Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Tidak Melihat Harta Tapi Karena Ketulusan


__ADS_3

Hari ini Anton, Vina, Vian dan Ana akan pergi keluar kota, mereka akan kemaram Agus.sedang Vino tidak ikut karena akan ujian.


"Sayang Sudah siap semuanya kan,,? "tanya Anton pada Vina.


"Udah Pih,, "


"Ya udah yuk berangkat,, Mamih panggil Vian dan Ana yah sekaluan, Papih ke mobil dulu,"Vina menjawab iya dan mereka berdua lalu keluar dari kamar.


"Vian,, Ana,, ayo kita berangkat sayang,, "sambil mengetok kamar Vian. dan tidak lama Ana membukakan pintu.


"Iya Mih,, "Kata Ana, dan Vian yang sudah siap juga ada di belakang Ana.


Lalu mereka berempat naik mobil menuju Bandara.


"Mih,,, apa Mamih punya foto Ayah,,? "tanya Vian pada Vina. Vina lalu melihat Anton karena merasa ngga enak.


"Kalau ngga ada juga ngga apa apa kok Mih, Vian hanya tanya saja,, "kata Vian lagi karena ngga enak sama Papih.


"Mamih punya foto Ayah Kaka,, iya kan Mih,, "Anton yang menjawab. Vina pun mengangguk.


"Tapi di rumah sayang,, "


"Oh,, ya udah besok Vian lihatnya kalau kita sudah balik dari makam Ayah,,"Vina mengangguk sambil tersenyum tipis.


Sampai bandara mereka berempat langsung naik ke pesawat, dan sekitar Satu jam lebih mereka baru sampai di bandara luar kota.


"Kita ke Hotel dulu yah, kita butuh istirahat,Besok kita baru ke makamnya,, "


"Tapi Pih,, "kata Vian, dan Vina langsung memotongnya.


"Sayang,,, Makam Ayah dari sini jauh, kita lanjutin besok ya sayang, kita harus istirahat, takutnya sakit nanti, kamu ngga kasian pada istrimu yang kelihatan cape tuh,, Papih sama Mamih juga cape sayang, kita udah makin tua, kita kesana besok aja yah, swkarang kita istirahat dulu,, "


Ahirnya Vian pun mau, Vina tau Vian ingin sekali melihat makam Ayahnya, tapi Vian juga ngga boleh egois, karena yang lain pasti merasa cape.

__ADS_1


Sampai di Hotel Papih memesan dua kamar, dan setelah dapat kunci, mereka masuk kamar masing masing.


"Maaf,, apa Kaka terlihat egois, hanya mementingkan keinginan Kaka aja, "saat di dalam kamar Vian langsung duduk di sofa, sedang Ana langsung menjatuhkan badanya di kasur karena merasa lelah.


"Ana ngerti kok Kak, kaka ingin sekali ke makam Ayah, tapi kita juga butuh istirahat, kalau kita sakit kan kasihan jadi ngerepoton Orang,, "


"Hemmm,,, "hanya deheman sebagai jawaban Vian.


"Kita mandi bareng yuk kak,, biar badan kita segar,, "sambil mendekati Vian.


"Boleh,, tapi main bentar kita yah,, "


"Tapi Ana ngga mau kerja yah, Ana cape,, "sambil duduk di pangkuan Vian.


"Iya sayang,, siap. Kaka yang akan bekerja, kamu tinggal nikmatin aja, "sambil Vian menggendong Ana lalu masuk ke dalam ke kamar mandi.


Sedang Vina yang merasa tidak enak atas keegoisan Vian, minta maaf pada Anton.


"Maafin Vian ya Mas,, "mereka sedang tiduran di atas kasur.


"Makasih ya Mas,, "


"Iya,, sekarang kita tidur aja yuk, biar nanti badan kita enakan,, "Vina mengangguk lalu memeluk Anton dan mereka pun tidur.


Malm harinya Vina dan Anton sudah siap untuk makan malam, dan Vina bilang ke Anton mau lihat Ana dan Vian dulu.


"Pih Mamih mau ke kamar Ana sama Vian dulu yah,, "


"Iya Sayang,, "


Lalu Vina pun keluar dan langsung ke kamar Vian dan Ana.


"Kaka,, ayo kita makan malam, udah siap kan,? "kata Vina saat Vian membukakan pintu.

__ADS_1


"Tunggu bentar langi Mih, Ana sedang bersiap dulu,ayo masuk dulu,, "


Vina lalu masuk dan melihat Ana yang sedang memakai bedak.


"Cantik banget sih menantu Mamih,, kenapa pakai kaya gini,, emang ngga gerah, "kata Vina menujuk ke leher Ana, leher Ana di kasih shal.


"Ng,, ngga Mih,, Ana dingin,, "jawa Ana sambil terbata karena malu.


"Itu Ana pake buat nutupin tanda merah buatan Kaka Mih,, "Mamih pun tersenyum.


"Kaka,, "Ana sambil melotot.


"Kaka gimana sih,, orang Ana kecapean masih aja di ajak main,, "


"Soalnya Vian lagi pengin Mih,, "Vina hanya geleng geleng kepala.


"Udah yuk Mih, Ana udah siap,, "


"Ya udah yuk,, "


Mereka bertiga lalu keluar dari kamar dan Papih juga baru keluar dari kamar, mereka berempat langsung menuju lestoran.


Mereka makan sambil bercerita tetang dulu Papih dan AyahVian bekerja di daerah itu. Selesai makan mereka berempat masih lanjut mengobrol, dan sekitar jam 9 malam mereka memutuskan balik ke kamar.


Di kamar Vian dan Ana sambil pelukan di atas kasur sambil mengobrol.


"Sayang,, kamu udah tau kan kalau Kaka bukan anak Papih, dan Kaka pun tidak dapat warisan keluarga, Kaka saat ini hanya orang miskin yang ngga punya apa apa, apa kamu masih mau bersama kaka,,? "


"Kaka ngomong apa sih,, emang Ana mau nikah sama kaka karena harta apa,Ana tuh cinta dan sayang sama Kaka tidak lihat harta, tapi ketulusan hati dan cinta kaka buat Ana, soal uang bisa di cari kan dengan kita kerja, "sambil mengusap pipinya Vian.


"Makasih ya sayang, udah mau menerima kaka apa adanya,, "lalu mencium kening Ana.


dan Mereka lalu tidur.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2