
Mamih lalu menasehati Vino, agar Vino berhenti menangis dan lebih tenang.
"Sayang,, kamu itu masih banyak harapan untuk mendapatkanya ,, sebelum janur kuning melengkung, kamu masih ada kesempatan untuk mendapatkanya,, kecuali kalau dia sudah menikah baru itu tidak boleh,, "
"Tapi gimana Vino mau dapatin dia coba Mih, saingan Vino itu teman Vino sendiri, dan temen Vino itu adalah Dosen tempat dia kuliah juga, Vino akan sulit untuk mendapatkanya,, "
"Kalau di dianya sulit, kamu bisa dekati sodaranya atau orang tuanya dulu, nanti kalau mereka suka sama kamu, pasti mereka setuju untuk kamu menikahi dia, baru kamu pepet terus, caranya wanita itu kalau sering di beri berhatian pasti akan lama lama akan luluh,, "Vino mengangguk.
"Sore Mah,,, "dari arah belakang ternyata Vian datang sambil menggendong anaknya.
"Eh cucu oma,, sinih sayang,,, "Mamih langsung mengangkat kepala Vino dan bangun dari duduknya, lalu mengambil cucunya dari gendongan Vian.
"Ana nya ngga ikut,,? "
"Ana lagi nyusun sekripsi Mih, makanya Lala Vian bawa kesini biar ngga ganggu Mamihnya,"
"Oh gitu,, ayo sayang kita ke taman belakang, lihat ikan, ok,, "Mamih pun membawa Lala ke belakang, sedang Vian duduk di sofa.
"Kamu kenapa Dek, wajahnya lecek amat kaya baju ngga di setrika,, "Vian sambil tersenyum ngeledek.
"Udah deh jangan ngeledek, Aku tuh lagi bete nih Kak,, "
"Bete kenapa,,di tolak cewe, hahaa,, "
Buggg...
Vino melempar bantal sofa ke arah Vian karena mengejeknya.
"Bener Dek kamu di tolak cewe,, ada yang berani nolak kamu,, serius,, "
"Ngga yah,, Aku ngga di tolak sama cewe, mana ada cewe yang menolak orang ganteng dan kaya seperti Aku ini, "Sambil Vino pergi ninggalin Vian dengan gaya soknya, sedang Vian hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah Vino.
Setelah Vino pergi, Vian lalu tiduran di sofa, karena merasa lelah setelah sibuk di kantor, dan Istrinya telfon minta tolong untuk menjaga Lala.
Tidak lama hp Vian berbunyi tanda panggilan, Vian lalu mengangkatnya karena dari istrinya.
__ADS_1
"Iya sayang,,, ada apa lagi,,? "
"Kak,, Ana laper,, kaka pulang trus beliin makanan yah,, "
"Kan kamu bisa pesan, Kaka nungguin Lala di sini, nanti bolak balik kaka cape,,, "
"Iihh,, tapi Ana laper banget, Kaka tega banget sih sama istri sendiri, kalau Ana nanti pingsan gimana,, "
"Iya baiklahh,,, Kaka pulang, tapi Kaka minta bayaran,, "
"Ya Tuhan,, iya nanti Ana ganti dua kali lipat uang Kaka,, "
"Kaka bukan minta bayaran uang,, tapi Kaka minta di pijitin, badan Kaka rasanya lemes banget,, "
"Ya udah iya,, nanti Ana pijitin,, sekarang Kaka langsung pulang yah,, "
"Iya,, Kaka pamitan dulu sama Mamih,, "
Telfon pun di matikan, dan Vian langsung menuju belakang rumah untuk pamitan pada Mamihnya.
"Kamu apa ngga cape nanti bolak balik jemput Lala, ngapain pulang sih,, "
"Cape sih Mih, tapi Ana nyuruh pulang, katanya lapar pengin di beliin makanan,, "
"Kan dia bisa pesan ke aplikasi,, biar kamu ngga bolak balik nanti,, "
"Ngga papa Mih,, soalnya Vian dapat imbalan, walau cape Vian akan lakukan,, "
"Hemmm,, rupanya ada udang di balik bakwan yah,, "kata Mamih sambil tersenyum meledek.
"Heheee,, iya Mah,, "
"Kalau gitu nanti malam biar Mamih sama papih aja yang antar Lala yah, biar kamu ngga bolak balik ke sini,, tapi kalau nanti Lala ngga rewel sekalian tidur sini aja, biar Mamih ada temen,, baju Lala di sini juga ada, gimana,?"
"Terserah Mamih aja,, ya udah Vian pulang ya Mih,, "
__ADS_1
"Lala,, Papih pulang dulu yah, Lala di sini sama Oma dan Opa, jadi ngga boleh rewel,, "Lala yang sedang mainan dengan ikan hanya mengangguk angguk.
Vian lalu keluar menuju mobilnya dan langsung pergi. Vian lalu membeli sate kambing dan tongsengnya juga. setelah itu Vian menuju ke rumahnya yang cukup jauh dari rumah Mamihnya.
"Sayang,,, "teriak Vian saat sudah di dalam rumah. lalu Vian menyiapkan makananya di meja sambil menunggu Ana keluar dari kamar.
"Kaka beli apa,,? "Ana sambil duduk di kursi meja makan.
"Sate kambing sama tongseng,, ayo makan, Kaka juga lapar,, "
"Kenapa ngga sate ayam sih Kak,, "
"Kaka lagi pengin kambing, biar Kaka nanti kuat tempur,, "sambil menaikan kedua alisnya dan tersenyum, Vian berkata.
"Bukanya kaka mintanya di pijitin aja yah, kok jadi beda sekarang,, "sambil memasukan sendok yang berisi nasi ke dalam mulutnya Ana berkata.
"Iya,, sekarang permintaan kaka berubah,, selagi ngga ada Lala di rumah Kaka pengin puas puasin berduaan dengan kamu Yang, "
"Trus nanti Lala mau di jemput jam berapa,? "
"Nanti Mamih sama Papih yang akan antar, tapi kalau Lala ngga rewel kata Mamih suruh nginep aja,, "
"Oh,, gitu,, "
"Iya,, "mereka pun lanjut makan, dan Vian sampai nambah sampai kekenyangan.
"Sayang,, Kaka mau mandi dulu yah, biar seger,, "setelah selesai makan.
"Iya,, "jawab Ana, Vian Sebelum pergi mencium kening Ana dulu sekilas.
Ana lalu membereskan meja dan mencuci piring yang kotor, setelah selesai Ana masuk kamar dan lanjut duduk di kursi dan ngerjain sekripsinya.
Sekitar 20 menit Vian selesai mandi, lalu Vian langsung mendekati Ana, dan memeluknya dari belakang.
"Kita lakukan sekarang yuk, "kata Vian sambil berbisik. Ana lalu mengangguk pelan.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya, trimakasih...