
Jam sudah menujukan pukul setengah 11 tapi Nana belum juga bangun, Kiki sudah Aku mandikan dan siap untuk pergi sudah dari jam 9,karena tadi habis olahraga dengan Nana Aku ke kamar Kiki dan mengajaknya mandi.Kiki dan Aku dari tadi hanya menonton tv bersama.
"Sayang,, kiki sini aja nonton tv yah, Ayah mau mandi dan bangunkan Bunda,, "kataku pada Kiki, dan Kiki pun mengangguk.
Aku masuk kamar dan melihat Nana yang masih tidur dengan nyenyaknya. Aku mendekatinya dan menciumi pipinya dengan gemas karena pipi Nana sekarang seperti bapaou, membuatku sangat suka melihatnya.
"Iihhh,,, Mass,,, jangan iseng, "katanya.
"Ini udah setengah 11, mau ikut pergi ngga, kalau ngga ikut biar Mas pergi sendiri ajah,, "kataku.
"Kalau sampai Mas pergi dan ngga ngajak Nana,, awas aja Tom Nana potong potong, "sambil bangun dan duduk di kasur. Aku pun hanya tersenyum mendengar ancaman Nana.
"Makanya Bunda bangun dan mandi, biar ngga bauu,, "sambil ku cubit ke dua pipinya yang cabi.
"Sakit Masss,, "sambil mengusap pipinya.
"Ya udah Mas mau mandi dulu yah, Bunda jangan tidur lagi,,, "sambil Aku berjalan menuju kamar mandi.
Selesai Aku mandi, rupanya Nana udah nyiapin baju buat Aku pakai, dan saat Aku pakai baju Nana pun masuk kamar mandi untuk mandi.
Nana menyiapkan baju untuku, betuknya kaos tapi tidak berkerah, dengan celana panjang. Setelah selesai memakai baju Aku menyisir rabutku, saat bercermin Aku kaget dengan tanda merah di dekat dagu juga di leherku, gila,,, ini Nana pasti sengaja lagi.
Nana keluar dari kamar mandi dan Aku pun langsung mendekatinya saat Nana akan. mengambil baju di lemari.
"Bun,, ini, ini, dan ini Bunda sengaja yah,, "sambil menujuk tanda itu.
"Iya,, kenapa emangnya, tadi saat Nana bikin Mas ngga protes kan,, "Aku pun geleng geleng kepala sedang Nana hanya tersenyum puas.
Aku membuka bajuku, Aku akan mengganti baju yang berkerah biar sedikit tertutup, dan Nana hanya melihatnya saja.
__ADS_1
Sial,, pake baju yang berkerah pun sama aja, karena tanda itu ada di dekat dagu, dan di bawah rahang pasti kalau Aku sedikit mengangkat kepalaku tetap kelihatan.
Aku pun Ahirnya menyerah, biarlah tanda merah itu terlihat, berarti Nana berfikiran kalau Aku itu miliknya jadi semoga Nana sudah ada rasa cinta padaku walau sedikit.
Kita sekarang sudah Siap, dan Mba yanti tinggal menyetrika baju kata Nana, karena kita akan pergi jadi Mba Yati oleh Nana di suruh pulang aja, dan menyetrika bajunya besok aja.
Setelah Mba Yati pulang, kita bertiga masuk mobil, dan Aku pun menjalankan mobilku.
"Bun,, nanti kalau dapat uang gambar yang dari Tari, Mas pengin ganti mobil boleh ngga Bun,, dan mobil ini tapi di jual dulu buat nambahin, "kataku saat kita di dalam mobil yang melaju.
"Kok tanya Nana sih Mas, ya Nana sih terserah Mas aja, Nana akan menurut,, "
"Siapa tau Bunda punya keinginan yang lain,, ?"Dan Nana menggeleng.
"Nana sudah cukup bahagia, Nana ngga liat dari sebesar apa rumah Mas dan semewah apa mobil Mas, asalkan Mas bisa buat nyaman Nana itu sudah dari cukup, "Aku lalu menarik tanganya dan ku cium tangan Nana, rasanya Aku tambah cinta banget sama bumil ini. untungnya Kiki sedang main game di bangku belakang jadi ngga melihat adegan cium tangan.
(Maklum mobil Mas Al saat ini mobil sejuta umat, ayo mobil apaan itu,,kalau kita jalan di tol walau pake fortuner pun pasti terselip,, hahaa)
Karena sambil mengobrol ahirnya kita sampai di cafe tempat Aku dan Tari janjian, kita bertiga turun dari mobil lalu masuk ke dalam cafe. saat Aku masuk Tari rupanya sudah ada di dalam.
"Hay,,, Ri,Aku telat maaf yah,, "kataku.
"Ngga kok, Aku aja baru sampai, duduk gih,, "Tari melihat ke arah Nana dan anaku.
"Kamu tuh jadi Suami sayang banget ama leluarga yah, sampai mau bicara bisnis aja mereka di bawa,, "Aku pun hanya tersenyum, karena benar adanya.
Aku pun menarik kursi untuk Nana dan kiki, baru Aku yang duduk.
"Kakaku sedang di jalan, tunggu bentar yah,, "
__ADS_1
"Iya,, santai aja,, "
"Ini gambar rumah yang Aku mau, dan kamu tolong bikinkan seketsa dalam rumahnya ya Al, Aku minta secepatnya karena Aku sudah ingin membangunya,, "
"Siap,, tunggu dua hari yah,, "kataku dan ku ambil gambar yang Tari pilih.
"Soal pembayaran Aku kasih sepertiganya dulu,kalau sudah selesai baru Aku lunasin,, "
"Terserah kamu aja,, "
"Mana no rekening kamu, kirim gih, "Aku pun mengirim no rekeningku lewat wa. dan setelah terkirim Tari langsung mengirimi uang, dan nominalnya sangat banyak.
"Ri,, ini terlalu banyak, sudah ini cukup untuk gambar rumahnya, kamu ngga usah nambahin lagi,, "
"Serius Al,,, "Aku pun menjawab Iya.
"Mas,, Nana sama Kiki mau beli es krim dulu yah, tuh di situ,,, "sambil Nana menujuk ke kedai es krim yang ada di depan cafe.
"Iya,, hati hati jalanya,, dan Kiki suruh jalan aja jangan di gendong,, kasian dede tertekan nanti, "sambil ku elus perutnya yang sudah kelihatan buncit.Karena Nana berdiri jadi memudahkanku mengusap perutnya. Nana pun mengangguk dan berjalan menuju penjual es krim.
"Al di rumahmu nyamuknya gede gede yah,, sampai leher kamu banyak gigitanya,, "Aku hanya tersenyum. sepertinya Tari melihat tada merah saat tadi Aku mendongak.
"Istrimu keliatan pendiam, tapi ternyata jago juga di ranjang yah, kirain dulu tuh kamu ngomong istrimu hebat di ranjang hanya becanda, ternyata itu serius,,, "
"Istriku itu sangat pintar di segala bidang tau ngga sih Ri, membuatku makin cinta dan rasa cinta itu makin tambah setiap harinya,, "
"Siang,,, maaf telat,,, "kakanya Tari pun datang.
Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya Kak,, trimakasih...
__ADS_1