Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Bunda Memijit Ana


__ADS_3

Sekitar jam 6 malam Ana dan Vian sudah rapi dan akan berangkat kerumah Abang.


"Kak,, kaki Ana lemas banget, "saat akan keluar dari kamar.


"Mau kaka gendong,, "Ana menggeleng.


"Ya udah jalannya pelan pelan yah,, "Ana mengangguk. Vian lalu menggandeng Ana sampai bawah dan sampai parkiran mobil.


Sekitar 30 menit Ana dan Vian sampai di rumah Abang.


"Adek kenapa,, kok kaya ngga sehat gitu,? "tanya Bunda yang membukakan pintu.


"Ngga kenapa kenapa kok Bun, cuman badan Adek lagi pada sakit,, "jawab Ana sambil berjalan masuk dan di gandeng Vian.


"Adek kenapa,, ?"tanya Ayah saat melihat Ana yang langsung merebahkan badanya di sofa.


"Badan Adek lagi pada sakit Yah,, "


"Adek kecapean kemaren habis perjalanan jauh yah,, "


"Ya mungkin Yah,, "


"Gimana perjalanya Ian,, lancar kan,, ?"tanya Ayah pada Vian saat sudah duduk di dekat Ana.


"Lancar Yah,, ngga ada kendala apa apa,, "


"Sukur kalau gitu,, "


"Maaf Yah, Vian mau tanya pada Ayah, apa Ayah sudah tau kalau Vian bukan anak kandung Papih,, "


"Iya,, Ayah sudah tau dari saat Papih dan Mamihmu mau menikah, "Vian mengangguk.


"Apa Bunda juga sudah tau,? "


"Iya Bunda juga sudah tau,, "Vian langsung menunduk.


"Ngga usah berpikir yang tidak tidak, kita semua tidak mempermasalahkanya, asal Adek sama kamu bahagia itu sudah cukup bagi kita, "kata Ayah.


"Terimakasih Yah,Bun,Vian hanya minta doanya pada kalian ,semoga kedepanya Vian bisa lebih maju dan sukses, karena saat ini Vian tidak punya apa apa yang bisa di banggakan, "

__ADS_1


"Iya,,kita akan selalu mendoakan kamu,supaya sukses nantinya, "


"Yah,, Bun,, ayo kita makan, Abang udah laper nih,, "kata Abang yang baru keluar dari arah dapur.


"Iya Ayo kita makan,,"lalu semuanya menuju. meja makan.


Ayu sudah sedikit bisa makan nasi, jadi mereka pun bisa makan bersama dengan penuh kebahagiaan. Ayah, Abang dan Vian mengobrol setelah makan, sedang Ana langsung masuk kamarnya dan juga Ayu yang juga masuk ke kamarnya.


Kalau Bunda sedang membuat minyak urut, dari jahe yang di keprek di kasih minyak angin dan minyak dikit.


"Sayang,, apa Adek tidur,, ?"saat Bunda masuk ke kamarnya.


"Ngga kok Bun, Adek ngga tidur,, sinih masuk Bun, "Bunda pun masuk.


"Ini Bunda udah bikin minyak urut pake jahe, Bunda pijitin yah,, "


"Ngga usah Bun,, Adek ngga mau ngerepotin Bunda,, biar besok Ana cari tukang urut aja, "


"Biar Bunda aja yang urut,ngga repotin kok,, Adek kan memang dari kecil suka Bunda yang urut,, Adek inget kan ,,"


"Iya Bunda,, Adek inget,, "


"Sekarang bajunya di buka aja yah, biar Bunda urutnya gampang,, "


Bunda mulai mengurut badan Ana, urutan Bunda sungguh sungguh enak. membuat Ana merasa nyaman.


"Emangnya kemarin jalan jalan ke mana aja di sana, sampai Adek kecapean gini,, "


"Ngga jalan jalan ke mana mana kok Bun, orang sampai di Bandara sana langsung ke Hotel,dan besoknya baru ke makan Ayahnya kak Vian, setelah itu siangnya pulang langsung,, "


"Oh gitu,, tapi Kok badanya sampai lemas gini dan pada kaku lagi nih ototnya,, "sambil terus menguruti kaki Ana.


"I,, ini karena Kak Vian selalu minta terus Bun, Ana sebenarnya udah merasa ngga enak badan, badanya udah ngga fit gitu, tapi Kak Vian selalu minta, Ana juga kasian kalau ngga di kasih, soalnya besok kan kita mau berpisah dan ngga tau kapan ketemu lagi,, "


"Oh gara gara itu,, tapi Vian tau kalau Adek sedang ngga enak badan,, "


"Tau,,, kak Vian juga mijitin badan Adek dulu, tapi setelah di pijat kak Vian langsung minta, dan Kak Vian kalau main ngga bentar Bun,, mainya lama sampai Adek merasa ngga berdaya,,, "


"Ya emang kita sebagai perempuan ngga bisa nolak ajakan suami, karena kita kalau ngga ngasih ke suami dosa kan,,serba bingung, tapi kita kalau melayani dengan sepenuh hati suami pun tambah sayang ke kita, tapi ya hasilnya begini badan pada sakit semuanya,, "

__ADS_1


Bunda sambil terus mengurut.


"Besok Vian mau antar Adek ke Bandara atau Ayah sama Bunda jemput Adek ke apartemen,?"


"Adek belum tanya Bun sama kak Vian, nanti deh Ana akan tanyakan,, "Bunda menjawab Iya.


Saat Bunda mengurut punggung Ana, Vian masuk ke kamar.


"Sayang kok minta urut ke Bunda, kasihan Bundanya dong,,"


"Orang Bunda yang mau urutin kok Kak, Ana ngga nyuruh,, "


"Ngga papa ,,ini Bunda kok yang pengin urutin Adek,, "jawab Bunda, Vian lalu duduk di sofa sambil melihat Ana yang sedang di urut.


"Ayah lagi apa Ian,,? "


"Ayah tadi udah masuk kamar Bun,, "


"Oh,, ini udah jam berapa sih,,? "karena kamar Ana jamnya mati.


"Udah setengah sepuluh Bun,, "


"Udah malam yah,, kalian mau tidur di sini,,? "


"Ian terserah Ana aja Bun,, "


"Tidur sini aja ya Kak, Ana udah enak tiduran, males pulang,, "


"Ya udah kalau Ana maunya gitu,, kita nginep,"


Bunda ahirnya selesai mengurut Ana, lalu Bunda menutup badan Ana dengan slimut, Bunda pun lalu keluar setelah pamitan dulu sama Ana dan Vian.


"Sudah lebih baik,,? "Ana mengangguk.


"Kak,,, "sebelum Ana selesai bicara Vian sudah memotomgnya duluan.


"Kaka ngga akan minta, kita tidur aja yah,, "Ana tersenyum senang, Vian lalu naik ke kasur.


"Bajunya ngga di pake,,? "Ana hanya menggeleng dan langsung memeluk Vian.

__ADS_1


**Jangan lupa like,komen dan vote,trimakasih..


Cerita ini bentar lagi akan aku tamatin, tapi ngga tau berapa episode lagi, Aku cuman mau ceritain Vian dan Ana yang LDRan, kemungkinan ngga sampai lebaran udah tamat**,,


__ADS_2