
"Kenapa matanya bengkak seperti gitu, kamu habis nangis,? "tanyaku saat Nana melihatkan wajahnya.
"Ngga kenapa kenapa kok Mas, cuman tadi habis mandi kena sabun, jadi perih trus Aku kucek kucek matanya, "jawabnya sambil tak berani melihatku.
"Oh,, kena sabun, sukur deh takutnya Nama nangis gara gara di tinggal Anton pergi jagain Ibunya, hehee.. "Kataku. Tapi dari yang Aku lihat sepertinya Nana sedang berbohong, pasti ada masalah. Cuman Aku ngga mau terlalu ikut campur.
"Ayahhh,, tantenya sudah bisa di telfon belommm,, "sambil masuk ke kamarku,anaku berteriak.
"Ihhh,, Ayah kenapa ngga panggil Kiki sih kalau tante udah video call, "sambil mengambil hpku dari tanganku.
"Tanteee,,, tante lagi ngapain, ?"
"Hayy Sayang,, tante lagi tiduran,Kiki sedang apa,? "
"Sama tente Kiki juga sedang tiduran di kamar Ayah, "sambil anaku tiduran di sampingku, sambil melihatkan gambar ku denganya agar Nana bisa melihat.
"Kiki dah makan belum,, ?"
"Udah,, di suapin Ayah, "
Mereka berdua pun mengobrol dan Aku hanya jadi pendengar. Hapir satu jam mereka mengobrol ahirnya Aku menyuruh anaku untuk menyudahinya, karena ini sudah malam waktunya anaku untuk tidur juga Nana pasti hari ini sangat lelah karena di lihat dari cara dia bicara saja sudah kelihatan.
Setelah anaku pergi untuk menuju kamarnya, Aku langsung berpamitan pada Nana untuk menyudahi video call.
"Istirahat lah, dan jaga kesehatan. Semua masalah pasti akan ada jalan keluarnya,mungkin kita hanya perlu untuk bersabar, "Dia hanya tersenyum dan mematikan sambungan.
Aku sebenarnya ingin menjadi teman curhatnya saja kalau dia mau, tapi sepertinya dia memang menjaga jarak padaku. Memang tidak baik juga kalau kita membicarakan masalah keluarga atau rumah tangga dengan lawan jenis, karena kalau sudah merasa nyaman denganya akan susah untuk terlepas.
Aku pun memejamkan mataku untuk tidur, karena besok pagi akan berangkat kerja.
.
.
.
Di Tempat Lain
__ADS_1
Hari pun cepat berlalu. Hari ini Ibu mertuaku akan pulang, karena kondisinya sudah membaik setelah di rawat 3 hari.
Aku merapikan barang barang yang akan di bawa pulang, sedang Suamiku baru datang setelah melakukan pembayaran biyaya rumah sakit ,sambil membawa kursi roda juga.
"Sayang sudah siap belum, kita akan langsung pulang kalau sudah beres semua,? "
"Sudah Mas,, ayok kita pulang, "sambil Aku menenteng tas ransel.sedang Suamiku mendorong Ibu di kursi roda, setelah di tuntun dan lalu duduk.
Kita langsung menuju parkiran mobil. setelah semuanya masuk mobil,mobil Suamiku pun berjalan meninggalkan parkiran rumah sakit.
"Langsung pulang ke rumah Ibu aja ya Ton, Ibu dah kangen dengan kamar Ibu, "kata Ibu.
"Tapi Bu, kalau Ibu di rumah siapa yang akan merawat Ibu, "
"Kan ada Mba di rumah, lagian Ibu itu sudah sehat, kamu ngga usah kuatir. Ibu akan rajin minum obatnya, karena Ibu juga ingin panjang umur agar bisa melihat anakmu kelak, "
Aku hanya diam mendengarkan Ibu bicara, karena pembicaraan dengan Ibu pasti larinya akan ke masalah anak. Dari pada Aku makin sakit di dalam mending diam saja.
"Iya udah, Anton antar ke rumah Ibu, "Kata Suamiku sambil melihat wajahku sekilas lewat kaca sepion atas kepala. Karena Aku duduk di bangku belakang bersama Ibu.
Setelah menempuh 40 menit ahirnya sampai juga di rumah Ibu. saat turun dari mobil Aku akan membantunya untuk turun tapi Ibu mengibaskan tanganku,membuatku memundurkan badanku.
"Sukur,, Nyonyah dah pulang, Saya sangat kuatir, "sambil membukakan pintu Mba berkata.
"Mba,, bantu Saya masuk ke kamar, saya mau istirahat, "
Masih hanya diam, Aku duduk di sofa setelah melihat Ibu masuk kamar. sedang Suamiku membawa tas ransel ke arah dapur, agar nantinya Mba bisa membereskanya.
Aku yang memang merasa lelah,ahirnya tertidur di sofa, karena menunggu Suamiku yang ada di dalam kamar Ibu.
"Sayang,, bangun. Kita pulang yuk, "sambil mengusap rambutku.
"Iyaa,,, Mas, "jawaku sambil mengucek mata.
Ahirnya Aku dan Suamiku pun pulang dari rumah yang membuatku merasa tak nyaman.
Ku sandarkan kepalaku pada pundak Suamiku yang sedang menyetir.
__ADS_1
"Apa masih mengantuk,? "Aku hanya menggeleng.
"Aku kangen sama Mas,, "Suamiku langsung tertawa mendengar perkataanku.
"Bukanya tiap hari kita ketemu, kok kangen sih...? "lalu Aku duduk dengan tegap dan menggelengkan kepalaku.
"Nana juga ngga tau kenapa kangen,, "
"Wah,,, pasti lagi pengin yah,,, "
"Apa sih Mas ,,,, Mas mesum ih,, "kataku yang malu.
"Bentar lagi kita sampai rumah kok, tahan yah,, "Aku langsung memukul lengan suamimu karena meledeku lagi.Dan Suamiku pun tertawa dengan senangnya karena bisa membuatku malu. sebenarnya Aku kangen pada Suamiku karena semenjak Ibu di rumah sakit Suamiku sangat mempwrhatikan Ibu dan merawatnya dengan baik, sehingga Aku sedikit terabaykan. membuatku kangen ingin bermanja dan di manja.
Sampai rumah Aku langsung masuk kamar, dan menjatuhkan badanku di kasur, Sedang Suamiku menuju dapur untuk mengambil minum.
Saat mataku terpejam dengan guling yang ku peluk, Dari belakang Suamiku memeluku.
"Masih mau lanjut tidur nih,, katanya kangen, "Aku hanya diam saja karena Aku sangat malu.
"Sayang,, mas juga kangen,"sambil menciumi tengkuk ku.
Aku yang merasa geli langsung merubah posisi tidurku menjadi menghadap ke Suamiku. Karena guling masih Aku peluk, Suamiku langsung menariknya dan melempar ke belakang badanku.
Di usapnya wajahku lalu turun ke bibirku, Mataku terpejam merasakan sentuhan tangan Suamiku.
Setelah itu Aku merasakan bibir suamimu sudah menempel di bibirku. Kita pun berciuman dan saling me******.
Tangan Suamiku sudah bergerak masuk ke dalam bajuku,Dan tangan Suamiku bergerak menuju gunung kembarku. Sampai di gunung Kembar tangan Sumiku meremasnya.
Serasa nafasku sudah habis, Aku pun melepaskan ciuman Suamiku.
Dan terjadilah penyatuan di siang hariku bersama dengan Suamiku.
Setelah kita mendapatkan kepuasan masing masing,kita pun langsung terkapar di atas kasur dengan keringat yang bercucuran.
"Makasih Sayang,, "Aku hanya tersenyum.
__ADS_1
**Ayo dong kaka,, votenya biar aku semangat untuk nulis.
Jangan lupa buat like, komen seta votenya ya kak, Trimakasih**...