju untuku di atas kasur.
"Kita berangkat yu Vin,,, "kataku setelah mendekatinya yang sedang duduk di sofa sambil nonton tv.
"Iya Mas,, ayuk,, "Vina lalu mematikan tvnya.
Kita keluar menuju mobil, dan Aku juga membukakan pintu mobil untuk Vina. setelah itu kita pun berangkat.
"Vin,, Ibu Mas akan datang, tapi untuk harinya Mas belum tau kapan,, kamu ngga papa kan,, "Vina hanya diam.
"Apa kamu takut,, Kamu jangan takut, Mas akan selalu lindungin kamu dan anak kita, percaya sama Mas, ,, "sambil ku genggam tangan Vina.
__ADS_1
"Vina memang akui kalau takut Mas, takut kalau Ibu Mas ngga mau menerima Vina juga anak Vina,, soalnya Vina sudah ngga punya siapa siapa lagi ,,"sambil menundukan wajahnya, sedang tanganya menggenggam tanganku dengan kencangnya.
"Itu anak kita bukan anak kamau saja,, dan Mas inginnya nanti Ibu taunya ini memang benar benar anak Mas, jadi kita jangan bilang kalau anak ini bukan anak Mas, biar ini menjadi rahasia kita saja pada Ibu, ini demi kita semua, tapi suatu saat nanti pasti Mas akan bilang tentang kebenaranya dan juga tentang Mas yang mandul,, "
"Apa kamu mau berbohong demi kebahagiaan kita bersama,, memang ini salah, tapi Mas belum siap untuk memberi taukan pada Ibu, tentang Mas yang mandul,, "
"Vina akan menurut perkataan Mas, karena Mas adalah suami Vina, semoga kedepanya tidak akan jadi masalah ya Mas,, "
"Iya,, Mas akan jamin.kalian adalah hadiah terindah dari Tuhan untuk Mas,,, "sambil ku usap perut Vina.
Dan Kita sekarang sudah sampai di mall, kita sedang mencari Ali dan Nana yang katanya sudah sampai, tadi sebelum turun Aku sudah menelfonya dulu.
"Mas itu mereka,, "kata Vina sambil menujuk ke tempat makan.
"Oh iya,, ayo kita kesana.. "sambil ku gandeng Vina kita pun menuju Ali dan Nana.
"Wah,, enak nih yang sudah makan duluan,, "kataku.
"Eh Ton,, sory,, soalnya tadi Kiki minta makan ,,jadi kita makan dulu sambil nungguin kamu,, ayo duduk,, "kata Ali, Aku pun menarik kursi untuk Vina duduk.
"Hai Kiki,, "sapaku.
"Hai juga Om,, Om sama siapa,? "sambil menujuk Vina.
"Ini istri Om,,Kiki kenalan dong sama tante,, "lalu Kiki pun turun dari kursi dan mendekati Vina. lalu menyalimi Vina sambil menyebut namanya.
"Tantee,, perut tante ada dedenya yah,, kemarin Bunda aja perutnya kaya tante sekarang dedenya udah keluar perut Bunda kecil lagi,, "sambil mengusap perut Vina.
"Iya sayang, perut Tante ada dedenya,, nati Kiki jadi kakanya yah,, mau ngga,, "
"Kiki mau,, Kiki jadi punya dede banyak,, "tingkah Kiki membuat kita semua tertawa.
Lalu Aku juga memesan makanan buatku juga Vina, dan kita ahirnya makan bersama dengan mengobrol.
Jangan lupa like komen dan votenya, mkasih...
__ADS_1