
"Ada apa ,,tumben malem malem telfon, semuanya baik baik saja kan di sana,,? "tanya Papih saat telfon terhubung.
"Baik semua kok Pih,, "
"Sukur kalau gitu,, trus ada apa,,? "
"Vian cuman mau bilang, kalau Vian dan Ana ingin menikah,, "
"Apaa,,! "
"Papihhh,, ngga usah teriak juga kali,, telinga Vian sakit ini,, "
"Lagian kalau ngomong sembarangan aja sih,"
"Vian serius Pih,, Vian sama Ana mau menikah,, "
"Oh ini serius,, trus emang kamu dah bilang sama Om Ali,"
"Sudah, dan Om Ali merestuinya,, "
"Masa sih Ali merestuinya,, Ana langi ngga,, "
"Pihh,, pikiranya jangan mikir yang aneh aneh deh,, yang ada di fikuran Paoih itu salah,, "
"Kamu emang tau yang ada di pikiran Papih,,?"
"Pihh,, udah deh jangan bejanda,, ini gimana soal Vian yang mau nikahin Ana,, "
"Iya udah,, besok ahir pekan Papih sama Bunda datang ke jogja yah,, buat bicaraiin pernikahan Vian,, "
"Iya Pih,, makasih ya Pih,, "
__ADS_1
"Iya,, ya udah dulu, papih mau kerja malam dulu ini soalnya,, "
"Papihhh,, "kata Vian sedang si Papih tertawa bisa meledek anaknya.
Setelah telfon di matikan, Vian mendekati Ana, dan melihatnya, setelah itu membenarkan selimut di badanya.
Vian juga yang sudah merasa mengantuk kembali ke sofa untuk tidur.
Sedang yang ada di kota, Abang dan Ayu baru saja selesai ber**cinta.
"Makasih ya sayang,, "Kata Abang sambil mencium kening Ayu dan menarik selimut untuk menutupi badan Ayu.
"Hemmm,, iya Mas,"sambil memejamkan matanya karena Ayu masih lemas dan nafas yang belum setabil.
"Mas mau ke mana,,? "saat Abang turun dari kasur, Ayu bertanya.
"Mas mau bersih bersih dulu,, sebentar yah,, "
"Mas,, sinih. Ayu mau bicara,, "Ayu menyuruh Abang untuk naik ke kasur.
"Ada apa,, apa ada yang sakit,, "Ayu menggeleng.
"Ayu mau bicara soal Intan,, "
"Oh,, ada apa sama intan,,? "
"Tadi sore Intan telfon ke Ayu, dan bilang katanya ketemu Bintang, dan Bintang mau mengambil Sifa dari Intan Mas, "
"Lalu,, "sambil mengusap rambut Ayu .
"Ya Intan ngga bolehin lah Mas,, trus Bintang katanya sering telfon Intan dan selalu menerornya,, Intan sekarang katanya merasa takut Mas,, takut kalau tiba tiba Bintang datang lalu mengambil Sifa,, "
__ADS_1
"Iya Bintang kan juga Ayahnya, jadi Bintang berhak juga atas Sifa,, "
"Mass,, kamu tuh ngga ngertiin perasaan wanita banget sih, Bintang itu dari Intan lahir ngga mau ngurusin dan saat sudah besar masa mau main ambil sih, "Ayu yang bicaranya sedikit ngegas.
"Suttt,,, jangan pake emogi gitu kali sayang bicaranya,, santai aja, maksud Mas siapa tau Bintang hanya bermaksud ingin membantu mengurus Intan kan,, "Abang yang masih saja orang yang penuh kelembutan walau Ayu bicaranya sedikit kencang.
"Mas,, Ayu ingin bantu Intan boleh ngga,,? "
"Bantu apa,, jangan sampai kamu cape ya Yu,, nanti jatah Mas berkurang lagi kalau kamu kecapean,, "
"Iihh,, pikiranya Mas itu. mulu sih,, "
"Iya lah,, Mas kan laki laki normal ya ngga mau rugi,, "
"Iya iya,, tenang ajah, jatah Mas tetap aman dan ngga akan berkurang, "Abang tersenyum mendengarnya.
"Kalau Intan tinggal di sini sama kita gimana Mas,, "
"Sayang,,, bukanya Mas ngga setuju dan ngga ngebolehin yah, Mas risih sayang kalau ada orang luar di rumah, kayanya ngga bebas,, mendingan jangan itu deh permintaanya, kayanya ngga akan baik,, "
"Tapi Mas Intan butuh perlindungan, kasian Mas Intan sam Sifa, mereka jadi tertekan,, "
"Tapi kalau mereka tinggal di sini siapa yang akan mengurus Sifa, kalau di sana kan ada ibu kamu,, "
"Kita bisa cariin mba buat ngasuh dan tinggal di sini kan Mas,, "
"Mas,, boleh ya,, ayo lah Mas,, "Abng menggelengkan kepalanya.
"Masss,, kasian mereka Mass,, "Abang masih menggelengkan kepalanya.
"Kalau Mas izinin,, jatah Mas Ayu tambahin, biasa seminggu 2 kali, sekarang 4 kali, gimana,,,? "Abang pun sambil berfikir.
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,, trimakasih,,,