Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Dekat Tapi Terasa Jauh


__ADS_3

Esok harinya Vian dan Ana mengantarkan Lala ke rumah Mamih dan tidak lupa dengan perlengkapanya, seperi baju dan Su*su serta kebutuhan Lala lainya.


Semalam Vian minta jatah, yang katanya minta cuman satu ronde, tapi nyatanya sampai tiga ronde, dan itu membuat Ana lemas tak berdaya,setelah itu Vian menelfon Mamihnya jam 11 malam, dan Vian bilang ingin menitipkan Lala selama 4 hari.


Dan Mamih pun tidak masalah justru malah senang,Mamih tadinya kesal pada Vian karena telfon malam malam, tapi saat tau mau nitipin Lala Mamih langsung tidak kesal lagi.


"Kalian mau berangkat jam berapa ke Bandaranya,,? "


"Ini kita mau langsung berangkat, tapi kita mampir kerumah Ayah dulu, Bunda mau nitip makanan buat Abang,, "Vian yang menjawab.


"Oh gitu,, "


"Ya udah ya Mih kita berangkat, "


"Iya,, kalian hati hati yah, kalau sudah sampai kabarin, "Vian menjawab iya.


"Mih,, maaf yah kita jadi ngerepotin Mamih,"kata Ana sambil cipika cipiki.


"Ngga kok,, ngga ngerepotin, Mamih justru seneng ada temen main,, kalian bersenang senang lah di sana yah, jangan kuatirin Lala, Lala pasti aman sama Mamih dan papih, "


"Iya Mih,, "


Lalu Vian dan Ana langsung ke rumah Ayah Ali, Bunda memasak banyak makanan buat Abang, tapi makanan yang awet, seperti dendeng daging, orek tempe yang kering dan makanan ringan lainya, karena Abang di sana tidak bisa pergi jauh dan lama, jadi Abang hanya bisa makan di kantin rumah sakit, itu pun makananya tidak begitu enak.


Makanya Bunda membawakan banyak makanan untuk Abang.


Sampai di rumah Ayah, Bunda sudah menyiapkan kotak makanan, dan sudah di tata dengan rapi oleh Ayah.


"Kalian hati hati, salam buat Abang sama kak Ayu yah,, "


"Iya Bun,, kita berangkat dulu ya Yah, Bun, "


"Iya,, kalian hati hati, "kata Ayah saat Ana dan Vian bersalaman.


Vian dan Ana sekarang berangkat ke Bandara menuju singapur.


Di lain tempat Ai sedang duduk di teras rumahnya, dia sedang menunggu Rudi yang katanya mau menjemputnya untuk mengantarkan ke rumah Abang, Ai ingin bertemu keponakanya dan membantu Bunda dan Ayah mengasuh mereka.karena hari ini hari libur jadi Ai ingin bermain dengan kedua kepinakanya.

__ADS_1


Tapi Rudi tidak kunjung datang, dan Ai sudah menunggu satu jam lamanya.


"Kamu belum berangkat Dek,,? "tanya Dodo.


"Mas Rudi belum jemput,, "


"Kamu ngga coba telfon,,? "


"Udah,, tapi ngga di angkat,, kaka mau ke mana kok udah rapih aja,, tumben,,? "


"Kakamu ini sekarang udah jadi orang sibuk dong, kerjaan santai dapat cuan lagi, dan sering di ajak pergi lagi sama Bos,unak kan,,"


"Trus kenapa malah duduk ,,"?"


"Kaka lagi nunggu jemputan,, "


"Sama,, pasti nanti Ai duluan yang di jemput, "


"Ngga mungkin,, Bos Kaka orangnya tepat waktu, dia bilang tadi 10 sampai, liat aja nanti,"


Hp Ai lalu berbunyi dan tanda pesan masuk, ternyata dari Rudi, isinya Rudi minta maaf karena dia bilang tidak bisa menjemputnya, karena mendadak Mamahnya sakit dan harus di bawa ke rumah sakit.


Lalu mobil Vino pun datang menjemput kak Dodo, mereka mau pergi ke daerah selatan untuk mencari lokasi untuk bukak cabang baru di sana.


"Jemputan kaka udah datang, Kamu mau ikut sampai depan ngga, ?"


"Ai mau jalan aja,, "


"Terserah,,, "Kak Dodo lalu berjalan ke mobil, sedang Ai mau jalan kaki.


"Pagi Bos,, "kata kak Dodo yang masuk ke mobil.


"Pagi,,, Ai mau kemana, tumben jalan, motornya ke mana Kak,,? "


"Ai mau ke rumah kak Ayu, tadi si janjian sama Rudi Dosenya itu, tapi ternyata dia ngga jadi jemput, motornya rusak lagi jadi ya dia mau naik angkot,, "


"Kenapa ngga naik taxsi aja,, "

__ADS_1


"Taxsi mahal lah Bos bayarnya,, "Vino lalu menjalankan mobilnya dan Ai sudah jalan duluan.


"Kak ajak Ai aja sekalian, kita kan searah jalanya kerumah Kak Ayu,, "


"Iya juga sih,, tapi tadi udah Aku ajak, juga dia tetep ngga mau,,"


"Coba sekarang lagi,, "Vino lalu menghentikan mobilnya, dan. kaka pun turun.


"Dek,, ayo ikut bareng kaka aja, kaka searah kok jalanya sama rumahkak Ayu,, "


"Ngga ah,, "


"Ini panas loh Dek, apa lagi nanti kalau naik angkot, pasti lebih panas dan gerah, udah ayo ikut kaka aja, mobilnya enak ada acnya lagi, adem,, udah ayoo,, "kaka menarik Ai dan di paksa untuk ikut. ahirnya Ai pun mau.


Ai duduk di bangu belakang, dan kaka lalu masuk bagian depan, Vino pun menjalankan mobilnya menuju rumah kak Ayu.


Di mobil Vino dan Ai sama sama diam, Vino yang biasanya banyak omong pun tidak lagi terdengar suaranya, sekarang Vino kembali seperti dulu lagi, cuek pada perempuan, Vino sama sekali tidak melirik ke Ai.


"Tumben nih cowo jutek banget, biasanya kaya burung beo, ngomong mulu, sariawan kali dia,, "kata Ai dalam hati.


"Bos,, kita harus cari orang lagi dong nanti kalau jadi buka tempat baru,?"


"Iya,, kaka kalau ada kenalan ajakin aja, "


"Ada sih,, tapi cuman lulusan SMP, gimana,,? "


"Asal niat kerja dan tanggung jawab ngga papa, nanti kenalin aja ke Aku kak, Biar Aku lihat dulu,,"


"Siap Bos,, "


Ai yang denger kakanya memanggil Vino bos sedikit bingung, karena setau Ai Vino itu kan ngga kerja, kok di panggil Bos sih, dan yang Ai tau kakanya bekerja di tempat les musik gitu.


Ahirnya mobil sampai di rumah Abang, dan Ai pun langsung keluar, tapi sebelumnya Ai bilang terimakasih, tapi tidak mengucapkan nama buat siapanya.


Vino langsung pergi, karena sebenarnya dari tadi Vino merasakan sakit di dalam hatinya, gimana tidak sakit wanita yang dia cintai ada di dekatnya tapi terasa jauh, Vino melihat Ai dari sepion mobil sebelah kiri dan sambil menggenggam tanganya.


Kak Dodo pun tau yang di rasa Vino, tapi kak Dodo pura pura tidak melihatnya.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


__ADS_2