Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Ibu Ibu Negara


__ADS_3

Vian mengajak Ana ke kamarnya, karena acara juga sudah selesai. semua orang tua juga ngertiin. mereka berdua pasti sudah ingin berduaan.


Vian dan Ana lalu berjalan menuju kamarnya di atas, Vian yang melihat Ana ke susahan berjalan dengan gaunya yang panjang itu, lalu Vian menggendong Ana di depan.


Ana yang kaget langsung mengalungkan tanganya di leher Vian,karena Ana takut jatuh.


"Kak,, kasur kita masih basah ,pasti kamarnya bau pipis Ana,, "saat di dalam lif Ana bicara.


"Ya biarin bau juga, mau gimana lagi. Nanti kalau pengin pipis ngga usah ngomong sama Kaka tapi langsung ke kamar mandi aja langsung, ngerti,,, "Ana lalu. menganggukan kepalanya.


Sampai di depan kamar, Ana yang membukakan pintunya, setelah masuk Vian menurunkan Ana dari gendonganya.


"Kok ngga bau ya Kak kamar kita,,? "sambil hidung Ana mendengus.


"Dan udah ngga basah lagi Kak kasur sama selimutnya,, "saat Ana mengusap bekas pipisnya tadi.


"Kaka sudah suruh pihak hotel untuk mengganti dan mengeringkana tadi,, jadi udah ngga basah dan ngga bau lagi,, "


"Oh gitu,, kok kaka pintar sih,, "


"Pintar lah, kalau ngga pintar nanti kita ngga bisa tidur bareng, tapi tidur terpisah kaya tadi siang, mau tidur kaya tadi siang lagi,, "Ana menggeleng.


Vian masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya, dan hanya menggunakan kolor saja. saat Vian keluar dari kamar mandi ternyata ada Bunda dan Mamih yang sedang duduk di sofa.


"Vian pake baju, ngga sopan ada orang tua,, "kata Mamih.

__ADS_1


"Iya Mih,, "sambil berjalan menuju tas yang ada kaosnya.


"Vian sinih duduk, Mamih sama Bunda mau bicara,, "Vian lalu duduk di sebelah Ana.


"Vian dan Ana dengerin Mamih bicara yah, gini kalian kan sudah menikah ,tapi kalian masih sama sama belum cukup umur untuk menjalani sebuah pernikahan yang sebenarnya, jadi Mamih dan Bunda sarankan untuk kalian memakai alat pengaman untuk jaga jaga agar Ana tidak hamil dulu, gimana,, "


"Kalian masih terlalu muda untuk mempunyai anak, lebih baik kalian pakai pengaman, biar kalian bisa pacaran halal tanpa ada yang mengganggu.kalian berdua mengerti kan yang di omongin Mamih,, "


"Vian ngerti Mih, maksud Mamaih Vian dan Ana jangan dulu punya anak kan, "


"Iya betul,, gimana kalain setuju kan,,? "


"Ana sih setuju aja Mih, Bun,, "kata Ana, lalu kedua ibu ibu itu menatap ke Vian.


"Iya,, Vian juga setuju,, "


"Ini,, Vian jangan lupa pake ini yah, dan besok baru Ana akan kita ajak ke Dokter untuk KB dan baru deh Vian ngga perlu pake ini,, "sambil menujuk bungkusan yang dalamnya sarung unyuk senjata Vian.


Vian hanya mengangguk lemah, karena harus menuruti semua perinta ibu ibu negara.


Setelah itu Ibu ibu negara pun keluar, Vian lalu menyuruh Ana untuk ganti baju, Vian pun membantunya karena baju yang sekarang Ana lebih ribed di lepasinya dari pada yang tadi siang.


Setelah terlepas semua, Vian menyuruh Ana untuk bersih bersih dulu.


"Jangan lupa pipis dulu, jangan sampai pipis lagi di kasur nanti,, "kata Vian sebelum Ana masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


"Iya,,, "hanya itu jawaban Ana.


Ana masuk ke kamar mandi, pertama Ana membersihkan wajahnya dulu, setelah 20 menit wajahnya bersih Ana baru pipis dan lap badan saja.


Tokkk,,, tokkk,,, ada yang memgetuk pintu kamar mandi, lalu Ana membukanya.


"Ada apa Kak,,? "Ana yang langsung memakai handuk tadi sebelum membuka pintu.


"Ini dari Bunda sama Mamih, tadi ketinggalan belum di kasih, katanya buat kamu, "mengacungkan kotak yang cukup besar.


"Apa yah Kak,, "Vian mengangkat kedua bahunya.


"Ngga tau,, buka aja gih,, "


"Ya udah Ana buka di dalam aja ya Kak,, "setelah itu Ana menutup pintu lagi dan di dalam Ana membuka kotak itu, saat terbuka Ana langsung mengambilnya, dan Ana sedikit aneh melihat gaun itu, karena sudah transparan dan pendek lagi, Ana hanya geleng geleng kepala melihatnya.


Di kotak itu ada tulisan Bunda,dan tulisanya menyuruh Ana untuk memakainya agar Vian senang, Ana lalu menurut dan memakainya.


Setelah di pakai Ana malu sendiri, karena terlihat sangat se**xsi,setelah di pakai Ana menutupinya dengan handuk, lalu menggeraikan rambutnya, tidak lupa Ana menyemprotkan minyak wangi di lehernya sedikit,itu adalah petunjuk dari tulisanya Bunda.


Ana membuka pintu kamar mandi dengan pelan, dan Vian sudah duduk di kasur sambil bersender pada sandaran kasur, Vian melihat Ana sedikit aneh, karena memakai handuk. karena tadi Ana membawa baju saat masuk ke kamar mandi.


"Kenapa pake handuk, bukanya tadi bawa baju ke kamar mandi,,? "tanya Vian tapi Ana tidak menjawab, dan berjalan mendekati Vian.


Saat sudah ada di depan Vain, Ana dengan pelan menarik handuknya, dan terlihat lah Ana dengan sangat *****sinya,Vian melihatnya tanpa berkedip, Vian tanpa aba aba langsung menarik Ana dan menjatuhkanya di kasur,,,

__ADS_1


Besok lanjutanya,,,


jangan lupa like, komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2