Aku Bukan Pebinor

Aku Bukan Pebinor
Jebol


__ADS_3

Abang mencium Ayu dari mulai kening ,mata dan pipi, yang terahir di bibir. Abang mencium bibir Ayu dengan melu**tnya dengan sangat lembut.


Ayu pun sudah bisa mengimbangi ciuman Abang, dengan tidak hanya diam, tapi Ayu juga ikut Melum** bibir Abang.


Tangan Abang juga ngga tinggal diam, Tangan Abang bermain di dada Ayu sambil meremas remasnya,Ayu hanya bisa merasakan sensasi yang sangat nikmat itu.


Abang yang merasakan nafas Ayu makin sedikit, ahirnya melepaskan ciuman di bibir Ayu, lalu ciuman Abang turun ke leher.


Di leher Ayu, Abang me*njilatinya juga menggigitinya kecil kecil, Abang sudah cukup pintar rupanya, mungkin itu dari hasil Abang menonton filem biru.


"Masss,,,aahhh,,,,"saat Abang bermain di dada Ayu, di sedotnya dada Ayu seperti bayi yang sedang kehausan.


Abang sangat rakus bermain di dada Ayu, memainkanya bergantian, Ayu tak henti hentinya mengeluarkan suara De**han dari mulutnya karena permainan mulut Abang di dadanya.


Tangan Abang yang satunya lalu turu ke bawah, dan saat ketemu yang Abang cari, tangan itu pun mengusap usapnya, ternyata juga sudah basah.


Lalu setelah puas bermain di dada,ciuman itu pun turun ke bawah, oh iya di dada Ayu banyak sekali tanda merahnya, dada yang tadinya mulus dan putih menjadi tidak mulus dan putih lagi, karena saking banyaknya warna merah di sekeliling dadanya.


Ciuman Abang turun ke perut, dan terus turun sambil menji**tinya. Lalu lidah itu pun sampai juga di inti tubuh milik Ayu.


Abang membuka kaki Ayu agar terbuka lebar, dan setelah terbuka lidah Abang langsung menji**tinya, Ayu yang merasakan sensasi lain karena Abang begitu pintarnya men**jilati inti tubuhnya, Ayu meremasi rambut Abang sambil kepalanya bergerak kelanan dan ke kiri.


"Maasss,,,,ooohhhh,,, Masss,,, aaahhh,, "saat lidah Abang memainkanya dengan menusuk nusuknya ke inti tubuh milik Ayu.


Abang cukup lama bermain di inti tubuh Ayu sampai sampai Ayu menjerit karena pelepasan.


"Masss,, Aaahhhhhhhhhgggg,,,,, "kepala Ayu sampai naik ke atas. dan setelah itu Ayu langsung tergeletak di atas kasur dengan lemasnya.


Lalu Abang pun merasakan ada cairan kental yang keluar dari inti tubuh Ayu, tapi Abang masih tetap memainkanya dengan mulut yang basah dan belepotan terkena semprotan lahar milik Ayu yang cukup banyak.

__ADS_1


Ayu yang lemas hanya diam sambil mengatur nafasnya.


"Yu,, Mas lakukan sekarang yah,,? "sambil berbisik di telinga Ayu, Ayu hanya mengangguk lemah.


Lalu Abang membuka baju dan celananya, dan keluarlah adiknya Tom dengan ukuran besar dan panjang .


"Mass,, pelan yah, Ayu takut sakit,, "


"Iya Mas Akan pelan,, tahan yah,, "Ayu hanya mengangguk.


"Kenapa punya Mas kok gede gitu yah, dan panjang lagi, kaya yang di filem kemaren Ayu dan Mas nonton, bisa bisa ini mah sakit dan ngga bakanan bisa jalan kalau sampai masuk semuanya,,"batin Ayu sambil membuang nafas kasarnya.


Sedangkan Abang lagi menempelkanya sambil menggesekanya adik Tom ke inti tubuh Ayu. Ayu sudah memejamkan mata sambil mencengkram seprei.


Setelah posisinya sudah Pas, Abang mengikuti arahan yang Ayah berikan, sambil mencium bibir Ayu agar sedikit mengalihkan rasa sakitnya.


"Aaaaaahhhhh,,, sakittttt,, Massss,,, "sambil mengeluarkan airmata juga.


Abang mendiamkanya sebentar, melihat Ayu yang menangis kesakitan, Abang merasa ngga tega lihatnya. lalu Abang mencium keningnya dan mengusap air mata Ayu.


"Maaf,, Mas menyakitimu lagi,, "kata Abang. Ayu hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.


"Mas sudahi aja yah, jangan teruskan,,? "kata Abang lagi.


"Ngga usah Mas,, lanjutin aja,, Ayu ngga papa kok,, "sambil membuka matanya dan tersenyum.


"Tapi Mas ngga tega melihatmu yang kesakitan,,"


"Ayu ngga papa kok Mas,, ayo lanjutkan lagi,, "

__ADS_1


Abang pun mengangguk sambil tersenyum.


"Terimakasih istriku,, "sambil mencium bibir Ayu sekulas, sedang Ayu hanya tersenyum.


Abang dengan pelan menarik keluar adik Tom lalu memasukanya lagi, dan terus saja menggerakanya, keluar masuk.


Abang belum berani melakukan bermacam gaya,karena milik Ayu masih sangat sempit, takut nanti Ayu kesakitan,jadi Abang masih dengan gaya biasa.


Abang merasakan nikmatnya jepitan milik Ayu di adik Tomnya. dengan pinggul yang terus bergerak naik turun.


"Masss,,, ooohhh,,, Masss,,, "mulut Ayu tidak berheti bersuara menyerukan rasa nikmat.


Lalu Abang makin cepat menggerakanya karena dirasakan ada yang ingin keluar.


"Ooohh,, Yu,, punya Mas mau keluar,, tahan ya sayang,,, "Abang langsung menggerakan pinggulnya dengan cepat, sampai tidak menghiroukan jeritan Ayu.


"Masss,, sakit masss,, pelannn,, aaahhh,, aaahhhh,,, "teriakan Ayu tapi Abang tidak mendengarkanya karena ledakan itu akan segera datang,,


"Aaaahhhhhhhhhgggggg,,,, "Abang juga berteriak saat ledakan itu ahirnya datang juga.


Dengan badan yang penuh keringat, Abang ahirnya sukses menjebol gawang. Ayu tergeletak tidak berdaya. Wajahnya sudah sedikit pucat karena menahan sakit.


Abang pun mencabut miliknya yang sudah sedikit mengecil. Abang kaget melihat inti tubuh Ayu yang memerah,lalu setelah itu keluarlah lahar milik Abang.


"Sayang,,, kamu ngga papa kan,,, "kata Abang sambil melihat ke Ayu.


**Besok lagi,,, maaf kalau di sini ceritanya kurang gereget, Abang masih pemula jadi masih belum pintar gimana cara membuat Ayu nyaman, tapi nanti Abang akan pintar kok,


Jangan lupa, like komen dan votenya, trimakasih**...

__ADS_1


__ADS_2