Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Baikan


__ADS_3

Setelah Aku melihat Nana masuk kamar mandi, Aku masih tetap berpura pura untuk tidur. Dan Saat Nana keluar dari kamar mandi juga sama tetap pura pura.


Setelah Nana keluar dari kamar, baru Aku membuka mataku. Dan Aku hanya senyum senyum sendiri karena merasa senang, tidurku sangat nyenyak ternyata Aku sambil memeluk Nana.


Aku mengambil hpku untuk menanyakan kabar Ibu, dan kapan Anaku akan pulang, karena ini sudah hampir 2 mnggu anaku tidak sekolah. Dan untungnya kata Ibu besok lusa Anaku akan pulang dan mengambil jam malam, kata Ibu biar Aku bisa menjemputnya saat pulang kerja.


Selesai menelfon Ibu, Aku merasa haus dan ingin mengambil minum di dapur tapi sebelum sampai dapur Aku mendengar Nana yang sedang mengobrol, sepertinya dia sedang telfonan.


Saat Aku makin mendekat ke dapur, benar saja Nana sedang mengobrol di telfon, dan sepertinya dengan Anton, karena mereka kedengaranya saling mengucakan kata kangen dan sayang.


Saat Aku mendengar Nana mengatakan kangen dan Sayang, Aku merasa sesak di dadaku, entah karena apa tapi Aku tidak suka Nana mengatakan kata kata ITU.


Sampai Ahirnya Aku memutuskan untuk mandi dan akan berangkat kerja. Aku langsung mandi dengan air dingin agar rasa sesak dan kesal di dadaku hilang. Selesai mandi Aku langsung memakai baju kerjaku dan bersiap, Saat Aku akan keluar ternyata Nana juga masuk kamar,karena sepertinya dia kaget karena melihatku sudaj rapi, membuatnya langsung mengajaku untuk sarapan. Tanpa Aku jawab Aku langsung keluar menuju meja makan, entahlah rasanya Aku masih sesak di dadaku saat ingat Nana mengobrol dengan Anton di telfon, mungkin Aku egois harusnya jangan begitu, tapi tetap saja Nana Sekarang istriku kalau dia ingin mengobrol di telfon apa ngga bisa tunggu Aku pergi kerja dulu.


Aku mengambil nasi goreng ke piringku, dan Aku langsung makan,, rasanya tidak nafsu makan ini mulutku tapi Aku paksakan, Saat Nana datang mendekat lalu Dia ingin mengambilkan minum untuku, Aku langsung bangun dari duduku dan langsung pergi keluar menuju mobilku. biar saja Nana yang sepertinya kaget melihat tingkahku ini.


Setelah Aku menjalankan mobilku, Aku langsung menuju kantor,di perjalanan pun Aku masih tetap terngiang kata kata Nana pada Anton.


Sampai di kantor Aku langsung masuk ke keruanganku, Aku langsung duduk rasanya sangat sepi karena biasanya Aku selalu berdua dengan Anton tapi kali ini Aku hanya sendiri. Aku langsung menyalakan komputer untuk mulai bekerja, karena sepertinya mulai hari ini Aku akan sibuk karena biasa bekerja berdua sekarang kerjanya sendiri. Semoga aja ada yang membantuku di sini.

__ADS_1


Saat jam Makan siang Aku menitip makanan pada temanku, karena merasa tanggung kalau tidak di kerjakan. Setelah selesai makan Aku mengerjakan tugasku lagi. Sampai dengan jam pulang kerja, Aku masih di sibukan dengan pekerjaan, karena kurang satu map lagi, ahirnya Aku memutuskan untuk mengerjakanya, dan pastinya akan lembur. Sekitar pukul tujuh malam ahirnya selesai juga, otot ototku rasanya sangat kaku karena seharian Aku hanya duduk.


Aku menjalankan mobil menuju rumah, Aku membawa mobilku secara pelan, rasanya sangat malas sampai rumah. hingga ahirnya sampailah Aku dirumah jam 8 malam.


Aku masuk ke dalam rumah yang sepertinya sangat sepi, Aku mencari keberadaan Nana tapi tidak Ada, saat Aku membuka pintu kamar ternyata Nana sudah tidur dengan nyenyaknya. Aku lalu mengambil baju ganti untuk tidur, setelah Aku ambil Aku langsung keluar, Aku memutuskan untuk tidur di kamar anaku.


Karena merasa lelah, Aku pun langsung tertidur. Suara hpku berbunyi sangat keras dan membangunkanku. ternyata sudah pagi, Aku langsung bangun dan keluar dari kamar Anaku, Saat Aku keluar dari kamar Anaku Aku melihat Nana yang sedang duduk di sofa dan lalu bangun berjalan ke arahku.


"Kenapa Mas tidur di kamar Kiki, dan kenapa Mas pulang malam tapi tidak mengabari Nana, kalau Nana ada salah katakan saja Mas, biar Nana tau kesalahan Nana, jangan kaya gini Mas, Tapi Mas justru mendiami membuat Nana jadi bingung, "kata Nana dan Aku masih tetap diam.


"Katakan saja Mas,,, apa yang membuat Mas marah pada Nana, Apa karena Nana belum memberikan kewajiban Nana sebagai Istri,"


"Mas,,, Nana sedang bicara jawab Mas,,? Apa Mas menginginkan ini, "sambil membuka bajunya di depanku, "Lakukan Mas kalau Mas menginginkanya, "kata Nana sambil mengeluarkan airmatanya. sekarang Nana membuang bajunya sembarangan dan hanya memakai dalaman.


"Aku bukan laki laki brengsek yang hanya memikirkan diri sendiri, tapi Aku juga punya perasaan, Aku tidak Akan memaksa seseorang untuk melakukaanya karena terpaksa, Aku laki laki normal dan juga punya perasaan, Aku tahu di sini Aku hanya sebagai alat, tapi Aku juga tegaskan di sini Aku ini suamimu dan tolong jaga perasaanku, jangan seenaknya sendiri dengan menelfon orang sambil mengatakan kata kangen dan sayang, setidaknya kalau kamu memang ingin berkangen kangenan silakan, tapi hargai Aku sebagai suamimu tunggu Aku pergi, terserah kamu mau melakukan apa pun, tapi Aku harap saat Aku tidak ada,"lalu Aku masuk kamar mandi dan mengguyur badanku dengan air dingin.


Rasanya kepalaku mau pecah saja, pagi pagi begini sudah bertengkar. Memang Aku akui di sini Aku yang tidak berkata dari awal, harusnya sebelumnya Aku mengatakanya lebih dulu.


Selesai Mandi Aku langsung keluar, dan Aku melihat Nana yang masih ada di kamar, dengan duduk di kasur sambil menangis untungnya bajunya sudah di pakai lagi kalau belum bisa membuatku sesak nafas, sebenarnya Aku juga tak tega, ingin Aku mendekatinya dan memeluknya tapi egoku rasanya sangat tinggi, jadi Aku pun tetap membiarkanya. Aku mengambil baju untuk bekerja, dan langsung memakainya,saat sedang mengancing baju tiba tiba dari belakang Nana memeluku, sambil menangis.

__ADS_1


"Maafin Nana Mas,, Nana yang salah, Nana janji tidak akan melakukanya lagi, "


"Mas boleh melakukan apa pun pada Nana karena Nana istri Mas, tolong bicara kalau Nana ada salah atau Mas ada yang tidak suka dengan Nana, biar Nana tau kesalahan Nana,"sambil makin terisak Nana berkata, Aku makin ngga tega dan langsung Aku berbalik agar menghadapnya.


"Sudah jangan menangis, Maaf membuat Nana sedih dan menangis, Mas juga salah tidak mengatakanya pada Nana, "sambil Aku memeluknya, dan mencium keningnya.


Pasti ini berat bagi Nana, Aku juga tau kalau Nana sangat mencinyai Anton begitu juga sebaliknya.


Setelah kita saling memaafkan, kita pun melepaskan pelukan, Aku merapikan baju kerjaku.Selesai merapikan baju kita berdua langsung menuju meja makan.


"Nanti Mas pulang telat lagi, "kataku. saat sedang menyuapkan sendok ke dalam mulutku.


"Kenapa pulang telat lagi sih Mas,,, "


"Kenapa memangnya, takut di rumah sendirian pa kangen nih,, "kataku sambil tersenyum.


"Apa an sih Mas,,, "


"Mas banyak kerjaaan, "jawabku. dan setelah selesai sarapan Aku langsung berpamitan untuk berngkat kerja, Nana mencium tanganku dan Aku mencium keningnya.

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan votenya ya kak,, trimakasih..


__ADS_2