
Aku terbangun saat mendengar suara tangisan Vian,, saat Aku akan bangun bengambil Vian, tangan Mas Anton masih memeluku dengan sangat erat, Lalu dengan pelan Aku melepaskan tangan Mas Anton yang masih memeluku .sepertinya Mas Anton kelelahan sampai tidurnya sangat nyenyak.
Setelah terlepas Aku mengambil baju dasterku yang ada di lantai, karena semalam Mas Anton melemparnya ke lantai, setelah daster sudah ku pakai Aku menuju box untuk mengambil Vian. lalu Aku duduk di sofa sambil memberi nen pada Vian.
"Sayang,, semoga kamu jadi anak yang pintar dan menurut pada Mamih dan papih yah,, walau pun Papih bukan ayah kandung Vian tapi Papih sayang sama Vian seperti anak kandung sendiri,, Ayah sekarang sudah di tempat terindah jadi kita juga harus bahagia bersama Papih Anton ya sayang,, "sambil ku usap kepalaVian dengan sayang saat Vian sambil nen.
Aku tidak akan pernah bisa melupakan Mas Agus di hatiku, apa lagi Vian adalah anaknya, tapi Aku juga ngga boleh egois,ada Mas Anton sekarang yang menjadi suamiku. nama Mas Agus dan semua kenangan bersamanya biar Aku simpan dalam hatiku yang paling dalam, sekarang Aku dan Vian sudah menjadi tanggung jawab Mas Anton,jadi Aku pun harus menghargainya.
Semakin hari Mas Anton semankin menyayangiku apa lagi setelah Vian lahir, dia selalu membantuku dalam berbagai hal, apa lagi saat Vian bangun tengah malam, dengan telatenya dan tidak pernah marah, Mas Anton selalu menjaga dan menemani Vian, kadang juga suka diajaknya mengobrol. Sedang Aku di suruhnya untuk tidur dan nanti saat Vian mau nen baru Mas Anton membangunkanku.
Tadi malam saat Mas Anton mengatakan cinta dan sayang padaku, Aku merasa sangat senang dan bahagia, karena Aku juga merasakan yang sama, karena ke baikan dan kasih sayangnya padaku juga ke pada Vian membuatku menjadi sangat nyaman dan timbul lah rasa sayang dan cinta.
Pasti Mas Agus di sana juga bahagia dan tidak akan marah kalau Aku juga menyayangi dan mencintai Mas Anton, karena anak dan istrinya sekarang hidup dengan bahagia. dan Mas Agus tidak salah menitipkan Aku dan Anaknya pada Mas Anton.
Setelah Vina tertidur lagi Aku pun menidurkanya di box, setelah itu Aku masuk kamar mandi untuk membersihkan bagian intiku, dan saat Aku ingat pertempuran tadi membuatku tersenyum malu. rasanya Aku tidak berhenti mengeluarkan desa*an'''' kenikmatan tadi bersama Mas Anton.
Selesai dari kamar mandi Aku melihat jam baru pukul 2 dini hari, Aku pun lalu naik ke kasur lagi untuk melanjutkan tidur, tapi saat Aku merebahkan badanku di samping Mas Anton dan Aku melihat dadanya dan perutnya yang arletis tanganku pun lreflek mengusapnya. Mas Anton itu orangnya putih tinggi, emang badanya kecil tapi seperti berotot,dan sangat tampan bagiku.
Setelah puas dengan mengusap dada dan perutnya, Aku menuju ke wajahnya, wajah yang sangat enak di lihatnya, hidung manjung dan wajah yang bersih mulus,, Aku pun yang perempuan kalah mulusnya di bagian pipi,, padahal setau ku Mas Anton ngga memakai crem wajah atau sejenisnya.
__ADS_1
Aku dengan isengnya mengusap bibir Mas Anton dengan jariku, saat Aku sedang mengusapinya tiba tiba tanganku di pegang oleh tangan Mas Anton, Aku yang kaget langsung menariknya. Tapi pegangan tangan Mas Anton sangat kencang jadi tanganku put tak terlepas. Dan mata kita pun saling tatap.
"Kenapa,, apa masih kurang?apa mau lagi hemm,, "sambil mencium tanganku, Aku yang malu telah ketahuan sedang mengusapi bibir Mas Anton hanya menunduk. pasti ini pipiku sudah merah karena malu, fikirku.
Aku menggelengkan kepalaku sebagai jawaban, lalu Mas Anton menariku dan Aku pun jadi di atas tubuhnya. Tangan Mas Anton menekan pinggulku dan Aku merasakan benda keras menekan inti tubuhku. lalu ada rasa aneh di dalam tubuhku seperti ada getaran yang nikmat tapi susah di katakan.
"Tapi Mas mau lagi,, karena tadi perbuatanmu jadi membangunkan milik Mas,, "sambil merapikan anak rambutku.
"Apa Mas ngga cape,,? "
"Kalau masalah ini mah Mas ngga ada capenya,,lagi yah,tapi Mas pengin kamu yang aktif,, "Aku langsung menggeleng, karena Aku malu.
Lalu Mas Anton mencium bibirku, dan Aku pun membalasnya, tangan Mas Anton sambil mengusapi punggungku.Ciuman Kita berdua makin berga*rah.
Aku melepaskan ciumanku dan ciumanku turun ke leher Mas Anton, di leher Mas Anton Aku menjil*t juga menggitnya, tapi Aku tidak meninggalkan bekas merah di leher Mas Anton, karena besok takutnya Mas Anton jadi Malu saat di kantornya.
Setelah puas di leher, ciumanku turun ke dadanya, dan menjil*ti su*su Mas Anton. Mas Anton sampai kegelian dengan ciumanku di su*sunya.tangan Mas Anton sambil meremasi bok*ngku.
Ciumanku terus turun ke bawah, sampai lah bertemu dengan benda yang sudah berdiri dengan tegak, pertama Aku memainkanya dengan tanganku, ku usapnya usapnya lalu tanganku menggenggamnya sambil ku gerakan naik turun.Mas Anton sepertinya menikmati karena matanya terpejam sambil mulutnya mengeluarkan suara yang cukup merdu.
__ADS_1
"Oh,,, enaknya Vin,,, terus,,,uuhhh,, "saat benda keras itu Aku Jila*i seperti lolipop, dan setelahnya Aku masukan ke mulutku dan ku mainkan dengan lidahku di dalam mulut.
"Oohhhh,,, enakkk,,, Vina sayanggg,, oohh,, "sambil terus merasa ke enakan Mas Anton selalu berkata.
Lalu Aku keluarkan dari mulutku setelah lama bermain denganya.karena sepertinya milik Mas Anton sebentar lagi mau menyemburkan cairan.
Aku ingin melihat cairan yang keluar dari milik Mas Anton, Aku ingin melihatnya karena Aku. punya teman yang sudah 10 tahun menikah juga belum di berikan anak, dan kata temenku suaminya yang mandul karena cairan dari milik suaminya itu encer tidak kental, makanya Aku ingin lihat punya Mas Anton encer atau kental.
Lalu Aku menggerakan tanganku dengan gerakan naik dan ke atas.
"Mas,, keluarkan dulu di luar yah,, nanti setelah itu Vina bantu mengolahnya lagi biar berdiri,, jadi kita bisa main dua kali,, "kataku, Aku ngga mau bilang kalau Aku ingin lihat cairanya, Aku juga sedikut suaranya di buat merayu, Aku takut Mas Anton tersinggung kalau Aku mengatakan keinginanku.
Mas Anton pun mengangguk, lalu Aku mencium bibir Mas Anton dan tanganku sambil mengocoknya. Gerakan tanganku makin terasa kalau kepunyaan Mas Anton makin kencang dan keras, tidak begitulama Mas Anton melepaskan ciumanku dan berteriak.
"Ooooohhhh,,,,,,,,,, "
**Besok lagi,, otak kotorku butuh istirahat hahaaa,,,,,,
Jangan lupa like, komen dan votenya**..
__ADS_1