Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Nasehat Mamih


__ADS_3

Mobil berhenti di sebuah restoran, lalu mereka pun bersiap akan turun.


"Vian,, Alananya bangunin gih,, kita mau turun dulu untuk pesan makanan,, "kata Bunda Nana.


"Iya Bunda,, "jawab Vian. Lalu mereka semua pun turun dari mobil.


"Ana bangun,, kita sudah sampai Restoran,,, "sambil mengusap kepalanya.


"Tapi Ana masih ngantukk,,"Sambil wajahnya di benamkan di perut Vian.


"Iya nanti habis makan lanjutin lagi tidurnya, ayo bangun,, ngga enak sama orang tua kita yang menunggu kita kelamaan di sini,, "sambil terus mengusap kepala Alana.


(yang di bawah kepala Alana sudah berdiri itu pastinya, untung di kasih jaket jadi Alana ngga rasain, yang rasain ngga enak pasti Vian, hahaa)


Alana pun bangun sambil mengucek matanya,sedang Vian membantu merapikan rambut Alana yang berantakan karena baru bangun tidur.


"Pakai jaketnya dulu biar ngga dingin,, "sambil Vian membantu memakaikan jaketnya ke Alana.


Setelah selesai Alana dan Vian pun turun dari mobil, dan Vian menggandeng tangan Alana dengan posesifnya. saat masuk Restoran dan sudah melihat keluarga mereka duduk, Vian pun melepaskan gandengan tanganya.


"Sayang,, minum teh manis hangat nya dulu, biar segar,, "kata Bunda saat Alana sudah duduk di samping Bunda.


"Iya Bunda makasih,, "Alana pun minum tehnya.


Lalu mereka pun makan bersama,sambil mengobrol.


"Ton,, kapan kamu pulang ke kota,,? "tanya Ali.


"Besok sore,,, "

__ADS_1


"Oh,, besok sebelum ke bandara ke rumah dulu aja yah, kita makan siang bersama, gimana,, "


"Ok lah,, besok Aku ke rumahmu siangnya,, "kata Anton.


"Bun besok masak yang banyak yah, soalnya kita pasti akan lama lagi untuk makan bareng sama mereka lagi,, "kata Ali pada Nana.


"Iya Yah,,, "jawab Nana.


"Om,,, kalau besok Vian sebelum balik ke kota, mau ajak Alana untuk jalan jalan ke malioboro boleh ngga, "kata Vian pada Ali.


"Boleh aja kalau Alananya mau,, "jawab Ali.


"Makasih Om,,, "jawab Vian sedang Ali pun mengangguk.


Alana menatap ke Vian dan begitu pun dengan Vian, kalau Vian tersenyum dengan manisnya, beda dengan Alana yang menatapnya dengan biasa aja.


Selesai makan semuanya naik ke mobil, dan akan melanjutkan perjalanan untuk pulang, saat tinggal sebentar lagi sampai hotel jalanan pun macet total, katanya ada kecelakaan. Ahirnya mereka yang sudah pada kenyang dan lelah pun pada tidur, tapi beda dengan Anton dan Ali, karena Anton menemani Ali yang menyetir agar tak mengantuk.


Sesekali Vian mencium rambut Alana. dari mereka sama sama merasakan ketenangan dan kehangatan.


Dan sekitar pukul setengah sepuluh, sampai lah di Hotel tempat Anton dan keluarganya menginap. setelah semua turun sekarang tinggal Keluarga Ali yang akan lanjut pulang.


"Sayang,, apa kamu sama Vian pacaran,,? "tanya Bunda saat Alana sudah duduk di bangku tengah bersama Bunda, sedang Ali di depan sendirian.


"Ngga kok Bun,, "jawab Alana.


"Tapi sepertinya Vian sayang banget sama Adek,, "


"Tapi kan kata Ayah Adek ngga boleh pacaran dulu sebelum lulus kuliah,, "

__ADS_1


"Tapi kalau kamu sama Vian Ayah sih setuju aja Dek, karena Ayah yakin Vian bisa jagain Adek,, "kata Ali.


"Tapi Adek ngga mau Yah,, karena Adek ngga mau LDR an,, karena ngga gampang ngejalaninya,, Adek maunya mengalir aja, kalau Vian memang jodoh Adek dari Tuhan, pasti tidak akan tertukar kok,, "jawab Alana.


"Iya bener sih kata Adek, Ayah sama Bunda ngikut aja maunya Adek gimana,, karena Adek yang mau jalanin,, "kata Bunda.


"Makasih banyak Ayah dan Bunda yang selalu ngertiin kemauan Adek,,"sambil memeluk Bunda.


Dan merekapun sampai rumah.Alana langsung masuk ke kamarnya, dan langsung tidur karena Alana sudah merasa mengantuk.


Pagi harinya, keluarga Anton sedang sarapan bersama di Restoran Hotel.


"Habis sarapan kita istirahat bentar, dan setelah itu rapikan barang barang kalian, karena setelah semua siap, kita akan ke rumah Om Ali,, "kata Anton pada anak anaknya. dan anak anaknya pun dengan kompak menjawab iya.


"Ian,,apa kamu pacaran sama Ana,,? "tanya Papih Anton.


"Ngga Pih,, Ananya ngga mau dan kata Om Ali juga Ana belum boleh pacaran kalau belum lulus kuliah,, "kata Vian sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Tapi kelihatanya Ana suka sama kamu, dilihat dari Ana yang selalu nurutin semua yang kamu larang,, nanti Papah bantu buat bilang sama Ali agar Ana dan kamu di izinkan pacaran gimana? "


"Ngga tau lah Pih,, Ana ngga mau LDR juga katanya,Vian jadi bingung sama Ana, apa Vian pindah kuliah aja ya Pih,,, "


"Papih tersarah kamu aja,, lagian kamu sudah besar jadi kamu dah bisa merawat diri dan sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk,, "


"Kalau Mamih sebenarnya ngga setuju, karena Mamih ingin selalu berkumpul sama anak anak Mamih, tapi kalau Vian memang ingin mengejar cinta Vian, Mamih juga kasihan sama Vian kalau melarang, yang penting Vian juga harus ingat seorang laki laki itu harus punya tanggung jawab, Vian harus lulus kuliah dan jadi anak yang bisa di banggakan Papih sama Mamih, kalau masalah jodoh kan sudah Tuhan atur, walaupun Vian mengejar Ana sampai kemana pun Ana pergi tapi Tuhan memang menakdirkan Ana bukan codoh Vian, ya Vian ngga bakalan mendapatkan Ana, tapi jika Ana memang jodoh Vian yang Tuhan kasih, tanpa Vian kejar pun pasti tetap Ana yang akan Vian nikahi,, "sambil mengusap punggung Vian Mamih berkata.


"Vian ngerti kan maksud Mamih, Mamih tidak melarang, semua terserah Vian saja, asal Vian bahagia Mamih juga ikut bahagia,, "


"Iya Mih,, Vian ngerti yang Mamih katakan, terimakasih karena selalu menyayangi Vian dan selalu memberi nasehat yang membuat Vian bisa berfikir lebih dewasa,, "sambil menggenggam tangan Mamihnya.

__ADS_1


**Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...


Mampir juga ke ceritaku yang baru yah, MENIKAH DENGAN GIGOLO MAMAH**.


__ADS_2